SpongeBob SquarePants
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Monday, 11 July 2016

Setahun Lalu #2

Setahun berlalu, ternyata bayangmu masih tersisa
Kisah ini sudah selesai, namun tidak dengan rasa ini
Rindu atau dendam
Keduanya hadir bergantian
Maafkan aku masih mengenangmu
Benci aku masih menangisi dirimu
Menangisi dirimu yang telah pergi setahun lalu
Pergi namun masih terlihat, pergi tapi tak menjauh
Hanya berpura saling tak mengenal
Pergi bukan sendiri tapi pergi mencari lagi
Aku tidak sendiri di sini, namun kenapa bayangmu masih samar terlihat?
Dia yang kini jelas di hadapanku pun kadang buram terhalang bayangmu
Maafkan aku
Malam ini aku menyadari bahwa rasa setahun lalu benar rasa yang tulus
Yang entah kau sia siakan atau aku yang mendapat jawaban
Air mata yang ku keluarkan dari dulu hingga sekarang tidak jauh berbeda
Seluruhnya mengandung ketulusan
Tak bisakah kau sungguh-sungguh enyah?
Agar aku tak memandangmu lagi,
Agar aku tak merindu lagi,
Agar aku tak mendendam lagi
Satu tahun aku memendam rasa ini, hanya diam
Karena alam sekitar tak mau lagi mendengar kisah kita
Sisi diriku yang tak mau menerimamu lagi seakan berbalik mengharapkanmu lagi
Padahal aku tau takkan lagi ada tempat untukku di hatimu
Begitu juga dengan diriku
Kau tidak ada di hatiku, tapi memenuhi pikiranku
Lebih baik membencimu daripada mencintaimu namun pilu
Lebih baik jenuh memandangmu daripada merindu
Setahun lalu

Monday, 2 May 2016

Satu Tahun

Beberapa hari yang lalu
Merupakan hari dimana satu tahun lalu
Aku mengenal dirimu
Bukan bertemu, bukan menjalin kasih
Melainkan hanya perkenalan
Perkenalan yang berawal dari media sosial
"Secret"
Yap, dari situlah kita saling mengenal
Dengan status sederhana yang kutulis tengah malam
"Pengen punya temen anak Jakarta"
Dan kau pun menyambut dengan komen di bawahnya
Lalu pindah ke kolom chat
Dan pindah ke media lainnya
Menjadi temanmu mengobrol setiap malam
Walau hanya melalui chat
Cukup membuatku senang
Setidaknya, aku tidak merasa sendiri
Memberimu semangat sebagai seorang teman
Kala dirimu jenuh dan lelah menghadapi tugas akhir
Membuatku merasa memiliki seorang teman
Teman yang berharga
Berlanjut pada Line call yang diawali dari ketidaksengajaan
Sungguh, aku tidak sengaja menekan tombol call malam itu
Hingga tak lebih dari 3 detik kemudian
Kau menelepon ku kembali
Dari situlah pembicaraan kita
Tidak lagi berupa kata-kata
Namun berubah menjadi suara
Suara yang pada akhirnya
Rutin menemaniku beberapa hari
Di dalam seminggu
Dari hitungan detik, berubah menjadi menit
Dari hitungan menit, berubah menjadi jam
Ya, detik menit dan jam itu lah
Yang menjadi saksi bisu
Pada setiap perbincangan kita
Terimakasih
Sudah mau hadir di dalam hidupku
Terimakasih
Sudah mau memberiku kesempatan untuk merasa bahagia lagi
Terimakasih
Atas satu tahun yang berharga ini
Satu tahun yang dihiasi banyak warna
Satu tahun yang dihiasi banyak cerita
Semoga tahun ini berubah menjadi belasan
Belasan menjadi puluhan
Puluhan menjadi selamanya
Ini hanya lah harapan dan doa kita berdua
Yang senantiasa kita haturkan pada setiap sujud kita
Terimakasih
Senantiasa mendoakan segala kebaikan untukku
Dan kebaikan untuk kita
Semoga malaikat di sekeliling kita
Ikut mengamini segala doa dan harapan baik kita
Dan semoga Allah mendengar serta mengabulkannya
Aamiin ya Rabb

