SpongeBob SquarePants
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Saturday, 22 August 2015

Cara Membuat Sagon

Sagon adalah makanan khas dari Betawi. Makanan ini terbuat dari kelapa yang disantap dengan campuran gula pasir. Sagon memiliki tekstur seperti tepung, sehingga seringkali dikatakan bahwa saat sedang menikmati sagon tidak boleh sambil bicara, atau sagon akan tersembur dari dalam mulut. Berikut ini adalah cara membuat sagon

Bahan :
  1. Tepung beras 1 kg
  2. Kelapa 2 butir (Diparut kasar)
  3. Garam secukupnya
  4. Gula pasir secukupnya


Cara memasak :
  1. Kelapa yang telah diparut kasar disangrai hingga kering
  2. Masukan garam secukupnya
  3. Tepung beras disangrai hingga kering secara terpisah dengan kelapa
  4. Setelah kelapa dan tepung beras sudah kering dan garing, satukan keduanya saat posisi dingin
  5. Ketika ingin menyantapnya, jangan lupa campurkan sagon dengan gula pasir secukupnya
  6. Selamat menikmati



Thursday, 20 August 2015

PUYO




PUYO Dessert adalah dessert berupa puding lembut yang tersedia dalam berbagai varian rasa. Di antaranya, chocolate, hazelnut, bubblegum, greentea, lychee, strawberry, mango, orange, dan taro. Beberapa rasa yang paling banyak disukai adalah chocolate, bubblegum, dan greentea. Kalau saya pribadi sih lebih suka greentea dan bubblegum.  PUYO memiliki tekstur yang sangat lembut dan memanjakan lidah. Sangat lezat disantap sebagai dessert setelah mengonsumsi makanan berat. Harganya pun sangat terjangkau, yaitu Rp 12.500 untuk satuan. Dan Rp 135.000 untuk pembelian 12 pcs. 

PUYO terdapat di beberapa mall di Ibukota, antara lain Kota Kasablanka, Central Park, Pondok Indah Mall, Puri Mall, Gandaria City, Baywalk, Teras Kota, Living World, dan Summarecon Mall Serpong.

Biasanya saya mendatangi store PUYO di Central Park karena disana disediakan tempat duduk sehingga kita bisa langsung menikmati PUYO di sana. 




Referensi Gambar :
www.zomato.com
http://intipharga.com/

Saturday, 15 August 2015

Resep Membuat Kue Sagu Keju

Dengan bahan di bawah ini, dapat menghasilkan kue sagu sebanyak 4 - 5 toples.

Alat : 
-         Loyang
-         Oven
-         Sempritan
-         Wadah
-         Parutan
  
Bahan :

-         Telur                     4 butir  
-         Mentega                ½ kg
-         Keju Kraft             1 kotak
-         Keju Bola              1 ons
-         Wisman                1½ ons (3 sdm)
-         Gula halus             ½ kg
-         Tepung sagu          1 kg
-         Vanilli 
-         Susu bubuk           1 ons

Cara Membuat :

  1. Kocok telur dan gula halus bersamaan dalam 1 wadah. Telur yang digunakan ialah 3 kuning telur dan 1 telur secara utuh (kuning dan putih)
  2. Kocok mentega pada wadah lainnya
  3. Masukkan keju kraft dan keju bola yang sudah diparut, keju bola, wisman, vanilli, susu bubuk, dan ½ kg tepung sagu. 
  4. Aduk adonan hingga ulen. Jika masih terlalu lembek, tambahkan tepung sagu hingga adonan menjadi ulen dan siap dicetak.
  5. Setelah adonan ulen. Masukkan ke dalam sempritan dan mulailah mencetak dan letakkan di atas loyang.
  6. Setelah loyang terisi, masukan ke dalam oven selama 20 - 30 menit. 
  7. Ketika matang, keluarkan dan dinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam toples.
- Terimakasih -

Friday, 14 August 2015

Nutella ft. Cheesy

Kali ini saya akan membahas soal kuliner lagi. Tapi bukan kuliner yang ada di mall atau di tempat umum. Ini adalah kuliner yang saya ciptakan sendiri (dan mungkin beberapa orang di  luar sana)

Siapa yang nggak tahu nutella? Pasti semuanya tau. Selai cokelat kacang yang sebenarnya sudah lama ada, namun saat ini sedang naik daun. Dimana-mana menjual Nutella sebagai toppingnya, martabak, roti bakar, bahkan kue cubit. Semua menawarkan rasa nutella.

Nah, dalam postingan kali ini saya hanya ingin membagi sedikit tips yang berkaitan dengan nutella. Jadi, ini salah satu cara favorit saya dalam mengonsumsi si manis nutella. Yaitu dengan memadukannya dengan selai keju bernama Cheesy.


Cheesy itu adalah selai keju atau keju olesan yang rasanya benar-benar cheesy. Saya sebagai pecinta keju sih suka banget sama si Cheesy ini. Rasa keju yang tidak berlebihan dalam tekstur yang lembut, pokoknya enak banget lah.

Jadi, begini caranya :  (Mohon maaf tidak dilengkapi gambar)

1. Ambil 2 keping roti tawar
2. Oleskan nutella pada satu sisi di satu keping roti tawar
3. Oleskan cheesy pada satu sisi di keping roti tawar yang lainnya
4. Tumpuk kedua keping roti tersebut hingga keping dengan olesan nutella bertemu dengan keping yang sudah diolesi cheesy (nutella dan cheesy berada di tengah)
5. Santap roti yang sudah Anda buat

Voila.. rasakan manisnya nutella bercampur dengan cheesy yang lembut. Manis dan asin jadi satu. Nikmat sekali, menjadi perpaduan yang sangat pas. Cocok sekali untuk menjadi menu sarapan dan menjadi menu untuk mengawali hari Anda. Apalagi ditemani segelas susu, sudah nikmat, bergizi pula. Penasaran? Silakan langsung dicoba!


Referensi :
bahankue.com
www.huffingtonpost.com

Kue Cubit Setengah Matang, Enak Namun Berbahaya



Saat ini, kue cubit menjadi salah satu cemilan yang lagi in. Padahal sebenarnya, kue cubit ini sudah ada dari jaman saya SD alias awal tahun 2000an. Kenapa saat ini kue cubit jadi terkenal lagi? Tentunya karena inovasi rasa yang semakin beragam. Ada kue cubit green tea, bubble gum, dan masih banyak lagi. Selain itu, kue cubit sekarang juga ditambahi oleh topping yang beragam, tidak hanya butiran cokelat mesis seperti jaman dulu. Kue cubit sekarang ada yang pakai topping keju, kitkat, kitkat greentea, marshmallow, dan yang lainnya. Enak? Sudah pasti.



Tidak hanya soal rasa dan pilihan topping saja, dari cara pembuatannya pun ada sedikit inovasi yang ditawarkan. Yaitu kue cubit setengah matang. Pernah dengar, kan? 


Kue cubit setengah matang memang terkenal sekali di kalangan anak  muda. Lelehannya yang cantik dan menggoda membuat mulut ingin menyantapnya. Eits, tapi tunggu dulu.. dari namanya saja sudah membuat kita harus berpikir ulang sebelum memakannya. Kue cubit setengah matang, setengah matang... apapun yang dimasak dengan tingkat kematangan yang tidak sempurna, pasti kurang aman untuk dimakan karena berarti masih ada bahan-bahan yang setengah mentah di dalam makanan tersebut. Tidak terkecuali untuk kue cubit setengah matang

Dari logika saja sudah bisa dibayangkan bahwa ada komposisi-komposisi yang masih mentah di dalam kue cubit setengah matang itu, sehingga perlu pemikiran ulang sebelum mengonsumsinya. Fakta itu didukung oleh pernyataan dari Chef Setiyanto ( Referensi : CNN). Namun, chef Setiyanto mengatakan bahwa sebenarnya tidak berbahaya mengonsumsi kue cubit setengah matang jika langsung dikonsumsi setelah diangkat, yang berbahaya ialah jika sudah didiamkan, apalagi lebih dari 4 jam. Karena berdasarkan standar internasional, makanan dari suhu panas jika didiamkan dalam waktu lebih dari 4 jam sudah tidak baik untuk kesehatan, apalagi yang mengandung telur. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya kandungan telur yang dimasak setengah matang dalam kue cubit setengah matang.

Telur ayam mengandung bakteri salmonella yang jika tidak dimasak secara tepat, dapat menyebabkan penyakit antara lain diare dan muntah-muntah.Selain itu, kandungan karbohidrat dalam tepung pada kue cubit juga akn cepat basi karena memiliki sifat yang cepat rusak.Hal ini disebabkan karena proses memasaknya yang setengah matang.

Namun, Chef Setiyanto mengatakan bahwa efek kue cubit setengah matang tersebut berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari ketahanan daya tubuh masing-masing. Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa orang yang harus mewaspadai dan diharapkan menghindari mengonsumsi kue cubit setengah matang. Diantaranya adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia. 

Referensi :
http://www.cnnindonesia.com/
http://www.dailymoslem.com/
kintakun-collection.co.id

Thursday, 13 August 2015

Slice Of Heaven

HALO!

Kali ini, saya akan membahas soal kuliner lagi nih. Satu tempat sama si Popolamama yaitu di Grand Indonesia. Waktu itu saya ke Slice Of Heaven karena nyari tempat dessert penuh-penuh semua :( Niat saya, habis dari Popolamama mau makan dessert atau ngemil ngemil cantik di tempat lain. Mau ke magnum cafe tapi waiting list, mau ke hageen dazs tapi nggak ada tempat duduknya, mau ke Ron's Laboratory juga penuh. Akhirnya masuklah saya dan Farid ke  Slice Of Heaven ini. 

