Setiap anak memiliki ibu dengan ciri khasnya masing-masing
Ada anak yang memiliki ibu cantik nan awet muda
Ada anak yang memiliki ibu cerdas dengan tingkat pendidikan yang tinggi
Ada pula anak yang memiliki ibu seorang wanita karir yang selalu berpenampilan rapi
Aku bukanlah anak yang memiliki ibu dengan 3 hal di atas
Ibuku tak lagi awet muda, tapi tetap terlihat cantik
Ibuku hanya tamatan SMA, namun tetap cerdas dalam banyak hal
Ibuku bukan seorang wanita karir, tapi seorang pekerja keras
Ibuku adalah wanita yang paling hebat dan kuat dalam hidupku
Bagaikan ranting pohon yang menjadi tempatku bergantung
Bila rapuh dan patah, aku pun akan terjatuh
Malam ini, aku berbaring tepat di sampingnya
Menatap wajahnya dengan seksama
Mencoba menyampaikan kerinduan terdalam
Raut wajahnya semakin lama semakin berubah
Berubah tak lagi muda
Perlahan, ku sentuh wajahnya
Ia hanya tertawa seraya berkata "Apaan sih ah si Adek"
Aah.. senang sekali rasanya melihat senyum dan tawa terlukis di wajahnya
Namun, sesaat aku sedih
Aku menyadari usia Ibuku yang tak lagi muda
Terlihat dari wajah dan kulit tubuhnya
Wajahnya sudah memiliki banyak kerutan
Kulitnya tak lagi kencang seperti saat muda
Sungguh terlihat berbeda
Aku pun menyadari usianya telah memasuki 63 tahun
Sungguh waktu dimana seharusnya
Ia hanya bersantai
Menikmati apa yang ditanamnya sejak muda
Menerima perhatian dari anak-anaknya yang telah dewasa
Namun, ibuku tidak seperti itu
Ia tetap bekerja keras
Mengurus rumah dan segala isinya
Pergi ke pasar setiap pagi, memasak makanan hingga siang
Mengurus dan merawat cucu-cucunya
Dan melakukan banyak hal lain
Ibuku yang tetap kuat
Menghadapi segala masalah yang tetap mendera
Aku tak dapat membayangkan
Apa jadinya diriku
Ketika nanti engkau tiada
I LOVE YOU, IBU
Showing posts with label Guardian Angel. Show all posts
Showing posts with label Guardian Angel. Show all posts
Friday, 29 April 2016
Tuesday, 29 January 2013
Freedom
Tawa dan canda yang tercipta
Bukan berarti aku tak bisa menerima kesedihan
Riang dan ceria yang hadir
Bukan berarti aku tak siap menangis bersamamu
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Setulus hati kukatakan padamu
Entah kau mendengarnya atau tidak
Melawan dunia?
Aku siap, asal tetap bersamamu
Aku tak sedang berbohong
Aku sedang menatap
Menatap kesungguhan
Bukan tak peduli perkataan orang
Hanya saja...
Aku terlalu lelah memikirkan mereka semua
Kini saatnya aku bebas
Menentukan sendiri
Pilihanku...
Yang kuletakkan
Di kedua tanganmu
Harapanku...
Yang kuletakkan
Di kedua matamu
Kecintaannku...
Yang kutanamkan
Di hatimu
Bukan berarti aku tak bisa menerima kesedihan
Riang dan ceria yang hadir
Bukan berarti aku tak siap menangis bersamamu
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Setulus hati kukatakan padamu
Entah kau mendengarnya atau tidak
Melawan dunia?
Aku siap, asal tetap bersamamu
Aku tak sedang berbohong
Aku sedang menatap
Menatap kesungguhan
Bukan tak peduli perkataan orang
Hanya saja...
Aku terlalu lelah memikirkan mereka semua
Kini saatnya aku bebas
Menentukan sendiri
Pilihanku...
Yang kuletakkan
Di kedua tanganmu
Harapanku...
Yang kuletakkan
Di kedua matamu
Kecintaannku...