Saturday, 30 April 2016

Untukmu

Teruntuk dirimu,
Kuucapkan terima kasih atas kehadiranmu 
Di dalam kehidupanku
Yang dulu sempat kelabu
Terimakasih untukmu
Yang telah memberi warna baru
Dalam hari-hariku
Terimakasih untukmu
Yang telah memberi pengalaman baru
Pelajaran baru
Ilmu baru
Dan segala hal yang baru

Teruntuk dirimu,
Kuucapkan semangat menjalani hidupmu
Hidupmu yang akan memasuki babak baru
Memulai langkah untuk cita-citamu
Untuk menggapai semua harapanmu
Dan untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingmu

Semoga Allah selalu menjagamu
Sayangku.

Sunday, 29 November 2015

Jangan Bilang Aku Sendu

Aku seorang yang melankolis
Seorang yang lebih mudah terbawa perasaan
Seorang yang bisa dibilang sensitif
Seorang yang mungkin bisa dibilang sebagai perasa

Kenangan dan rindu adalah dua hal yang melekat pada diriku
Keduanya seakan berada tepat di belakangku
Menoleh sedikit, bertemu kenangan
Menatapnya lebih dalam, menjadi sebuah kerinduan

Jakarta - Rumah - Keluarga
Tiga hal yang menjadi padu melebur jadi satu
Ke dalam kerinduan yang amat mendalam

Menangisi tiga hal itu merupakan hal biasa bagiku
Bagi diriku seorang perantau cilik di kota besar ini
Bagi diriku seorang pencari ilmu di kota yang jauh dari rumah
Jauh dari keluarga
Jauh dari Jakarta

Bosan sudah teman-temanku mendengar ceritaku tentang kesedihan ini
Tentang rasa rindu yang tak akan pernah ada habisnya
Tentang awan kelam yang ada diatas kepalaku saat kerinduan ini datang
Lelah sudah mereka melihatku terdiam, merenung dan menangis

Mungkin, mereka menganggapku lemah
Menilaiku cengeng
Memandangku rendah

Tapi tak mengapa
Karena aku tau, apa yang kutangisi adalah sesuatu yang berharga
Karena aku tau, air mataku untuk mereka tidaklah sia-sia

Mereka yang memandangku sendu
Tak tau bagaimana berharganya rumah dan keluarga bagiku
Tak mengerti seberapa besar kehangatan yang kudapat dari ketiganya
Tak paham bagaimana aku bisa hidup tanpa mereka
Karena Jakarta, rumah dan keluarga
Adalah hartaku yang paling berharga


Terimakasih

Selamat pagi matahariku di tengah hujan
Selamat pagi bungaku di musim gugur
Selamat pagi putihku di tengah hitam
Selamat pagi tawaku di tengah sendu 

Pagi ini aku merasa rindu
Rindu bukan sekadar rindu
Rindu yang dicampur rasa bahagia
Rindu padamu, pada rumahku, dan 
Bahagia karena telah memilikimu

Terimakasih senantiasa menjadi penghibur di tengah laraku
Terimakasih sudah memberiku setetes air di tengah dahagaku
Terimakasih 
Terimakasih
dan...
Terimakasih


Monday, 24 August 2015

Karena wanita mudah dibutakan oleh yang namanya materi

Untitled



Perempuan Wajib Bahagia


Semua orang pasti pernah merasakan kesedihan, terlebih lagi kaum hawa. Pribadinya  yang lembut dapat dengan mudah tersentuh dan mengeluarkan air mata. Kalau dikatakan perempuan itu sosok yang mudah menangis, saya setuju. Atau mungkin karena tipe saya yang melankolis? Hm saya rasa tidak juga. Semua perempuan pasti pernah menangis, apapun sebabnya. 