Sebelumnya, saat saya cari cari referensi kuliner di Grand Indonesia, Slice Of Heaven ini termasuk ke dalam daftar tempat makan yang harus dikunjungi sih. Tapi karena saya kurang tertarik dengan menunya, jadi saya makan berat di tempat lain, yaitu Popolamama. Nah karena saya udah mentok nggak tau harus kemana lagi, akhirnya saya dan Farid menuju Slice Of Heaven. Saya dan Farid juga liat menu di luarnya dulu sebelum masuk, sampai akhirnya ada waiter yang nyamperin kami dan melakukan penawaran yang persuasif kepada kami. Waiter nya juga ngasih voucher buy 2 get 1 dan voucher free 1 jam karaoke. Ternyata si Slice Of Heaven ini juga punya tempat karaoke yang ada persis di sampingnya. Oh ya, tapi voucher buy 2 get 1 nya itu berlaku buat siang hari hahaha jadi ya sebenernya percuma juga dikasih ke kami.


Voucher promo Slice Of Heaven

Okelah, akhirnya kami masuk dan duduk di sofa (spot favorit kami). Sambil kami melihat-lihat menu, waiter tadi ngasih info kalau kami punya akun zomato, bisa kasih review tentang Slice Of Heaven dan dapat gratis ice cream. Sayangnya, saat itu kami nggak punya akun di zomato hehe. Selain itu, di Slice Of Heaven ini juga ada diskon buat pengunjungnya yang lagi ulangtaun, dan diskon nya itu sesuai umur. Tapi maksimal diskon 50% ya guys, jadi kalau ulangtaun ke 60, tetap dapat diskonnya 50%.

Setelah lihat-lihat menunya, saya memutuskan untuk pesan banana split with brownies sebagai dessert. Karena dari gambar kelihatan porsinya lumayan besar, saya dan Farid memutuskan untuk pesan itu saja. Untuk minumannya saya pesan air mineral dan Farid pesan ice tea. 

Oh ya, catatan penting untuk yang beragama Islam, Slice Of Heaven ini juga menjual pork atau daging babi. Saya dan Farid juga kaget waktu baca tulisan di menunya yang menuliskan kalau disana tersedia hidangan yang mengandung babi. Makanya saya dan Farid memesan makanan yang sekiranya nggak akan dimasak di tempat yang sama dengan daging babi.

Ini dia pesanan saya...


Semuanya serba 3 nih hehe, strawberry, pisang, brownies, dan eskrim nya berjumlah 3, ohiya ada chocolate chip juga loh. Padahal kan saya cuma berdua sama Farid (so whaaaaaaat?-.-)

Untung aja cuma pesan 1, soalnya kalo pesen lebih dari 1, pasti nggak habis hehehe.
Sekarang kita bahas rasanya. Pertama, saya makan browniesnya. Enak. Terasa banget cokelatya, tapi nggak bikin enek. Nggak lembek banget, tapi juga nggak keras. Pas lah pokoknya. Eskrim vanillanya juga enak, yaa standar eskrim vanilla pada umumnya lah. Chocolate chipnya rasanya mirip hershey's, saya suka banget. Untuk pisang dan strawberry nya yaa rasanya standar selayaknya buah pada umumnya. Tapi pisangnya enak, nggak asem atau sepet. Teksturnya juga nggak lembek dan nggak keras. Pokoknya semuanya serba pas lah ya hehe boleh lah dicoba buat yang belum pernah.

Oya, untuk tempatnya, Slice Of Heaven termasuk nyaman. Sofanya ada yang bentuk sofa biasa (hadap-hadapan) dan ada juga beberapa sofa yang berbentuk setengah lingkaran. Saya dan Farid duduk di sofa yang berbentuk setengah lingkaran. Ini dia nih gambar-gambarnya



Secara tempat, saya sih cukup merekomendasikan tempat ini buat kalian-kalian yang mau ngobrol rame-rame sama temen. Tapi ya itu tadi, buat yang muslim, saya menyarankan tidak. Atau kalau mau pesan, cari yang sekiranya nggak dimasak satu tempat sama si daging babi. Kalau soal rasa, karena saya cuma pesan 1 makanan, jadi saya nggak bisa berkomentar banyak soal makanannya. Jadi, dicoba sendiri aja ya! hehehe

Thankyou :3

- Shella & Farid -

Wednesday, 12 August 2015

Popolamama Grand Indonesia



Sabtu, 8 Agustus 2015

Hello! Akhirnya, kali ini saya bisa nulis soal kuliner lagi setelah pada kesempatan sebelumnya saya membahas tentang Luciole yang ada di Central Park. Kali ini saya akan membahas tentang sebuah restoran Italia di Grand Indonesia yang bernama Popolamama. Yuk simak cerita saya kali ini ;)


Popolamama Grand Indonesia (niyaoke.blogspot.com)

Kali itu, saya dan Farid melewati sabtu terakhir kami di Jakarta dengan jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta yaitu Grand Indonesia. Sebenarnya kami sama-sama nggak punya tujuan yang jelas, kami cuma jalan kesana kemari sambil melihat barang-barang di toko. Setelah capek muter-muter mall yang cukup besar itu dari siang sampai sore, kami pun cari tempat untuk makan malam. Sebenarnya di Grand Indonesia banyak banget tempat makan yang enak dan tempatnya lucu-lucu, tapi karena saya dan Farid masih "berkantong mahasiswa" hehehe jadi kami harus pilih-pilih dan lihat menu-menu yang nggak mahal. Biasanya, sebelum pergi ke suatu tempat, saya terlebih dahulu mencari referensi via online tentang tempat-tempat makan yang asik atau recommended untuk dikunjungi. Tapi nggak tau kenapa, sabtu itu saya nggak cari referensi, jadi akhirnya kami sempat bingung deh mau makan di mana. Untungnya saya lihat si Popolamama ini.

Waktu saya dan Farid menuju musholla lantai 5, saya melihat ke arah bawah dan melihat si Popolamama. Saya langsung tertarik melihat tempatnya dan mengusulkan untuk makan malam disana. Lagi lagi karena kami masih "berkantong mahasiswa", akhirnya kami cari info dulu tentang Popolamama, dari menu-menu yang ada sampai ke harganya. Karena menurut kami harga makanannya masih cukup terjangkau, kami pun semakin membulatkan niat untuk makan disana. Tapi karena kami takut tempatnya penuh dan nggak kebagian tempat, akhirnya kami mencari opsi kedua. Namun, lagi-lagi kami beruntung, kami dapat tempat di sofa, jadi opsi kedua kami nggak berlaku deh hehe.

Waktu kami pilih-pilih menu, kami menemukan satu menu paket yang menggoda hehe yaitu Paket Pasta dan Paket Pizza. Masing-masing paket itu terdiri dari Paket A yaitu 1 mini salad, 1 pasta/pizza dan 1 minuman (tea/coffee) serta Paket B yaitu 1 mini salad. 1 pasta/pizza, 1 minuman (tea/coffee) dan 1 scoop ice cream chocolate. Harga paketnya juga cukup murah, Rp 70.000 untuk paket pasta A dan Rp 75.000 untuk paket pasta B, dan untuk paket pizza A bisa dibeli dengan harga Rp 80.000 dan Rp 85.000 untuk paket pizza B. Langsung deh tuh kami mau pesen kedua paket itu. Tapi ternyata kali ini kami kurang beruntung, ternyata paket itu terbatas setiap harinya. Hanya disajikan 25 porsi setiap hari dan hari itu sudah terjual semuanya sejak jam 12 siang. Karena kami bingung mau pesan apa, jadilah si mbak-mbak waitress membantu kami mencari makanan. Dia menawarkan promo lain yaitu paket combo karage seharga Rp 30.000 yang terdiri dari 3 karage dan kentang goreng. Akhirnya saya memesan paket itu, sementara Farid memesan pizza beef pepperoni dengan ukuran regular. Untuk minumannya, saya pesan sesuai saran si waitress yaitu strawberry mint seharga Rp 39.000. Sementara Farid pesan ice cappucino untuk minumannya. Oh iya hampir kelupaan, kami juga menambah pesanan mini salad sebagai appetizer nya (ini sih idenya Farid haha)

Sambil nunggu makanan datang, saya foto deh tuh sofa-sofa lucu yang ada tepat di depan saya. "Sekalian bisa saya jadiin bahasan di blog", pikir saya waktu itu. Nah karena saya emang cuma niat jadiin bahan di blog, jadi saya foto seadanya dan emang nggak bagus sih haha nggak ada seninya, tapi gapapa lah ya namanya juga awal. Begini nih sofa-sofa lucu yang ada di depan saya waktu itu




Sekarang, kita bahas soal makanannya. Mini salad yang kami pesan ternyata benar-benar mini, tapi ya lumayan lah nggak bikin terlalu kenyang kayak yang di Luciole. Sayur-sayur nya segar dan saus thousand island nya juga enak, jadi nggak terlalu mengecewakan. Combo karage pesanan saya ternyata sesuai dengan apa yang ada di gambar. Menurut saya sih porsinya pas, sesuai dengan harganya yang lagi promo saat itu. Jadi di dalam 1 piring terdapat 3 karage tanpa tulang yang ukurannya nggak terlalu kecil, dan setengah bagian piring diisi kentang goreng yang menurut saya rasanya enak dan tingkat kematangannya pas (duhileh kayak masterchef aja haha) awalnya sih Farid nyuruh saya buat pesan pasta lagi karena menurut dia, saya nggak akan kenyang cuma makan combo karage itu. Tapi saya nggak mau, saya pikir nanti aja pesannya kalo emang saya masih lapar. Oke, kita lanjut ke pizza pesanan Farid. Pizza satu piring dipotong jadi 6 bagian, awalnya kami merasa pizza nya terlalu tipis, kami kira nggak akan kenyang jadi kami sempat berniat buat pesan pizza chocolate cheese sebagai dessert dan supaya tambah kenyang. Tapi untungnya kami nggak langsung pesan. Karena ternyata walaupun pizzanya terbilang tipis, tapi bikin kenyang. Kami aja nggak ngerti kenapa rasanya kenyang banget. Oh ya, kalau soal rasa, pizza nya terbilang cukup enak, potongan dagingnya besar-besar jadi nggak mengecewakan. Ini dia wujud fisik dari pesanan kami