Yang kutanamkan
Di hatimu
Satu Harapan
Tak pernah kukira sebelumnya
Mengenal dirimu yang tak pernah kuniati
Berusaha mengenalmu pun tidak
Dipertemukan melalui suatu kewajiban
Didekatkan melalui suatu kebetulan
Tapi tidak, aku tidak mengenal kebetulan
Kuyakini dalam hatiku
Setiap yang kulalui adalah yang tertulis untukku
Termasuk dalam hal ini
Aku tak pernah membayangkan
Kita akan berjalan sejauh ini
Tak pernah kuniati sebelumnya
Hanya mengikuti alur saja
Kukira menyakitkan
Namun ternyata indah
Walau mungkin harus menyakitinya terlebih dahulu
Hanya maaf yang kini bisa terucap
Kali ini aku ingin bebas
Bebas tak terkekang
Dimana aku bisa mendapatkan kebahagiaan
Bersama dirinya
-nya yang tak pernah kusangka
Akan sedekat ini padaku
Akan sebaik ini padaku
Akan sesayang ini padaku
Kukenang segala yang pernah kulewati
Sendiri maupun tanpanya
Terkuak sebuah perkataan terdahulu
Yang tak pernah ada satu orang pun yang tau
Yang sempat terlupa
Dan kini kembali terbuka
Satu perkataan pada peristiwa hening
Dimana hatiku bersuara
"Suatu saat, aku akan memilikinya"
Saturday, 12 January 2013
Maafkan
Maafkan aku yang telah lancang menyukaimu. Walau aku sadar, aku disini hanya hadir sebagai bayangan. Aku mencoba menggenggammu, padahal aku tau.. kau masih digenggam olehnya. Apa aku terlihat bodoh dengan semua ini? Apa aku terlihat lemah dengan semua ini? Menghadirkan sesuatu yang hanya akan tertiup angin. Membuat sebuah bayangan yang walau dibuat secerah apapun akan tetap menjadi bayangan. Aku mengusiknya. Mengusik sesuatu yang terlihat indah dari luar. Kata si penghuni, keindahan itu hanya tipuan. Tak ada yang pernah tau bagaimana yang sebenarnya ada di balik semua keindahan itu. Aku percaya. Walau kadang hati kecilku bertanya "Kamu yakin dengan semua itu?". Walau kadang ada suara lain yang menilaiku "bodoh". Aku terus berharap dan menunggu. Menunggu hingga waktu itu datang. Entah waktuku untuk menangis atau tersenyum bahagia. Aku hanya bisa menunggu.
Kadang aku merasa berdosa. Melakukan hal yang aku sendiri belum tentu bisa menerima semua ini. Melakukan hal yang berbahaya. Menyakiti diri sendiri dan orang lain. Namun, aku bisa apa? Semua telah terjadi. Perasaan ini telah masuk ke dalam hatiku. Tidak ingin pergi. Beberapa kali aku mencoba menyerah. Namun, dia terus menolak. Dia terlalu kuat atau aku terlalu lemah? Dia terlalu egois atau aku terlalu penurut? Kadang, aku takut karma itu akan kurasakan. Namun, aku bisa apa? Ketika keadaan yang tak kuinginkan justru membuatku tersenyum. Ketika keadaan yang kutakutkan justru menawarkan kebahagiaan lebih untuk hari-hariku.
Kadang aku merasa berdosa. Melakukan hal yang aku sendiri belum tentu bisa menerima semua ini. Melakukan hal yang berbahaya. Menyakiti diri sendiri dan orang lain. Namun, aku bisa apa? Semua telah terjadi. Perasaan ini telah masuk ke dalam hatiku. Tidak ingin pergi. Beberapa kali aku mencoba menyerah. Namun, dia terus menolak. Dia terlalu kuat atau aku terlalu lemah? Dia terlalu egois atau aku terlalu penurut? Kadang, aku takut karma itu akan kurasakan. Namun, aku bisa apa? Ketika keadaan yang tak kuinginkan justru membuatku tersenyum. Ketika keadaan yang kutakutkan justru menawarkan kebahagiaan lebih untuk hari-hariku.
Bagaimana mungkin aku mundur dan lari dari keadaan ini sementara dia terus berusaha dan berjuang untuk melukis pelangi di ujung kegelapan ini.