Kaum hawa juga mudah merasa tersakiti, baik itu oleh lawan jenis nya atau bahkan temannya sendiri. Tapi, mayoritas wanita menangis atau sedih adalah karena kaum adam. Entah perbuatan kaum adam tersebut disengaja atau tidak. 

Wanita yang senang berpikir dan meratapi kesedihannya pasti akan lebih lama bangkit dari rasa sedih. Padahal seperti apa yang dikatakan quotes di atas, perempuan yang bahagia jauh lebih cantik dan istimewa dari sekadar perempuan yang cantik secara fisik. Karena perempuan yang bahagia dapat memancarkan kecantikan dan aura positif dari dalam dirinya sendiri, bukan dari tebalnya make up ataupun modisnya pakaian. 

Ingin jadi wanita cantik seutuhnya? 
Berbahagialah.

Hanya sesederhana itulah jawabannya, wahai kaum hawa. 

Yuk Bahagia!


Positif thinking itu sangat penting. Dengan sugesti yang positif, kita juga akan menjalani hari dengan semangat yang positif. Maka dari itu, catatkan dalam hati Anda setiap harinya 

"Sorry sadness, today I'm choosing happiness" 
dan jangan biarkan kesedihan menghiasi hari Anda.

Long Distance Relationship?


Let It Go




Janji Allah nggak pernah ingkar, senantiasa memberikan sesuatu yang lebih baik lagi dari apa yang sudah ada sebelumnya. Kehilangan? Takut tidak dapat yang sebaik itu lagi? Tenang, Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi, pasti. 

Tapi, kunci utama agar kita mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi ialah keikhlasan. Sulit memang untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita harap dapat menjadi milik kita. Namun, yang namanya rezeki itu tidak akan pernah tertukar apalagi salah. Kalau sesuatu itu memang harus menjadi milik Anda, dia akan tetap menjadi milik Anda bagaimana pun caranya. Namun jika memang sesuatu itu bukan hak Anda, dia akan pergi seberapa kuat pun Anda mempertahankannya. 

Ketika Anda rela dan ikhlas akan sesuatu, niscaya Anda akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik lagi. Itulah janji Nya, Allah SWT>

Quote


"Aku berlindung kepadaMu dari ketidapastian masa depan, dari keputusan yang salah, dari pahitnya kenyataan, dari hati yang terbolak-balik, dan dari teman yang berkhianat"

Sederhana





Kalau cinta itu rumit, tinggalkanlah
Karena cinta sejati itu
SEDERHANA

- tere liye -

LDR

Aku hanya mampu
Memandangmu dari layar handphoneku
Aku hanya mampu
Mendengarmu dari speaker handphoneku

Beginilah nasib LDR
Terpisah jarak
Terpisah ruang
Terpisah waktu

Dinginnya rindu menyelimutiku
Panas api cemburu menyerangku
Hujan air mata karena ingin bertemu
Badai menyerang disaat jauh

Sangat ingin aku bertemu dirimu
Kekasihku
Rindu tak mampu dibendung
Sayangku
Tapi aku akan bersabar
Hingga waktu itu datang
Hingga kau kembali 
Hingga kita bertemu lagi

Melepas rindu yang meluap
Mewujudkan janji yang terucap
Dan membuat kebahagiaan yang lengkap
Dengan dirimu disisiku 
Tanpa adanya jarak, ruang, dan waktu
Wahai dirimu
Kekasihku

Friday, 21 August 2015

Sebelah Tangan Saja

Aku benci kehilangan
Aku benci kehancuran
Aku benci kesendirian
Aku benci kenyataan

Kenyataan yang menyakitkan
Kenyataan yang menyedihkan
Kenyataan yang menyeramkan
Kenyataan yang mengharukan