Beef Pepperoni Pizza 


Mini salad & Cappucino


Combo Karage & Strawberry Mint

Untuk minumannya, strawberry mint punya saya rasanya asam banget karena ada lemon dan markisa di dalamnya. Nah kalo ice cappucino nya si Farid malah pahit banget. Jadi untuk minumannya, kami kasih nilai 60 lah ya :(

Secara keseluruhan, saya dan Farid sependapat kalau Popolamama ini termasuk salah satu tempat makan yang boleh dicoba di Grand Indonesia. Makanannya terbilang enak dan harganya juga masih terjangkau, ditambah lagi dengan tempatnya yang nyaman dan interior yang bagus. Sayangnya minuman yang kami pesan kurang memuaskan, mungkin lain waktu kami akan kembali ke sini untuk mencoba yang lainnya (saya masih kepingin nyoba pasta dan pizza chocolate&cheese nya hehehe)
Sampai ketemu lagi di review kuliner selanjutnya ya! Terimakasih

-Shella & Farid-


Referensi :

niyaoke.blogspot.com

Churreria

Halo semua!
Kali ini lagi-lagi saya mau bahas soal Kuliner nih hehe, tempat yang kali ini akan saya bahas berada dalam satu mall dengan Baker's Gallery yaitu di Kota Kasablanka. Nama tempat kali ini ialah Churreria. Sebenarnya tempat ini nggak cuma ada di Kota Kasablanka, ada juga di Gandaria City, Grand Indonesia, Mall of Indonesia dan Summarecon Mall Serpong 2. 

Churreria - Spanish Chocolateria - ini adalah awal dan satu-satunya kafe yang sajian utamanya itu churro. Buat yang nggak tau apa itu churro bisa di lihat di postingan saya sebelumnya ya, klik aja disini. Tapi, bukan berarti churreria nggak menyajikan makanan yang lain, di churreria ini juga terdapat pasta dan makanan lainnya, selain itu juga ada dessert dalam bentuk kue per slice. Churro yang dijual disini juga macam-macam, ada yang disajikan dengan ice cream, kue, buah-buahan dan marshamallow, pokoknya churro nya penuh inovasi deh jadi nggak bosen dengan churro yang gitu-gitu aja.

Secara fisik, churreria di Kokas ini terbilang nyaman. Terbagi menjadi 2 bagian, ada yang berada di bagian dalam dan ada juga yang berada di bagian jalan mall tepat di pinggir kaca pembatas pada lantai itu yang membuat pengunjung dapat langsung melihat ke beberapa lantai di bawahnya. Pada bagian luar, tempat duduknya kebanyakan sofa, dan di mejanya ada lampu semacam lampu tidur yang bikin tambah nyaman. Ini nih bentuknya Churreria yang ada di Kokas




Selama bulan Agustus, churreria di Kota Kasablanka juga menawarkan promo paket berdua seharga 60++, dapat makanan (pasta), minuman, dan churro. Tapi saya nggak begitu paham sama promonya karena kelupaan nanya info lebih detailnya hehe maaf ya. Jadi mungkin teman-teman yang mau ke sana bisa sekalian ditanyain atau dicoba langsung promonya.

Waktu saya ke churreria tempo hari, saya dan Farid memesan churros deluxe yang isinya 6 churros dan 2 dip sauce. Kami memilih cokelat dan karamel sebagai dip sauce nya, dan memilih cinnamon sebagai taburannya. Untuk minuman, saya pesan mint cocoa dan Farid memesan iced cappucino.


Oh ya, maaf ya karena yang ada fotonya cuma churro nya aja hehe, minumannya nggak kefoto :D
Secara rasa, churro di churreria ini terbilang enak dan cukup mengenyangkan, tapi sayangnya taburan cinnamonnya terlalu sedikit :( untuk dip sauce nya, yang cokelat enak banget, pas banget rasanya. Tapi yang karamel kurang manis, jadi.. untuk dip saucenya saya dan Farid lebih prefer yang rasa cokelat. Untuk cocoa mint nya, saya kurang suka soalnya cokelatnya kurang terasa, kurang manis. Jadi yang dominan hanya rasa mint nya saja. Kalau untuk iced cappucino nya, menurut Farid sih rasanya lumayan enak.

Secara keseluruhan, churreria termasuk salah satu tempat yang bisa dijadiin tempat ngobrol santai atau nongkrong sama teman-teman, selain churro nya enak dan banyak macamnya, tempatnya juga mendukung untuk ngobrol dalam waktu yang cukup lama (jadi puas buat ngerumpi atau quality time bareng pacar, hehe) Oh iya, soal harga juga churreria menawarkan harga yang nggak terlalu mahal. 1 paket churro isi 6 cuma Rp 48.000, bisa buat berdua sampai bertiga, murah kan bayarnya bisa patungan hehehe. So, buat kalian yang belum coba churro enak, langsung aja ke Churreria haha. 

Oh iya hampir kelupaan, Churreria ini juga punya website sendiri yang menyediakan info-info tentang Churreria di Jakarta, ini websitenya Cafe Churreria , selain itu kalian juga bisa download menu nya di sana. Menu yang disediakan dalam bentuk pdf dan bisa di save, jadi sebelum kesana bisa juga tuh dicocokin dulu sama budget nya hehe.

- Shella & Farid -

Referensi :
cafechurreria.com
groupon.co.id
aliefworkshop.wordpress.com
thecrowdvoice.com

Tuesday, 11 August 2015

Churro

Saat ini, churro udah jadi salah satu snack favorit anak muda, bisa juga dibilang "snack gaul" nya para muda-mudi Indonesia. Churro berasal dari Spanyol, sering juga disebut donat a la Spanyol. Tapi bentuknya beda loh ya sama donat yang ada di Indonesia atau beberapa negara lain yang memiliki donat dengan bentuk bulat dan bolong di tengahnya. Churro berbentuk panjang dan bergerigi, ini yang khas dan membedakan churro dengan donat pada umumnya, karena memang.. yang sama dari churro dan donat hanyalah adonannya saja. 

Lekukan atau bentuk gerigi yang terdapat pada churro merupakan hasil dari adonan churro yang disemprotkan melalui alat bernama churrera (seperti 'sempritan' dalam bahasa Indonesia). Di Indonesia, churro biasa disajikan dengan taburan tepung gula / gula bubuk atau taburan kayu manis. Selain itu, churro dapat disantap dengan dip sauce seperti saus cokelat, saus vanilla, ataupun karamel. Beberapa churro di Indonesia juga memiliki varian rasa yang terdapat di dalam adonannya, biasanya saus dengan berbagai rasa disuntikkan ke dalam adonan churro yang sudah jadi dalam bentuk memanjang dan sudah digoreng. Varian rasa tersebut antara lain nutella, cokelat, green tea, strawberry, blueberry, dan beberapa rasa lainnya. Churro di Indonesia banyak terdapat di pusat perbelanjaan, dengan beberapa nama jual / merk yang berbeda, tapi secara keseluruhan churro tetaplah churro, hanya penyajian dan pilihan rasa nya saja yang berbeda satu sama lain. Salah satu tempat yang menyediakan churro yang terkenal di Ibukota Jakarta ialah Churreria. 

Berikut ini adalah beberapa gambar terkait churro 


Churro dengan taburan gula bubuk


Churro dengan taburan gula bubuk dengan dip sauce cokelat


Churro dengan varian rasa di dalamnya



Referensi :
http://www.gourmetsleuth.com/
http://macarthur.com.au/
http://thechurrofactory.com/

Baker's Gallery

Halo! 
Ini kali ketiga saya menjadikan topik kuliner sebagai pembahasan di dalam blog saya. Ternyata menarik juga membahas terkait kuliner, baik dari tempatnya ataupun makanannya. 

Nah kali ini, saya ingin membahas sebuah tempat favorit saya yang berada di Kota Kasablanka. Namanya Baker's Gallery. Tempatnya memang lumayan terpencil, berada di lantai Ground bagian Food Society yang mengarah ke area perkantoran. Persis berada di jalan yang menghubungkan Kota Kasablanka dengan area perkantoran di gedung sebelahnya. Mungkin hal itu juga yang membuat tempat ini tidak terlalu diketahui oleh banyak orang. 

Baker's Gallery memiliki 2 jenis ruangan, yaitu indoor dan outdoor. Keduanya sama-sama memiliki pemandangan yang bagus, pada ruangan indoor terdapat kaca yang langsung menghadap ke bagian luar / bagian depan Kota Kasablanka, sedangkan pada bagian outdoor terdapat air terjun buatan yang menambah kenyamanan. Tempat favorit saya sih, di outdoor dekat air terjun, apalagi kalau berada di sana sore hari, semakin nyaman diterpa sepoi-sepoi angin sore. Oya, berikut ini ada beberapa gambar yang saya peroleh dari beberapa website lain (mohon maaf saat itu tidak foto langsung)


Bagian Indoor


Bagian Outdoor

Mungkin kalau kesana siang hari, lebih baik duduk di bagian Indoor karena terlalu panas kalau di outdoor. Tapi kalau sore hari, saya menyarankan untuk duduk di outdoor, lebih enak untuk ngobrol santai ataupun quality time dengan orang tersayang.

Saya sudah 2 kali ke Baker's Gallery dan sudah pernah duduk di indoor maupun outdoor dan menurut saya tempat ini memang nyaman, baik itu di luar maupun di dalam. Pada saat itu saya memesan chocolate danish sebagai santap sore saya ditemani dengan ice vanilla latte. Sementara Farid (partner hedon saya) memesan ice chocolate dan kentang goreng. Kami menjadikan keempat pesanan tersebut sebagai teman bincang santai kami berdua.