Jeodei
Seseorang yang hadir tanpa kuduga, tanpa kusangka. Dalam suatu peristiwa yang tak pernah kukira. Mengalami kelanjutan tanpa kuminta. Membawa sesuatu yang sudah lama tak kurasa. Kusebut itu.. "keceriaan"
Dia begitu perhatian. Dalam setiap tindakannya, aku merasa diperlakukan begitu istimewa. Dalam perlakuan sederhananya, tersimpan sebuah ketulusan yang dapat aku rasakan. Dalam hal-hal kecil yang ia lakukan, terlihat besar di mataku. Dalam suatu pemberian yang mungkin biasa menurutnya, semua itu kuterima dengan perasaan luar biasa. Benar-benar tak terduga.
Siapa yang mengira semua ini akan berlanjut? Siapa yang menyangka ceritanya akan menjadi seperti ini? Aku sang pemeran pun tak pernah mengira. Walaupun mungkin, jauh di saat sebelumnya, aku pernah sedikit berharap. Harapan yang tak pernah di dengar orang lain.
Dia adalah orang yang membuatku tertawa lepas di tengah penatnya diri ini. Dia adalah orang yang membuatku tersenyum tulus tanpa beban di tengah lelahnya jiwa ini. Dia adalah orang yang membuatku melihat pelangi di tengah kegelapan. Dia adalah orang yang membuatku mampu menjadi diriku sendiri. Dia adalah orang yang ingin, bisa, dan telah membawa keceriaan di hidupku saat ini.
Dia lah yang memaksaku mengenakan jaketnya ketika hujan turun di tengah perjalanan kami. Dia lah yang khawatir saat itu. Dia lah yang senantiasa memasangkan helm di kepalaku. Dia lah yang hobinya menjambak
rambutku tanpa memberikan rasa sakit. Dia lah yang memberiku panggilan spesial yang tak pernah diberikan orang lain. Dia lah yang melakukan hal-hal hanya untuk membuatku senang. Dia lah yang tetap tersenyum dan tidak marah saat apa yang kujanjikan terpaksa dibatalkan karena faktor yang mendesak. Dia lah yang membawaku ke suatu tempat yang kuinginkan tanpa kuberi tahu saat sesuatu yang tidak enak terjadi padaku. Dia lah yang memperlakukanku secara "sok sweet" bak cerita di ftv. Dia lah yang menemaniku bernyanyi bersama dalam perjalanan di malam hari. Dia lah yang selalu menyiapkan waktu untukku. Dia lah yang rela meninggalkan sesuatu untuk bertemu denganku. Dia lah yang rela menentang apa yang ada demi membela dan memperjuangkanku. Dia lah yang terus berusaha untukku. Dia lah yang mengajarkanku untuk tetap yakin atas apa yang kujalani. Dia lah yang... membuat ku mengerti arti hidup ini.
Darinya banyak kudapati ilmu kehidupan. Banyak "quote" baru yang kuterima darinya. Bersamanya, aku menjadi berani menjalani semua. Walau semua ini belum lama kualami. Walau masih banyak yang menolak dan menentang kami di luar sana. Namun, aku tetap ingin menjalani apa yang ada saat ini. Karena dengan ini, aku bisa kembali tersenyum bahkan tertawa menghadapi dunia.. bersamanya :')
Subscribe to:
Comments (Atom)
Showing posts with label Guardian Angel. Show all posts
Showing posts with label Guardian Angel. Show all posts
Friday, 29 April 2016
Ibu
Setiap anak memiliki ibu dengan ciri khasnya masing-masing
Ada anak yang memiliki ibu cantik nan awet muda
Ada anak yang memiliki ibu cerdas dengan tingkat pendidikan yang tinggi
Ada pula anak yang memiliki ibu seorang wanita karir yang selalu berpenampilan rapi
Aku bukanlah anak yang memiliki ibu dengan 3 hal di atas
Ibuku tak lagi awet muda, tapi tetap terlihat cantik
Ibuku hanya tamatan SMA, namun tetap cerdas dalam banyak hal
Ibuku bukan seorang wanita karir, tapi seorang pekerja keras
Ibuku adalah wanita yang paling hebat dan kuat dalam hidupku
Bagaikan ranting pohon yang menjadi tempatku bergantung