Mengharukan mengingat soal cinta
Cinta yang bertepuk sebelah tangan
Tangan hampa tak mampu menggapai
Menggapai angan dan khayalan
Khayalan manis tentang kita
Kita berdua membangun cinta
Cinta dan harapan bersama
Bersama menuju kebahagiaan
Kebahagiaan yang ternyata hanya lelucon
Lelucon untukmu seorang
Seorang yang kucinta
Kucinta sendiri tanpa balasan
Balasan rasa yang sama
Sama seperti apa yang kurasa
Kurasa semua hanya inginku
Inginku untuk memilikimu
Memilikimu untukku seorang
Seorang yang ternyata hanya
Hanya merasakan cinta

Cinta yang bertepuk sebelah tangan

Wednesday, 12 August 2015

Belajar Darimu

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana caranya menabung?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana supaya tidak boros?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa jago bahasa inggris?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa berani bermimpi?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa produktif sepanjang waktu?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bangkit setelah tepuruk?

Tapi.. 
Ada hal lain yang lebih ingin kupelajari dari dirimu

Bagaimana bisa kau selalu ingin banyak memberi dan sedikit menerima?

Lima dari keenam mimpimu adalah keinginanmu untuk memberi

Bagaimana bisa?

Begitu mulia nya niat mu memberi

Tanpa mengharapkan banyak menerima

Sedangkan aku? Hanya berusaha menerima 

Dan mengenyampingkan memberi

Aku ingin belajar darimu

Yang seperti itu

Kekasihku

Mimpi

Dulu, kupikir bermimpi itu mudah.
Dan memang benar, mudah..
Mudah bagi mereka yang tidak menyelipkan niat pada mimpi-mimpi itu
Mudah bagi mereka yang menuliskan mimpi tanpa harapan

Aku
Yang menginginkan mimpiku penuh harapan
Tak berani
Tak berani menggantung mimpiku tinggi-tinggi
Mungkin aku
Tak berani bermimpi

Hingga kutemukan dirimu
Yang melahirkan keberanian dalam diriku
Untuk menggantung tinggi setiap mimpiku

Bukan mimpi sekadar mimpi
Bukan harapan sebatas harapan
Ketika keduanya bertemu
Lahirlah yang ketiga dan keempat
Usaha dan keinginan

Aku menggantung mimpiku
Bukan tanpa usaha
Aku mencapai mimpiku
Tentu lebih berusaha

Tak pernah aku mempunyai mimpi-mimpi
Se-indah ini
Se-berani ini
Se-seru ini

Aku bermimpi beriringan dengan usaha
Aku bermimpi bertemankan perjuangan
Begitu ingin aku mewujudkan
Satu persatu mimpi yang kutuliskan
Bersamamu..
Aku yakin dapat mewujudkannya

Terimakasih untukmu
Pembuat keberanian dalam diriku

Tuesday, 11 August 2015

Rindu

Bukan pertama kali aku merindu
Terlebih lagi untuk dirimu
Sebelum kita bertemu
Kita pernah terpisah jauh

Kali ini pun,
Kita sedang terpisah jauh
Ya Allah..
Apakah dia tau bahwa aku tengah merindu?

Aku tau ini memang jalannya
Aku tau ini memang kewajibannya
Sehingga aku harus sabar menantinya

Ya Allah..
Sebelumnya, aku tak pernah menangis karenanya
Sampai saat ini pun, tidak
Namun ternyata..
Kerinduanku padanya lah,
Yang membuatku meneteskan air mata

Membaca pesannya
Merasakan kehadirannya
Menambah perihnya hati ini
Menambah besarnya kerinduan ini

Perihal jarak tak sederhana
Perihal rindu pun sama
Kutitipkan sajalah ke dalam doa
Agar kau mampu merasa
Yang tengah berkecamuk dalam dada
Rindu untukmu, sang belahan jiwa

Monday, 10 August 2015

Tunggu Aku Disana

Pagi ini, kau pergi
Pergi meninggalkanku lebih dulu
Bukan, bukan untuk selamanya
Melainkan hanya untuk sementara

Pergimu untuk sesuatu di masa depan
Pergimu untuk meraih sebuah harapan
Pergimu untuk sebuah perjuangan
Pergimu untuk mendapat kebahagiaan

Kelak, aku akan menyusulmu
Aku tau ini hanya perihal waktu
Namun maafkan aku
Yang tak bisa menahan rindu

Doaku selalu besertamu, sayang
Tunggu aku disana
Menemani mu berjuang
Untuk meraih satu persatu
Mimpi mimpi indah kita

Tunggu aku disana
Sayang..