Chocolate danish yang saya pesan rasanya enak, tapi harus hati-hati saat memotongnya karena rawan hancur dan berantakan. Kentang goreng yang Farid pesan ditabur bumbu keju / barbeque (maaf saya lupa) yaa pokoknya enak lah hehe juga disertai saus sambal dan mayonese. Untuk minumannya, vanilla latte yang saya pesan rasanya lumayan enak (karena sebenarnya saya bukan pecinta latte, jadi nggatau beda antara yang enak dan enggak ehehee) sedangkan ice chocolate pesanan Farid terbilang lebih enak.

Kalau soal harga, Baker's Gallery punya harga yang dapat dibilang untuk kalangan menengah ke atas, tapi menurut saya masih tidak terlalu mahal. Harganya masih sesuai dengan tempat dan rasa yang diberikan. Jadi, saya akan selalu mau jika harus kembali lagi ke Baker's Gallery untuk menghabiskan waktu bersantai saya di sore hari.

Terimakasih.

- Shella & Farid -

Referensi :
lulabyspoon.blogspot.com
tripadvisor.com
weyap.com

Sunday, 9 August 2015

Luciole Central Park

Jakarta - Sabtu, 1 Agustus 2015

Hari itu fix banget jadi hari hedon buat saya dan Farid. Setelah siangnya kami nonton Pixels di Blitz Velvet Class, kami makan malam di Luciole Bistro & Bar yang harga makanannya juga cukup membuat dompet kami terkuras hahaha maklum lah, kami masih kantong mahasiswa. Sebenernya saya udah tau sih kalau Luciole itu tempat makan yang kelasnya menengah ke atas, tapi berhubung THR lebaran saya masih ada, saya nekat aja makan disana, mumpung lagi di Jakarta dan untungnya Farid itu orang yang mau dan bisa diajak hedon, jadi yaudah akhirnya makanlah kami disana. 

Luciole ini terletak di Tribeca Park Central Park Jakarta Barat. Masih di wilayah mall Central Park tapi di bagian luarnya, di wilayah taman yang kalau malam hari jadi tempat pertunjukan air mancur. Ternyata Luciole ini lumayan ramai, mungkin juga karena kebetulan hari itu hari Sabtu alias malam minggu kali ya. Tapi beruntung, saya dan Farid masih kebagian tempat, dan kami dapat tempat di Sofa, makin seneng deh soalnya saya dan Farid selalu cari tempat makan yang ada sofanya biar bisa quality time sambil mager bareng hahaha. Akhirnya, duduklah saya dan Farid di sofa bagian dalam (Luciole sendiri punya ruangan indoor dan outdoor, jadi buat kalian yang merokok, bisa pilih di outdoor aja). Ohya, ini tampak luar dari Luciole Bistro & Bar. Mohon maaf juga karena gambar di bawah ini saya ambil dari jktgo.com hehe soalnya saya nggak langsung foto karena memang sebelumnya nggak ada niatan untuk bahas tempat itu di blog saya. (sejak saat itu saya dan Farid jadi berkeinginan buat nyobain tempat makan lain dan menjadikannya bahan bahasan di blog saya ehehe)


Bagus kan tempatnya? Itu baru wajah luarnya aja hehe, ini bagian dalamnya. Sekali lagi mohon maaf karena gambar yang saya tampilkan masih ngambil dari web/blog lain. (Qraved & Zomato)


Sofa tempat saya dan Farid duduk

Nah, itu tadi beberapa gambaran tentang Luciole secara fisik alias secara desain dan interior. 

Setelah duduk manis di sofa, kami menerima menu dari seorang pelayan. Setelah ditinggal pelayan itu, baru deh kami lihat-lihat menu dan memilih pesanan. Saya sih udah nggak kaget sama harga makanannya karena sebelumnya udah liat juga di Qraved dan Zomato, nggak tau deh si Farid kaget apa enggak. Tapi.. saya menyimpulkan kalau Farid nggak kaget haha, buktinya dia malah sok-sok an pesan appetizer alias makanan pembuka. Dia pesan Caesar Salad dan pesan Mushroom Soup (ini buat saya sih hehe), untuk main course nya saya pesan Spaghetti Aglio Olio with Turkey Bacon and Mix Mushroom dan Farid pesan Nasi Goreng Kambing, sedangkan untuk minumannya Farid pesan Hot Honey Lemon Tea dan saya pesan Hot Chocolate. 

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Pesanan yang pertama kali datang itu malah punya saya semua hahaha, Hot Chocolate, Mushroom Soup dan Spaghetti Aglio Olio. Sedangkan pesanan Farid, baru Caesar Salad nya aja yang udah siap. Dan sayang sekali, saya cuma foto pesanan saya aja hehe, jadi silakan diliat fisik dari Hot Chocolate, Mushroom Soup dan Spaghetti Aglio Olio yang jadi pesanan saya. 

 

Secara fisik, saya cukup kaget sama Mushroom Soup dan Aglio Olio nya. Mushroom Soup nya nggak berisi apa-apa, cuma kuah yang rada kental semacam cream soup berwarna abu-abu gelap yang dihiasi sedikit warna hijau dari dedaunan yang saya sendiri nggak tau itu apa hehehe. Tapi secara rasa, wow banget. Enaknya minta ampun, dan Farid juga langsung setuju sama pendapat saya waktu saya suruh dia nyicipin soupnya. Akhirnya, saya dan Farid langsung jatuh cinta sama si Mushroom Soup hehehe. Next, Aglio Olio.. secara porsi, saya rasa porsi itu nggak sesuai sama harganya soalnya porsinya sedikit banget sih. Kalau soal rasa, kita skip dulu ya hehe biar saya bahas appetizer sampai tuntas dulu. Sekarang, kita pindah ke Caesar Salad pesanan Farid. Porsinya cukup banyak dan sayurannya terlihat fresh. Pas dimakan, emang bener berasa fresh banget dan rasanya juga enak. Buat Farid si pecinta salad, Caesar Salad punya Luciole itu recommended untuk dicoba. 

Appetizer selesai. Dan ternyata Mushroom Soup & Caesar Salad udah cukup bikin kenyang, padahal si main course belum kesentuh sama sekali. Selesai makan appetizer, tiba-tiba manager Luciole datang ke meja kami. Ternyata dia menawarkan untuk memanaskan Aglio Olio saya, katanya "Pastanya mau di panaskan? Tadi kesalahan pelayannya ngeluarin main course sekarang, harusnya tadi di keep dulu.", managernya baik banget sih mau langsung turun tangan kayak gitu hehehe. Tapi karena saya udah mau makan si Aglio Olio, akhirnya saya bilang "Nggak usah mas, terimakasih" dan Farid minta tolong supaya Nasi Goreng Kambing pesanannya segera dikeluarkan. 

Setelah main course Farid datang, kami santap deh tuh pesanan kami masing-masing. Walau secara porsi si Aglio Olio itu sedikit, tapi rasanya nggak mengecewakan. Next, Nasi Goreng Kambing pesanan Farid. Porsinya sih sedang, tapi kelihatan banyak buat kami karena kami udah kenyang duluan sama si Appetizer haha, tapi setelah nasi gorengnya dicoba. Hm... nggak ada alasan buat nggak makan nasi goreng itu sampai habis! Hahaha. Enaknya kebangetan, nggak bikin kecewa deh, Kambingnya juga terasa tapi nggak bau dan nggak berlebihan. Pokoknya lebih enak dari Aglio Olio pesanan saya. 

Sekarang, kita bahas minumannya. Hot Chocolate pesanan saya terbilang enak, rasa cokelatnya nggak pahit tapi juga nggak terlalu manis. Sedang, pas dan enak. Kalau untuk Hot Honey Lemon Tea punya Farid, menurut kami sih rasa lemonnya terlalu kuat. Padahal kami udah tuang madunya sampai habis, tapi tetap aja si Lemon mendominasi rasa teh nya itu. Kami keluarin lemonnya dengan harapan rasanya akan berubah, tapi ternyata sama aja hahaha tetap aja berasa asam banget gara-gara lemonnya.

Secara keseluruhan sih, saya dan Farid merasa worth it makan di sana. Walaupun harganya terbilang mahal, tapi sesuai kok dengan tempat, pelayanan, dan juga rasanya. Oh ya, total harga pesanan kami saat itu sekitar Rp 350.000 hehehe, hedon kan? Soalnya, itu ketambahan service tax sama ppn masing-masing 10%, nah itu juga jadi catatan khusus bagi kalian yang mau kesana. Soalnya sebenernya secara umum, service tax itu biasanya 5-5,5% nah di Luciole ini malah 10%, jadi mahal banget kan akhirnya. Tapi yasudahlah, sekali lagi.. worth it kok sama pelayanannya. 

Buat kalian yang mau tau menu dan harga di Luciole, kalian bisa lihat di Zomato.com, tapi menu itu sedikit berbeda dengan menu aslinya. Ada beberapa menu tambahan yang belum ada di menu yang ditampilkan di zomato. Selain itu harganya juga beda, harga asli di Luciole lebih mahal 5 ribu daripada harga di menu zomato. Jadi, kalau harga di zomato Rp 35.000, berarti kemungkinan harga aslinya di Luciole adalah Rp 40.000. Tapi saya nggak tahu sih itu berlaku bagi semua makanan atau nggak, karena kebetulan pesanan-pesanan saya waktu itu beda Rp 5.000 dari harga yang ada di menu zomato.

Sekian dulu ya tulisan saya tentang Luciole. Semoga cukup membantu buat kalian yang cari tempat makan bagus di daerah Jakarta Barat, lebih tepatnya Central Park. Sampai ketemu lagi di bahasan kuliner selanjutnya. Thanks!