Bila rapuh dan patah, aku pun akan terjatuh
Malam ini, aku berbaring tepat di sampingnya
Menatap wajahnya dengan seksama
Mencoba menyampaikan kerinduan terdalam
Raut wajahnya semakin lama semakin berubah
Berubah tak lagi muda
Perlahan, ku sentuh wajahnya
Ia hanya tertawa seraya berkata "Apaan sih ah si Adek"
Aah.. senang sekali rasanya melihat senyum dan tawa terlukis di wajahnya
Namun, sesaat aku sedih
Aku menyadari usia Ibuku yang tak lagi muda
Terlihat dari wajah dan kulit tubuhnya
Wajahnya sudah memiliki banyak kerutan
Kulitnya tak lagi kencang seperti saat muda
Sungguh terlihat berbeda
Aku pun menyadari usianya telah memasuki 63 tahun
Sungguh waktu dimana seharusnya
Ia hanya bersantai
Menikmati apa yang ditanamnya sejak muda
Menerima perhatian dari anak-anaknya yang telah dewasa
Namun, ibuku tidak seperti itu
Ia tetap bekerja keras
Mengurus rumah dan segala isinya
Pergi ke pasar setiap pagi, memasak makanan hingga siang
Mengurus dan merawat cucu-cucunya
Dan melakukan banyak hal lain
Ibuku yang tetap kuat
Menghadapi segala masalah yang tetap mendera
Aku tak dapat membayangkan
Apa jadinya diriku
Ketika nanti engkau tiada
I LOVE YOU, IBU
Ada anak yang memiliki ibu cantik nan awet muda
Ada anak yang memiliki ibu cerdas dengan tingkat pendidikan yang tinggi
Ada pula anak yang memiliki ibu seorang wanita karir yang selalu berpenampilan rapi
Aku bukanlah anak yang memiliki ibu dengan 3 hal di atas
Ibuku tak lagi awet muda, tapi tetap terlihat cantik
Ibuku hanya tamatan SMA, namun tetap cerdas dalam banyak hal
Ibuku bukan seorang wanita karir, tapi seorang pekerja keras
Ibuku adalah wanita yang paling hebat dan kuat dalam hidupku
Bagaikan ranting pohon yang menjadi tempatku bergantung
Bila rapuh dan patah, aku pun akan terjatuh
Malam ini, aku berbaring tepat di sampingnya
Menatap wajahnya dengan seksama
Mencoba menyampaikan kerinduan terdalam
Raut wajahnya semakin lama semakin berubah
Berubah tak lagi muda
Perlahan, ku sentuh wajahnya
Ia hanya tertawa seraya berkata "Apaan sih ah si Adek"
Aah.. senang sekali rasanya melihat senyum dan tawa terlukis di wajahnya
Namun, sesaat aku sedih
Aku menyadari usia Ibuku yang tak lagi muda
Terlihat dari wajah dan kulit tubuhnya
Wajahnya sudah memiliki banyak kerutan
Kulitnya tak lagi kencang seperti saat muda
Sungguh terlihat berbeda
Aku pun menyadari usianya telah memasuki 63 tahun
Sungguh waktu dimana seharusnya
Ia hanya bersantai
Menikmati apa yang ditanamnya sejak muda
Menerima perhatian dari anak-anaknya yang telah dewasa
Namun, ibuku tidak seperti itu
Ia tetap bekerja keras
Mengurus rumah dan segala isinya
Pergi ke pasar setiap pagi, memasak makanan hingga siang
Mengurus dan merawat cucu-cucunya
Dan melakukan banyak hal lain
Ibuku yang tetap kuat
Menghadapi segala masalah yang tetap mendera
Aku tak dapat membayangkan
Apa jadinya diriku
Ketika nanti engkau tiada
I LOVE YOU, IBU
Tuesday, 29 January 2013
Freedom
Tawa dan canda yang tercipta
Bukan berarti aku tak bisa menerima kesedihan
Riang dan ceria yang hadir
Bukan berarti aku tak siap menangis bersamamu
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Setulus hati kukatakan padamu
Entah kau mendengarnya atau tidak
Melawan dunia?
Aku siap, asal tetap bersamamu
Aku tak sedang berbohong
Aku sedang menatap
Menatap kesungguhan
Bukan tak peduli perkataan orang
Hanya saja...
Aku terlalu lelah memikirkan mereka semua
Kini saatnya aku bebas
Menentukan sendiri
Pilihanku...