Monday, 3 August 2015

Berlatih Melupakanmu

Rasa sakit masih sedikit membekas di hatiku, rasa kecewa masih cukup menemani bayangmu dalam pikiranku, sampai kapan aku harus mengingatmu?

Kulihat dari kejauhan, kau telah menemukan kebahagiaanmu. Entah kebahagiaan yang tulus, atau kebahagiaan sandiwara. Entah kebahagiaan yang mampu bertahan lama, atau kandas seperti biasa. Entahlah, sesuka hatimu saja. 

Berbulan-bulan rasanya aku mencoba menghilangkan rasa dan bayang bayang akan dirimu. Sedikit demi sedikit, aku mampu. Sedikit demi sedikit, hati ini terobati. Namun, sesekali juga aku terjatuh kembali, sesekali juga rasa rindu kembali menyelimuti hati yang sepi ini. 

Melihatmu bahagia? Alhamdulillah. Apa aku terlihat munafik saat mengatakan ini? Mungkin. Tapi tenang saja, rasa syukurku melihat kebahagiaanmu disertai dengan sedikit harapan nakalku yang mengharapkan engkau kembali ke dalam pelukanku. Walau aku tau, saat ini kau telah memiliki yang baru. 

Setiap kali aku berdoa, aku selalu memohon pada Yang Kuasa untuk membuat hatiku lebih tegar lagi setiap harinya. Bagaimana pun caranya. Hingga suatu saat aku merasa menemukan cara sendiri untuk membuatku melupakan dirimu. 

Semacam berlatih, mengulang kenangan pahit dalam bayangan agar rasa rindu ini kian berkurang, agar rasa sayang ini semakin menghilang. Awalnya memang terasa sakit, terasa pahit. Harus membayangkan kembali apa yang membuatku menangis berhari-hari. Namun aku tau, semakin lama, kenangan yang kuingat secara paksa itu semakin ingin lepas. Cerita dari ketidakmungkinan kita untuk bersama semakin mendorong semua tentangmu untuk pergi meninggalkan jiwaku. Walau sulit, namun tetap kucoba. 

Hingga aku yakin akan ada suatu hari dimana aku bisa merasa biasa saja ketika kembali mengulang segala kenangan yang pernah kita lewati bersama dan pada saat itulah aku mampu berkata selamat tinggal seutuhnya kepada dirimu yang telah membuatku merasakan pahitnya sebuah kenyataan dari sesuatu bernama CINTA.
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Monday, 11 July 2016

Setahun Lalu #2

Setahun berlalu, ternyata bayangmu masih tersisa
Kisah ini sudah selesai, namun tidak dengan rasa ini
Rindu atau dendam
Keduanya hadir bergantian
Maafkan aku masih mengenangmu
Benci aku masih menangisi dirimu
Menangisi dirimu yang telah pergi setahun lalu
Pergi namun masih terlihat, pergi tapi tak menjauh
Hanya berpura saling tak mengenal
Pergi bukan sendiri tapi pergi mencari lagi
Aku tidak sendiri di sini, namun kenapa bayangmu masih samar terlihat?
Dia yang kini jelas di hadapanku pun kadang buram terhalang bayangmu
Maafkan aku
Malam ini aku menyadari bahwa rasa setahun lalu benar rasa yang tulus
Yang entah kau sia siakan atau aku yang mendapat jawaban
Air mata yang ku keluarkan dari dulu hingga sekarang tidak jauh berbeda
Seluruhnya mengandung ketulusan
Tak bisakah kau sungguh-sungguh enyah?
Agar aku tak memandangmu lagi,
Agar aku tak merindu lagi,
Agar aku tak mendendam lagi
Satu tahun aku memendam rasa ini, hanya diam
Karena alam sekitar tak mau lagi mendengar kisah kita
Sisi diriku yang tak mau menerimamu lagi seakan berbalik mengharapkanmu lagi
Padahal aku tau takkan lagi ada tempat untukku di hatimu
Begitu juga dengan diriku
Kau tidak ada di hatiku, tapi memenuhi pikiranku
Lebih baik membencimu daripada mencintaimu namun pilu
Lebih baik jenuh memandangmu daripada merindu
Setahun lalu