-Shella & Farid-

Referensi :
www.jktgo.com
http://3.bp.blogspot.com
http://qraved-live.s3.amazonaws.com
www.zomato.com
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Saturday, 22 August 2015

Cara Membuat Sagon

Sagon adalah makanan khas dari Betawi. Makanan ini terbuat dari kelapa yang disantap dengan campuran gula pasir. Sagon memiliki tekstur seperti tepung, sehingga seringkali dikatakan bahwa saat sedang menikmati sagon tidak boleh sambil bicara, atau sagon akan tersembur dari dalam mulut. Berikut ini adalah cara membuat sagon

Bahan :
  1. Tepung beras 1 kg
  2. Kelapa 2 butir (Diparut kasar)
  3. Garam secukupnya
  4. Gula pasir secukupnya


Cara memasak :
  1. Kelapa yang telah diparut kasar disangrai hingga kering
  2. Masukan garam secukupnya
  3. Tepung beras disangrai hingga kering secara terpisah dengan kelapa
  4. Setelah kelapa dan tepung beras sudah kering dan garing, satukan keduanya saat posisi dingin
  5. Ketika ingin menyantapnya, jangan lupa campurkan sagon dengan gula pasir secukupnya
  6. Selamat menikmati



Thursday, 20 August 2015

PUYO




PUYO Dessert adalah dessert berupa puding lembut yang tersedia dalam berbagai varian rasa. Di antaranya, chocolate, hazelnut, bubblegum, greentea, lychee, strawberry, mango, orange, dan taro. Beberapa rasa yang paling banyak disukai adalah chocolate, bubblegum, dan greentea. Kalau saya pribadi sih lebih suka greentea dan bubblegum.  PUYO memiliki tekstur yang sangat lembut dan memanjakan lidah. Sangat lezat disantap sebagai dessert setelah mengonsumsi makanan berat. Harganya pun sangat terjangkau, yaitu Rp 12.500 untuk satuan. Dan Rp 135.000 untuk pembelian 12 pcs. 

PUYO terdapat di beberapa mall di Ibukota, antara lain Kota Kasablanka, Central Park, Pondok Indah Mall, Puri Mall, Gandaria City, Baywalk, Teras Kota, Living World, dan Summarecon Mall Serpong.

Biasanya saya mendatangi store PUYO di Central Park karena disana disediakan tempat duduk sehingga kita bisa langsung menikmati PUYO di sana. 




Referensi Gambar :
www.zomato.com
http://intipharga.com/

Saturday, 15 August 2015

Resep Membuat Kue Sagu Keju

Dengan bahan di bawah ini, dapat menghasilkan kue sagu sebanyak 4 - 5 toples.

Alat : 
-         Loyang
-         Oven
-         Sempritan
-         Wadah
-         Parutan
  
Bahan :

-         Telur                     4 butir  
-         Mentega                ½ kg
-         Keju Kraft             1 kotak
-         Keju Bola              1 ons
-         Wisman                1½ ons (3 sdm)
-         Gula halus             ½ kg
-         Tepung sagu          1 kg
-         Vanilli 
-         Susu bubuk           1 ons

Cara Membuat :

  1. Kocok telur dan gula halus bersamaan dalam 1 wadah. Telur yang digunakan ialah 3 kuning telur dan 1 telur secara utuh (kuning dan putih)
  2. Kocok mentega pada wadah lainnya
  3. Masukkan keju kraft dan keju bola yang sudah diparut, keju bola, wisman, vanilli, susu bubuk, dan ½ kg tepung sagu. 
  4. Aduk adonan hingga ulen. Jika masih terlalu lembek, tambahkan tepung sagu hingga adonan menjadi ulen dan siap dicetak.
  5. Setelah adonan ulen. Masukkan ke dalam sempritan dan mulailah mencetak dan letakkan di atas loyang.
  6. Setelah loyang terisi, masukan ke dalam oven selama 20 - 30 menit. 
  7. Ketika matang, keluarkan dan dinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam toples.
- Terimakasih -

Friday, 14 August 2015

Nutella ft. Cheesy

Kali ini saya akan membahas soal kuliner lagi. Tapi bukan kuliner yang ada di mall atau di tempat umum. Ini adalah kuliner yang saya ciptakan sendiri (dan mungkin beberapa orang di  luar sana)

Siapa yang nggak tahu nutella? Pasti semuanya tau. Selai cokelat kacang yang sebenarnya sudah lama ada, namun saat ini sedang naik daun. Dimana-mana menjual Nutella sebagai toppingnya, martabak, roti bakar, bahkan kue cubit. Semua menawarkan rasa nutella.

Nah, dalam postingan kali ini saya hanya ingin membagi sedikit tips yang berkaitan dengan nutella. Jadi, ini salah satu cara favorit saya dalam mengonsumsi si manis nutella. Yaitu dengan memadukannya dengan selai keju bernama Cheesy.


Cheesy itu adalah selai keju atau keju olesan yang rasanya benar-benar cheesy. Saya sebagai pecinta keju sih suka banget sama si Cheesy ini. Rasa keju yang tidak berlebihan dalam tekstur yang lembut, pokoknya enak banget lah.

Jadi, begini caranya :  (Mohon maaf tidak dilengkapi gambar)

1. Ambil 2 keping roti tawar
2. Oleskan nutella pada satu sisi di satu keping roti tawar
3. Oleskan cheesy pada satu sisi di keping roti tawar yang lainnya
4. Tumpuk kedua keping roti tersebut hingga keping dengan olesan nutella bertemu dengan keping yang sudah diolesi cheesy (nutella dan cheesy berada di tengah)
5. Santap roti yang sudah Anda buat

Voila.. rasakan manisnya nutella bercampur dengan cheesy yang lembut. Manis dan asin jadi satu. Nikmat sekali, menjadi perpaduan yang sangat pas. Cocok sekali untuk menjadi menu sarapan dan menjadi menu untuk mengawali hari Anda. Apalagi ditemani segelas susu, sudah nikmat, bergizi pula. Penasaran? Silakan langsung dicoba!


Referensi :
bahankue.com
www.huffingtonpost.com

Kue Cubit Setengah Matang, Enak Namun Berbahaya



Saat ini, kue cubit menjadi salah satu cemilan yang lagi in. Padahal sebenarnya, kue cubit ini sudah ada dari jaman saya SD alias awal tahun 2000an. Kenapa saat ini kue cubit jadi terkenal lagi? Tentunya karena inovasi rasa yang semakin beragam. Ada kue cubit green tea, bubble gum, dan masih banyak lagi. Selain itu, kue cubit sekarang juga ditambahi oleh topping yang beragam, tidak hanya butiran cokelat mesis seperti jaman dulu. Kue cubit sekarang ada yang pakai topping keju, kitkat, kitkat greentea, marshmallow, dan yang lainnya. Enak? Sudah pasti.



Tidak hanya soal rasa dan pilihan topping saja, dari cara pembuatannya pun ada sedikit inovasi yang ditawarkan. Yaitu kue cubit setengah matang. Pernah dengar, kan? 


Kue cubit setengah matang memang terkenal sekali di kalangan anak  muda. Lelehannya yang cantik dan menggoda membuat mulut ingin menyantapnya. Eits, tapi tunggu dulu.. dari namanya saja sudah membuat kita harus berpikir ulang sebelum memakannya. Kue cubit setengah matang, setengah matang... apapun yang dimasak dengan tingkat kematangan yang tidak sempurna, pasti kurang aman untuk dimakan karena berarti masih ada bahan-bahan yang setengah mentah di dalam makanan tersebut. Tidak terkecuali untuk kue cubit setengah matang

Dari logika saja sudah bisa dibayangkan bahwa ada komposisi-komposisi yang masih mentah di dalam kue cubit setengah matang itu, sehingga perlu pemikiran ulang sebelum mengonsumsinya. Fakta itu didukung oleh pernyataan dari Chef Setiyanto ( Referensi : CNN). Namun, chef Setiyanto mengatakan bahwa sebenarnya tidak berbahaya mengonsumsi kue cubit setengah matang jika langsung dikonsumsi setelah diangkat, yang berbahaya ialah jika sudah didiamkan, apalagi lebih dari 4 jam. Karena berdasarkan standar internasional, makanan dari suhu panas jika didiamkan dalam waktu lebih dari 4 jam sudah tidak baik untuk kesehatan, apalagi yang mengandung telur. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya kandungan telur yang dimasak setengah matang dalam kue cubit setengah matang.

Telur ayam mengandung bakteri salmonella yang jika tidak dimasak secara tepat, dapat menyebabkan penyakit antara lain diare dan muntah-muntah.Selain itu, kandungan karbohidrat dalam tepung pada kue cubit juga akn cepat basi karena memiliki sifat yang cepat rusak.Hal ini disebabkan karena proses memasaknya yang setengah matang.

Namun, Chef Setiyanto mengatakan bahwa efek kue cubit setengah matang tersebut berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari ketahanan daya tubuh masing-masing. Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa orang yang harus mewaspadai dan diharapkan menghindari mengonsumsi kue cubit setengah matang. Diantaranya adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia. 

Referensi :
http://www.cnnindonesia.com/
http://www.dailymoslem.com/
kintakun-collection.co.id

Thursday, 13 August 2015

Slice Of Heaven

HALO!

Kali ini, saya akan membahas soal kuliner lagi nih. Satu tempat sama si Popolamama yaitu di Grand Indonesia. Waktu itu saya ke Slice Of Heaven karena nyari tempat dessert penuh-penuh semua :( Niat saya, habis dari Popolamama mau makan dessert atau ngemil ngemil cantik di tempat lain. Mau ke magnum cafe tapi waiting list, mau ke hageen dazs tapi nggak ada tempat duduknya, mau ke Ron's Laboratory juga penuh. Akhirnya masuklah saya dan Farid ke  Slice Of Heaven ini. 