Yang kuletakkan
Di kedua tanganmu
Harapanku...
Yang kuletakkan
Di kedua matamu
Kecintaannku...
Yang kutanamkan
Di hatimu
Bukan berarti aku tak bisa menerima kesedihan
Riang dan ceria yang hadir
Bukan berarti aku tak siap menangis bersamamu
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu
Setulus hati kukatakan padamu
Entah kau mendengarnya atau tidak
Melawan dunia?
Aku siap, asal tetap bersamamu
Aku tak sedang berbohong
Aku sedang menatap
Menatap kesungguhan
Bukan tak peduli perkataan orang
Hanya saja...
Aku terlalu lelah memikirkan mereka semua
Kini saatnya aku bebas
Menentukan sendiri
Pilihanku...
Yang kuletakkan
Di kedua tanganmu
Harapanku...
Yang kuletakkan
Di kedua matamu
Kecintaannku...
Yang kutanamkan
Di hatimu
Satu Harapan
Tak pernah kukira sebelumnya
Mengenal dirimu yang tak pernah kuniati
Berusaha mengenalmu pun tidak
Dipertemukan melalui suatu kewajiban
Didekatkan melalui suatu kebetulan
Tapi tidak, aku tidak mengenal kebetulan
Kuyakini dalam hatiku
Setiap yang kulalui adalah yang tertulis untukku
Termasuk dalam hal ini
Aku tak pernah membayangkan
Kita akan berjalan sejauh ini
Tak pernah kuniati sebelumnya
Hanya mengikuti alur saja
Kukira menyakitkan
Namun ternyata indah
Walau mungkin harus menyakitinya terlebih dahulu
Hanya maaf yang kini bisa terucap
Kali ini aku ingin bebas
Bebas tak terkekang
Dimana aku bisa mendapatkan kebahagiaan
Bersama dirinya
-nya yang tak pernah kusangka
Akan sedekat ini padaku
Akan sebaik ini padaku
Akan sesayang ini padaku
Kukenang segala yang pernah kulewati
Sendiri maupun tanpanya
Terkuak sebuah perkataan terdahulu
Yang tak pernah ada satu orang pun yang tau
Yang sempat terlupa
Dan kini kembali terbuka
Satu perkataan pada peristiwa hening
Dimana hatiku bersuara
"Suatu saat, aku akan memilikinya"
Saturday, 12 January 2013
Maafkan
Maafkan aku yang telah lancang menyukaimu. Walau aku sadar, aku disini hanya hadir sebagai bayangan. Aku mencoba menggenggammu, padahal aku tau.. kau masih digenggam olehnya. Apa aku terlihat bodoh dengan semua ini? Apa aku terlihat lemah dengan semua ini? Menghadirkan sesuatu yang hanya akan tertiup angin. Membuat sebuah bayangan yang walau dibuat secerah apapun akan tetap menjadi bayangan. Aku mengusiknya. Mengusik sesuatu yang terlihat indah dari luar. Kata si penghuni, keindahan itu hanya tipuan. Tak ada yang pernah tau bagaimana yang sebenarnya ada di balik semua keindahan itu. Aku percaya. Walau kadang hati kecilku bertanya "Kamu yakin dengan semua itu?". Walau kadang ada suara lain yang menilaiku "bodoh". Aku terus berharap dan menunggu. Menunggu hingga waktu itu datang. Entah waktuku untuk menangis atau tersenyum bahagia. Aku hanya bisa menunggu.
Kadang aku merasa berdosa. Melakukan hal yang aku sendiri belum tentu bisa menerima semua ini. Melakukan hal yang berbahaya. Menyakiti diri sendiri dan orang lain. Namun, aku bisa apa? Semua telah terjadi. Perasaan ini telah masuk ke dalam hatiku. Tidak ingin pergi. Beberapa kali aku mencoba menyerah. Namun, dia terus menolak. Dia terlalu kuat atau aku terlalu lemah? Dia terlalu egois atau aku terlalu penurut? Kadang, aku takut karma itu akan kurasakan. Namun, aku bisa apa? Ketika keadaan yang tak kuinginkan justru membuatku tersenyum. Ketika keadaan yang kutakutkan justru menawarkan kebahagiaan lebih untuk hari-hariku.