Sebelumnya, saat saya cari cari referensi kuliner di Grand Indonesia, Slice Of Heaven ini termasuk ke dalam daftar tempat makan yang harus dikunjungi sih. Tapi karena saya kurang tertarik dengan menunya, jadi saya makan berat di tempat lain, yaitu Popolamama. Nah karena saya udah mentok nggak tau harus kemana lagi, akhirnya saya dan Farid menuju Slice Of Heaven. Saya dan Farid juga liat menu di luarnya dulu sebelum masuk, sampai akhirnya ada waiter yang nyamperin kami dan melakukan penawaran yang persuasif kepada kami. Waiter nya juga ngasih voucher buy 2 get 1 dan voucher free 1 jam karaoke. Ternyata si Slice Of Heaven ini juga punya tempat karaoke yang ada persis di sampingnya. Oh ya, tapi voucher buy 2 get 1 nya itu berlaku buat siang hari hahaha jadi ya sebenernya percuma juga dikasih ke kami.


Voucher promo Slice Of Heaven

Okelah, akhirnya kami masuk dan duduk di sofa (spot favorit kami). Sambil kami melihat-lihat menu, waiter tadi ngasih info kalau kami punya akun zomato, bisa kasih review tentang Slice Of Heaven dan dapat gratis ice cream. Sayangnya, saat itu kami nggak punya akun di zomato hehe. Selain itu, di Slice Of Heaven ini juga ada diskon buat pengunjungnya yang lagi ulangtaun, dan diskon nya itu sesuai umur. Tapi maksimal diskon 50% ya guys, jadi kalau ulangtaun ke 60, tetap dapat diskonnya 50%.

Setelah lihat-lihat menunya, saya memutuskan untuk pesan banana split with brownies sebagai dessert. Karena dari gambar kelihatan porsinya lumayan besar, saya dan Farid memutuskan untuk pesan itu saja. Untuk minumannya saya pesan air mineral dan Farid pesan ice tea. 

Oh ya, catatan penting untuk yang beragama Islam, Slice Of Heaven ini juga menjual pork atau daging babi. Saya dan Farid juga kaget waktu baca tulisan di menunya yang menuliskan kalau disana tersedia hidangan yang mengandung babi. Makanya saya dan Farid memesan makanan yang sekiranya nggak akan dimasak di tempat yang sama dengan daging babi.

Ini dia pesanan saya...


Semuanya serba 3 nih hehe, strawberry, pisang, brownies, dan eskrim nya berjumlah 3, ohiya ada chocolate chip juga loh. Padahal kan saya cuma berdua sama Farid (so whaaaaaaat?-.-)

Untung aja cuma pesan 1, soalnya kalo pesen lebih dari 1, pasti nggak habis hehehe.
Sekarang kita bahas rasanya. Pertama, saya makan browniesnya. Enak. Terasa banget cokelatya, tapi nggak bikin enek. Nggak lembek banget, tapi juga nggak keras. Pas lah pokoknya. Eskrim vanillanya juga enak, yaa standar eskrim vanilla pada umumnya lah. Chocolate chipnya rasanya mirip hershey's, saya suka banget. Untuk pisang dan strawberry nya yaa rasanya standar selayaknya buah pada umumnya. Tapi pisangnya enak, nggak asem atau sepet. Teksturnya juga nggak lembek dan nggak keras. Pokoknya semuanya serba pas lah ya hehe boleh lah dicoba buat yang belum pernah.

Oya, untuk tempatnya, Slice Of Heaven termasuk nyaman. Sofanya ada yang bentuk sofa biasa (hadap-hadapan) dan ada juga beberapa sofa yang berbentuk setengah lingkaran. Saya dan Farid duduk di sofa yang berbentuk setengah lingkaran. Ini dia nih gambar-gambarnya



Secara tempat, saya sih cukup merekomendasikan tempat ini buat kalian-kalian yang mau ngobrol rame-rame sama temen. Tapi ya itu tadi, buat yang muslim, saya menyarankan tidak. Atau kalau mau pesan, cari yang sekiranya nggak dimasak satu tempat sama si daging babi. Kalau soal rasa, karena saya cuma pesan 1 makanan, jadi saya nggak bisa berkomentar banyak soal makanannya. Jadi, dicoba sendiri aja ya! hehehe

Thankyou :3

- Shella & Farid -

Wednesday, 12 August 2015

Popolamama Grand Indonesia



Sabtu, 8 Agustus 2015

Hello! Akhirnya, kali ini saya bisa nulis soal kuliner lagi setelah pada kesempatan sebelumnya saya membahas tentang Luciole yang ada di Central Park. Kali ini saya akan membahas tentang sebuah restoran Italia di Grand Indonesia yang bernama Popolamama. Yuk simak cerita saya kali ini ;)


Popolamama Grand Indonesia (niyaoke.blogspot.com)

Kali itu, saya dan Farid melewati sabtu terakhir kami di Jakarta dengan jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta yaitu Grand Indonesia. Sebenarnya kami sama-sama nggak punya tujuan yang jelas, kami cuma jalan kesana kemari sambil melihat barang-barang di toko. Setelah capek muter-muter mall yang cukup besar itu dari siang sampai sore, kami pun cari tempat untuk makan malam. Sebenarnya di Grand Indonesia banyak banget tempat makan yang enak dan tempatnya lucu-lucu, tapi karena saya dan Farid masih "berkantong mahasiswa" hehehe jadi kami harus pilih-pilih dan lihat menu-menu yang nggak mahal. Biasanya, sebelum pergi ke suatu tempat, saya terlebih dahulu mencari referensi via online tentang tempat-tempat makan yang asik atau recommended untuk dikunjungi. Tapi nggak tau kenapa, sabtu itu saya nggak cari referensi, jadi akhirnya kami sempat bingung deh mau makan di mana. Untungnya saya lihat si Popolamama ini.

Waktu saya dan Farid menuju musholla lantai 5, saya melihat ke arah bawah dan melihat si Popolamama. Saya langsung tertarik melihat tempatnya dan mengusulkan untuk makan malam disana. Lagi lagi karena kami masih "berkantong mahasiswa", akhirnya kami cari info dulu tentang Popolamama, dari menu-menu yang ada sampai ke harganya. Karena menurut kami harga makanannya masih cukup terjangkau, kami pun semakin membulatkan niat untuk makan disana. Tapi karena kami takut tempatnya penuh dan nggak kebagian tempat, akhirnya kami mencari opsi kedua. Namun, lagi-lagi kami beruntung, kami dapat tempat di sofa, jadi opsi kedua kami nggak berlaku deh hehe.

Waktu kami pilih-pilih menu, kami menemukan satu menu paket yang menggoda hehe yaitu Paket Pasta dan Paket Pizza. Masing-masing paket itu terdiri dari Paket A yaitu 1 mini salad, 1 pasta/pizza dan 1 minuman (tea/coffee) serta Paket B yaitu 1 mini salad. 1 pasta/pizza, 1 minuman (tea/coffee) dan 1 scoop ice cream chocolate. Harga paketnya juga cukup murah, Rp 70.000 untuk paket pasta A dan Rp 75.000 untuk paket pasta B, dan untuk paket pizza A bisa dibeli dengan harga Rp 80.000 dan Rp 85.000 untuk paket pizza B. Langsung deh tuh kami mau pesen kedua paket itu. Tapi ternyata kali ini kami kurang beruntung, ternyata paket itu terbatas setiap harinya. Hanya disajikan 25 porsi setiap hari dan hari itu sudah terjual semuanya sejak jam 12 siang. Karena kami bingung mau pesan apa, jadilah si mbak-mbak waitress membantu kami mencari makanan. Dia menawarkan promo lain yaitu paket combo karage seharga Rp 30.000 yang terdiri dari 3 karage dan kentang goreng. Akhirnya saya memesan paket itu, sementara Farid memesan pizza beef pepperoni dengan ukuran regular. Untuk minumannya, saya pesan sesuai saran si waitress yaitu strawberry mint seharga Rp 39.000. Sementara Farid pesan ice cappucino untuk minumannya. Oh iya hampir kelupaan, kami juga menambah pesanan mini salad sebagai appetizer nya (ini sih idenya Farid haha)

Sambil nunggu makanan datang, saya foto deh tuh sofa-sofa lucu yang ada tepat di depan saya. "Sekalian bisa saya jadiin bahasan di blog", pikir saya waktu itu. Nah karena saya emang cuma niat jadiin bahan di blog, jadi saya foto seadanya dan emang nggak bagus sih haha nggak ada seninya, tapi gapapa lah ya namanya juga awal. Begini nih sofa-sofa lucu yang ada di depan saya waktu itu




Sekarang, kita bahas soal makanannya. Mini salad yang kami pesan ternyata benar-benar mini, tapi ya lumayan lah nggak bikin terlalu kenyang kayak yang di Luciole. Sayur-sayur nya segar dan saus thousand island nya juga enak, jadi nggak terlalu mengecewakan. Combo karage pesanan saya ternyata sesuai dengan apa yang ada di gambar. Menurut saya sih porsinya pas, sesuai dengan harganya yang lagi promo saat itu. Jadi di dalam 1 piring terdapat 3 karage tanpa tulang yang ukurannya nggak terlalu kecil, dan setengah bagian piring diisi kentang goreng yang menurut saya rasanya enak dan tingkat kematangannya pas (duhileh kayak masterchef aja haha) awalnya sih Farid nyuruh saya buat pesan pasta lagi karena menurut dia, saya nggak akan kenyang cuma makan combo karage itu. Tapi saya nggak mau, saya pikir nanti aja pesannya kalo emang saya masih lapar. Oke, kita lanjut ke pizza pesanan Farid. Pizza satu piring dipotong jadi 6 bagian, awalnya kami merasa pizza nya terlalu tipis, kami kira nggak akan kenyang jadi kami sempat berniat buat pesan pizza chocolate cheese sebagai dessert dan supaya tambah kenyang. Tapi untungnya kami nggak langsung pesan. Karena ternyata walaupun pizzanya terbilang tipis, tapi bikin kenyang. Kami aja nggak ngerti kenapa rasanya kenyang banget. Oh ya, kalau soal rasa, pizza nya terbilang cukup enak, potongan dagingnya besar-besar jadi nggak mengecewakan. Ini dia wujud fisik dari pesanan kami


Beef Pepperoni Pizza 


Mini salad & Cappucino


Combo Karage & Strawberry Mint

Untuk minumannya, strawberry mint punya saya rasanya asam banget karena ada lemon dan markisa di dalamnya. Nah kalo ice cappucino nya si Farid malah pahit banget. Jadi untuk minumannya, kami kasih nilai 60 lah ya :(

Secara keseluruhan, saya dan Farid sependapat kalau Popolamama ini termasuk salah satu tempat makan yang boleh dicoba di Grand Indonesia. Makanannya terbilang enak dan harganya juga masih terjangkau, ditambah lagi dengan tempatnya yang nyaman dan interior yang bagus. Sayangnya minuman yang kami pesan kurang memuaskan, mungkin lain waktu kami akan kembali ke sini untuk mencoba yang lainnya (saya masih kepingin nyoba pasta dan pizza chocolate&cheese nya hehehe)
Sampai ketemu lagi di review kuliner selanjutnya ya! Terimakasih

-Shella & Farid-


Referensi :

niyaoke.blogspot.com

Churreria

Halo semua!
Kali ini lagi-lagi saya mau bahas soal Kuliner nih hehe, tempat yang kali ini akan saya bahas berada dalam satu mall dengan Baker's Gallery yaitu di Kota Kasablanka. Nama tempat kali ini ialah Churreria. Sebenarnya tempat ini nggak cuma ada di Kota Kasablanka, ada juga di Gandaria City, Grand Indonesia, Mall of Indonesia dan Summarecon Mall Serpong 2. 

Churreria - Spanish Chocolateria - ini adalah awal dan satu-satunya kafe yang sajian utamanya itu churro. Buat yang nggak tau apa itu churro bisa di lihat di postingan saya sebelumnya ya, klik aja disini. Tapi, bukan berarti churreria nggak menyajikan makanan yang lain, di churreria ini juga terdapat pasta dan makanan lainnya, selain itu juga ada dessert dalam bentuk kue per slice. Churro yang dijual disini juga macam-macam, ada yang disajikan dengan ice cream, kue, buah-buahan dan marshamallow, pokoknya churro nya penuh inovasi deh jadi nggak bosen dengan churro yang gitu-gitu aja.

Secara fisik, churreria di Kokas ini terbilang nyaman. Terbagi menjadi 2 bagian, ada yang berada di bagian dalam dan ada juga yang berada di bagian jalan mall tepat di pinggir kaca pembatas pada lantai itu yang membuat pengunjung dapat langsung melihat ke beberapa lantai di bawahnya. Pada bagian luar, tempat duduknya kebanyakan sofa, dan di mejanya ada lampu semacam lampu tidur yang bikin tambah nyaman. Ini nih bentuknya Churreria yang ada di Kokas




Selama bulan Agustus, churreria di Kota Kasablanka juga menawarkan promo paket berdua seharga 60++, dapat makanan (pasta), minuman, dan churro. Tapi saya nggak begitu paham sama promonya karena kelupaan nanya info lebih detailnya hehe maaf ya. Jadi mungkin teman-teman yang mau ke sana bisa sekalian ditanyain atau dicoba langsung promonya.

Waktu saya ke churreria tempo hari, saya dan Farid memesan churros deluxe yang isinya 6 churros dan 2 dip sauce. Kami memilih cokelat dan karamel sebagai dip sauce nya, dan memilih cinnamon sebagai taburannya. Untuk minuman, saya pesan mint cocoa dan Farid memesan iced cappucino.


Oh ya, maaf ya karena yang ada fotonya cuma churro nya aja hehe, minumannya nggak kefoto :D
Secara rasa, churro di churreria ini terbilang enak dan cukup mengenyangkan, tapi sayangnya taburan cinnamonnya terlalu sedikit :( untuk dip sauce nya, yang cokelat enak banget, pas banget rasanya. Tapi yang karamel kurang manis, jadi.. untuk dip saucenya saya dan Farid lebih prefer yang rasa cokelat. Untuk cocoa mint nya, saya kurang suka soalnya cokelatnya kurang terasa, kurang manis. Jadi yang dominan hanya rasa mint nya saja. Kalau untuk iced cappucino nya, menurut Farid sih rasanya lumayan enak.

Secara keseluruhan, churreria termasuk salah satu tempat yang bisa dijadiin tempat ngobrol santai atau nongkrong sama teman-teman, selain churro nya enak dan banyak macamnya, tempatnya juga mendukung untuk ngobrol dalam waktu yang cukup lama (jadi puas buat ngerumpi atau quality time bareng pacar, hehe) Oh iya, soal harga juga churreria menawarkan harga yang nggak terlalu mahal. 1 paket churro isi 6 cuma Rp 48.000, bisa buat berdua sampai bertiga, murah kan bayarnya bisa patungan hehehe. So, buat kalian yang belum coba churro enak, langsung aja ke Churreria haha. 

Oh iya hampir kelupaan, Churreria ini juga punya website sendiri yang menyediakan info-info tentang Churreria di Jakarta, ini websitenya Cafe Churreria , selain itu kalian juga bisa download menu nya di sana. Menu yang disediakan dalam bentuk pdf dan bisa di save, jadi sebelum kesana bisa juga tuh dicocokin dulu sama budget nya hehe.

- Shella & Farid -

Referensi :
cafechurreria.com
groupon.co.id
aliefworkshop.wordpress.com
thecrowdvoice.com

Tuesday, 11 August 2015

Churro

Saat ini, churro udah jadi salah satu snack favorit anak muda, bisa juga dibilang "snack gaul" nya para muda-mudi Indonesia. Churro berasal dari Spanyol, sering juga disebut donat a la Spanyol. Tapi bentuknya beda loh ya sama donat yang ada di Indonesia atau beberapa negara lain yang memiliki donat dengan bentuk bulat dan bolong di tengahnya. Churro berbentuk panjang dan bergerigi, ini yang khas dan membedakan churro dengan donat pada umumnya, karena memang.. yang sama dari churro dan donat hanyalah adonannya saja. 

Lekukan atau bentuk gerigi yang terdapat pada churro merupakan hasil dari adonan churro yang disemprotkan melalui alat bernama churrera (seperti 'sempritan' dalam bahasa Indonesia). Di Indonesia, churro biasa disajikan dengan taburan tepung gula / gula bubuk atau taburan kayu manis. Selain itu, churro dapat disantap dengan dip sauce seperti saus cokelat, saus vanilla, ataupun karamel. Beberapa churro di Indonesia juga memiliki varian rasa yang terdapat di dalam adonannya, biasanya saus dengan berbagai rasa disuntikkan ke dalam adonan churro yang sudah jadi dalam bentuk memanjang dan sudah digoreng. Varian rasa tersebut antara lain nutella, cokelat, green tea, strawberry, blueberry, dan beberapa rasa lainnya. Churro di Indonesia banyak terdapat di pusat perbelanjaan, dengan beberapa nama jual / merk yang berbeda, tapi secara keseluruhan churro tetaplah churro, hanya penyajian dan pilihan rasa nya saja yang berbeda satu sama lain. Salah satu tempat yang menyediakan churro yang terkenal di Ibukota Jakarta ialah Churreria. 

Berikut ini adalah beberapa gambar terkait churro 


Churro dengan taburan gula bubuk


Churro dengan taburan gula bubuk dengan dip sauce cokelat


Churro dengan varian rasa di dalamnya



Referensi :
http://www.gourmetsleuth.com/
http://macarthur.com.au/
http://thechurrofactory.com/

Baker's Gallery

Halo! 
Ini kali ketiga saya menjadikan topik kuliner sebagai pembahasan di dalam blog saya. Ternyata menarik juga membahas terkait kuliner, baik dari tempatnya ataupun makanannya. 

Nah kali ini, saya ingin membahas sebuah tempat favorit saya yang berada di Kota Kasablanka. Namanya Baker's Gallery. Tempatnya memang lumayan terpencil, berada di lantai Ground bagian Food Society yang mengarah ke area perkantoran. Persis berada di jalan yang menghubungkan Kota Kasablanka dengan area perkantoran di gedung sebelahnya. Mungkin hal itu juga yang membuat tempat ini tidak terlalu diketahui oleh banyak orang. 

Baker's Gallery memiliki 2 jenis ruangan, yaitu indoor dan outdoor. Keduanya sama-sama memiliki pemandangan yang bagus, pada ruangan indoor terdapat kaca yang langsung menghadap ke bagian luar / bagian depan Kota Kasablanka, sedangkan pada bagian outdoor terdapat air terjun buatan yang menambah kenyamanan. Tempat favorit saya sih, di outdoor dekat air terjun, apalagi kalau berada di sana sore hari, semakin nyaman diterpa sepoi-sepoi angin sore. Oya, berikut ini ada beberapa gambar yang saya peroleh dari beberapa website lain (mohon maaf saat itu tidak foto langsung)


Bagian Indoor


Bagian Outdoor

Mungkin kalau kesana siang hari, lebih baik duduk di bagian Indoor karena terlalu panas kalau di outdoor. Tapi kalau sore hari, saya menyarankan untuk duduk di outdoor, lebih enak untuk ngobrol santai ataupun quality time dengan orang tersayang.

Saya sudah 2 kali ke Baker's Gallery dan sudah pernah duduk di indoor maupun outdoor dan menurut saya tempat ini memang nyaman, baik itu di luar maupun di dalam. Pada saat itu saya memesan chocolate danish sebagai santap sore saya ditemani dengan ice vanilla latte. Sementara Farid (partner hedon saya) memesan ice chocolate dan kentang goreng. Kami menjadikan keempat pesanan tersebut sebagai teman bincang santai kami berdua.