Kadang aku merasa berdosa. Melakukan hal yang aku sendiri belum tentu bisa menerima semua ini. Melakukan hal yang berbahaya. Menyakiti diri sendiri dan orang lain. Namun, aku bisa apa? Semua telah terjadi. Perasaan ini telah masuk ke dalam hatiku. Tidak ingin pergi. Beberapa kali aku mencoba menyerah. Namun, dia terus menolak. Dia terlalu kuat atau aku terlalu lemah? Dia terlalu egois atau aku terlalu penurut? Kadang, aku takut karma itu akan kurasakan. Namun, aku bisa apa? Ketika keadaan yang tak kuinginkan justru membuatku tersenyum. Ketika keadaan yang kutakutkan justru menawarkan kebahagiaan lebih untuk hari-hariku.
Bagaimana mungkin aku mundur dan lari dari keadaan ini sementara dia terus berusaha dan berjuang untuk melukis pelangi di ujung kegelapan ini.
Jeodei
Seseorang yang hadir tanpa kuduga, tanpa kusangka. Dalam suatu peristiwa yang tak pernah kukira. Mengalami kelanjutan tanpa kuminta. Membawa sesuatu yang sudah lama tak kurasa. Kusebut itu.. "keceriaan"
Dia begitu perhatian. Dalam setiap tindakannya, aku merasa diperlakukan begitu istimewa. Dalam perlakuan sederhananya, tersimpan sebuah ketulusan yang dapat aku rasakan. Dalam hal-hal kecil yang ia lakukan, terlihat besar di mataku. Dalam suatu pemberian yang mungkin biasa menurutnya, semua itu kuterima dengan perasaan luar biasa. Benar-benar tak terduga.
Siapa yang mengira semua ini akan berlanjut? Siapa yang menyangka ceritanya akan menjadi seperti ini? Aku sang pemeran pun tak pernah mengira. Walaupun mungkin, jauh di saat sebelumnya, aku pernah sedikit berharap. Harapan yang tak pernah di dengar orang lain.
Dia adalah orang yang membuatku tertawa lepas di tengah penatnya diri ini. Dia adalah orang yang membuatku tersenyum tulus tanpa beban di tengah lelahnya jiwa ini. Dia adalah orang yang membuatku melihat pelangi di tengah kegelapan. Dia adalah orang yang membuatku mampu menjadi diriku sendiri. Dia adalah orang yang ingin, bisa, dan telah membawa keceriaan di hidupku saat ini.
Dia lah yang memaksaku mengenakan jaketnya ketika hujan turun di tengah perjalanan kami. Dia lah yang khawatir saat itu. Dia lah yang senantiasa memasangkan helm di kepalaku. Dia lah yang hobinya menjambak
rambutku tanpa memberikan rasa sakit. Dia lah yang memberiku panggilan spesial yang tak pernah diberikan orang lain. Dia lah yang melakukan hal-hal hanya untuk membuatku senang. Dia lah yang tetap tersenyum dan tidak marah saat apa yang kujanjikan terpaksa dibatalkan karena faktor yang mendesak. Dia lah yang membawaku ke suatu tempat yang kuinginkan tanpa kuberi tahu saat sesuatu yang tidak enak terjadi padaku. Dia lah yang memperlakukanku secara "sok sweet" bak cerita di ftv. Dia lah yang menemaniku bernyanyi bersama dalam perjalanan di malam hari. Dia lah yang selalu menyiapkan waktu untukku. Dia lah yang rela meninggalkan sesuatu untuk bertemu denganku. Dia lah yang rela menentang apa yang ada demi membela dan memperjuangkanku. Dia lah yang terus berusaha untukku. Dia lah yang mengajarkanku untuk tetap yakin atas apa yang kujalani. Dia lah yang... membuat ku mengerti arti hidup ini.
Darinya banyak kudapati ilmu kehidupan. Banyak "quote" baru yang kuterima darinya. Bersamanya, aku menjadi berani menjalani semua. Walau semua ini belum lama kualami. Walau masih banyak yang menolak dan menentang kami di luar sana. Namun, aku tetap ingin menjalani apa yang ada saat ini. Karena dengan ini, aku bisa kembali tersenyum bahkan tertawa menghadapi dunia.. bersamanya :')
Subscribe to:
Comments (Atom)