Chocolate danish yang saya pesan rasanya enak, tapi harus hati-hati saat memotongnya karena rawan hancur dan berantakan. Kentang goreng yang Farid pesan ditabur bumbu keju / barbeque (maaf saya lupa) yaa pokoknya enak lah hehe juga disertai saus sambal dan mayonese. Untuk minumannya, vanilla latte yang saya pesan rasanya lumayan enak (karena sebenarnya saya bukan pecinta latte, jadi nggatau beda antara yang enak dan enggak ehehee) sedangkan ice chocolate pesanan Farid terbilang lebih enak.

Kalau soal harga, Baker's Gallery punya harga yang dapat dibilang untuk kalangan menengah ke atas, tapi menurut saya masih tidak terlalu mahal. Harganya masih sesuai dengan tempat dan rasa yang diberikan. Jadi, saya akan selalu mau jika harus kembali lagi ke Baker's Gallery untuk menghabiskan waktu bersantai saya di sore hari.

Terimakasih.

- Shella & Farid -

Referensi :
lulabyspoon.blogspot.com
tripadvisor.com
weyap.com

Sunday, 9 August 2015

Luciole Central Park

Jakarta - Sabtu, 1 Agustus 2015

Hari itu fix banget jadi hari hedon buat saya dan Farid. Setelah siangnya kami nonton Pixels di Blitz Velvet Class, kami makan malam di Luciole Bistro & Bar yang harga makanannya juga cukup membuat dompet kami terkuras hahaha maklum lah, kami masih kantong mahasiswa. Sebenernya saya udah tau sih kalau Luciole itu tempat makan yang kelasnya menengah ke atas, tapi berhubung THR lebaran saya masih ada, saya nekat aja makan disana, mumpung lagi di Jakarta dan untungnya Farid itu orang yang mau dan bisa diajak hedon, jadi yaudah akhirnya makanlah kami disana. 

Luciole ini terletak di Tribeca Park Central Park Jakarta Barat. Masih di wilayah mall Central Park tapi di bagian luarnya, di wilayah taman yang kalau malam hari jadi tempat pertunjukan air mancur. Ternyata Luciole ini lumayan ramai, mungkin juga karena kebetulan hari itu hari Sabtu alias malam minggu kali ya. Tapi beruntung, saya dan Farid masih kebagian tempat, dan kami dapat tempat di Sofa, makin seneng deh soalnya saya dan Farid selalu cari tempat makan yang ada sofanya biar bisa quality time sambil mager bareng hahaha. Akhirnya, duduklah saya dan Farid di sofa bagian dalam (Luciole sendiri punya ruangan indoor dan outdoor, jadi buat kalian yang merokok, bisa pilih di outdoor aja). Ohya, ini tampak luar dari Luciole Bistro & Bar. Mohon maaf juga karena gambar di bawah ini saya ambil dari jktgo.com hehe soalnya saya nggak langsung foto karena memang sebelumnya nggak ada niatan untuk bahas tempat itu di blog saya. (sejak saat itu saya dan Farid jadi berkeinginan buat nyobain tempat makan lain dan menjadikannya bahan bahasan di blog saya ehehe)


Bagus kan tempatnya? Itu baru wajah luarnya aja hehe, ini bagian dalamnya. Sekali lagi mohon maaf karena gambar yang saya tampilkan masih ngambil dari web/blog lain. (Qraved & Zomato)


Sofa tempat saya dan Farid duduk

Nah, itu tadi beberapa gambaran tentang Luciole secara fisik alias secara desain dan interior. 

Setelah duduk manis di sofa, kami menerima menu dari seorang pelayan. Setelah ditinggal pelayan itu, baru deh kami lihat-lihat menu dan memilih pesanan. Saya sih udah nggak kaget sama harga makanannya karena sebelumnya udah liat juga di Qraved dan Zomato, nggak tau deh si Farid kaget apa enggak. Tapi.. saya menyimpulkan kalau Farid nggak kaget haha, buktinya dia malah sok-sok an pesan appetizer alias makanan pembuka. Dia pesan Caesar Salad dan pesan Mushroom Soup (ini buat saya sih hehe), untuk main course nya saya pesan Spaghetti Aglio Olio with Turkey Bacon and Mix Mushroom dan Farid pesan Nasi Goreng Kambing, sedangkan untuk minumannya Farid pesan Hot Honey Lemon Tea dan saya pesan Hot Chocolate. 

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Pesanan yang pertama kali datang itu malah punya saya semua hahaha, Hot Chocolate, Mushroom Soup dan Spaghetti Aglio Olio. Sedangkan pesanan Farid, baru Caesar Salad nya aja yang udah siap. Dan sayang sekali, saya cuma foto pesanan saya aja hehe, jadi silakan diliat fisik dari Hot Chocolate, Mushroom Soup dan Spaghetti Aglio Olio yang jadi pesanan saya. 

 

Secara fisik, saya cukup kaget sama Mushroom Soup dan Aglio Olio nya. Mushroom Soup nya nggak berisi apa-apa, cuma kuah yang rada kental semacam cream soup berwarna abu-abu gelap yang dihiasi sedikit warna hijau dari dedaunan yang saya sendiri nggak tau itu apa hehehe. Tapi secara rasa, wow banget. Enaknya minta ampun, dan Farid juga langsung setuju sama pendapat saya waktu saya suruh dia nyicipin soupnya. Akhirnya, saya dan Farid langsung jatuh cinta sama si Mushroom Soup hehehe. Next, Aglio Olio.. secara porsi, saya rasa porsi itu nggak sesuai sama harganya soalnya porsinya sedikit banget sih. Kalau soal rasa, kita skip dulu ya hehe biar saya bahas appetizer sampai tuntas dulu. Sekarang, kita pindah ke Caesar Salad pesanan Farid. Porsinya cukup banyak dan sayurannya terlihat fresh. Pas dimakan, emang bener berasa fresh banget dan rasanya juga enak. Buat Farid si pecinta salad, Caesar Salad punya Luciole itu recommended untuk dicoba. 

Appetizer selesai. Dan ternyata Mushroom Soup & Caesar Salad udah cukup bikin kenyang, padahal si main course belum kesentuh sama sekali. Selesai makan appetizer, tiba-tiba manager Luciole datang ke meja kami. Ternyata dia menawarkan untuk memanaskan Aglio Olio saya, katanya "Pastanya mau di panaskan? Tadi kesalahan pelayannya ngeluarin main course sekarang, harusnya tadi di keep dulu.", managernya baik banget sih mau langsung turun tangan kayak gitu hehehe. Tapi karena saya udah mau makan si Aglio Olio, akhirnya saya bilang "Nggak usah mas, terimakasih" dan Farid minta tolong supaya Nasi Goreng Kambing pesanannya segera dikeluarkan. 

Setelah main course Farid datang, kami santap deh tuh pesanan kami masing-masing. Walau secara porsi si Aglio Olio itu sedikit, tapi rasanya nggak mengecewakan. Next, Nasi Goreng Kambing pesanan Farid. Porsinya sih sedang, tapi kelihatan banyak buat kami karena kami udah kenyang duluan sama si Appetizer haha, tapi setelah nasi gorengnya dicoba. Hm... nggak ada alasan buat nggak makan nasi goreng itu sampai habis! Hahaha. Enaknya kebangetan, nggak bikin kecewa deh, Kambingnya juga terasa tapi nggak bau dan nggak berlebihan. Pokoknya lebih enak dari Aglio Olio pesanan saya. 

Sekarang, kita bahas minumannya. Hot Chocolate pesanan saya terbilang enak, rasa cokelatnya nggak pahit tapi juga nggak terlalu manis. Sedang, pas dan enak. Kalau untuk Hot Honey Lemon Tea punya Farid, menurut kami sih rasa lemonnya terlalu kuat. Padahal kami udah tuang madunya sampai habis, tapi tetap aja si Lemon mendominasi rasa teh nya itu. Kami keluarin lemonnya dengan harapan rasanya akan berubah, tapi ternyata sama aja hahaha tetap aja berasa asam banget gara-gara lemonnya.

Secara keseluruhan sih, saya dan Farid merasa worth it makan di sana. Walaupun harganya terbilang mahal, tapi sesuai kok dengan tempat, pelayanan, dan juga rasanya. Oh ya, total harga pesanan kami saat itu sekitar Rp 350.000 hehehe, hedon kan? Soalnya, itu ketambahan service tax sama ppn masing-masing 10%, nah itu juga jadi catatan khusus bagi kalian yang mau kesana. Soalnya sebenernya secara umum, service tax itu biasanya 5-5,5% nah di Luciole ini malah 10%, jadi mahal banget kan akhirnya. Tapi yasudahlah, sekali lagi.. worth it kok sama pelayanannya. 

Buat kalian yang mau tau menu dan harga di Luciole, kalian bisa lihat di Zomato.com, tapi menu itu sedikit berbeda dengan menu aslinya. Ada beberapa menu tambahan yang belum ada di menu yang ditampilkan di zomato. Selain itu harganya juga beda, harga asli di Luciole lebih mahal 5 ribu daripada harga di menu zomato. Jadi, kalau harga di zomato Rp 35.000, berarti kemungkinan harga aslinya di Luciole adalah Rp 40.000. Tapi saya nggak tahu sih itu berlaku bagi semua makanan atau nggak, karena kebetulan pesanan-pesanan saya waktu itu beda Rp 5.000 dari harga yang ada di menu zomato.

Sekian dulu ya tulisan saya tentang Luciole. Semoga cukup membantu buat kalian yang cari tempat makan bagus di daerah Jakarta Barat, lebih tepatnya Central Park. Sampai ketemu lagi di bahasan kuliner selanjutnya. Thanks!

-Shella & Farid-

Referensi :
www.jktgo.com
http://3.bp.blogspot.com
http://qraved-live.s3.amazonaws.com
www.zomato.com