Monday, 2 May 2016

Satu Tahun

Beberapa hari yang lalu
Merupakan hari dimana satu tahun lalu
Aku mengenal dirimu
Bukan bertemu, bukan menjalin kasih
Melainkan hanya perkenalan
Perkenalan yang berawal dari media sosial
"Secret"
Yap, dari situlah kita saling mengenal
Dengan status sederhana yang kutulis tengah malam
"Pengen punya temen anak Jakarta"
Dan kau pun menyambut dengan komen di bawahnya
Lalu pindah ke kolom chat
Dan pindah ke media lainnya
Menjadi temanmu mengobrol setiap malam
Walau hanya melalui chat
Cukup membuatku senang
Setidaknya, aku tidak merasa sendiri
Memberimu semangat sebagai seorang teman
Kala dirimu jenuh dan lelah menghadapi tugas akhir
Membuatku merasa memiliki seorang teman
Teman yang berharga
Berlanjut pada Line call yang diawali dari ketidaksengajaan
Sungguh, aku tidak sengaja menekan tombol call malam itu
Hingga tak lebih dari 3 detik kemudian
Kau menelepon ku kembali
Dari situlah pembicaraan kita
Tidak lagi berupa kata-kata
Namun berubah menjadi suara
Suara yang pada akhirnya
Rutin menemaniku beberapa hari
Di dalam seminggu
Dari hitungan detik, berubah menjadi menit
Dari hitungan menit, berubah menjadi jam
Ya, detik menit dan jam itu lah
Yang menjadi saksi bisu
Pada setiap perbincangan kita
Terimakasih
Sudah mau hadir di dalam hidupku
Terimakasih
Sudah mau memberiku kesempatan untuk merasa bahagia lagi
Terimakasih
Atas satu tahun yang berharga ini
Satu tahun yang dihiasi banyak warna
Satu tahun yang dihiasi banyak cerita
Semoga tahun ini berubah menjadi belasan
Belasan menjadi puluhan
Puluhan menjadi selamanya
Ini hanya lah harapan dan doa kita berdua
Yang senantiasa kita haturkan pada setiap sujud kita
Terimakasih
Senantiasa mendoakan segala kebaikan untukku
Dan kebaikan untuk kita
Semoga malaikat di sekeliling kita
Ikut mengamini segala doa dan harapan baik kita
Dan semoga Allah mendengar serta mengabulkannya
Aamiin ya Rabb

Saturday, 30 April 2016

Untukmu

Teruntuk dirimu,
Kuucapkan terima kasih atas kehadiranmu 
Di dalam kehidupanku
Yang dulu sempat kelabu
Terimakasih untukmu
Yang telah memberi warna baru
Dalam hari-hariku
Terimakasih untukmu
Yang telah memberi pengalaman baru
Pelajaran baru
Ilmu baru
Dan segala hal yang baru

Teruntuk dirimu,
Kuucapkan semangat menjalani hidupmu
Hidupmu yang akan memasuki babak baru
Memulai langkah untuk cita-citamu
Untuk menggapai semua harapanmu
Dan untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingmu

Semoga Allah selalu menjagamu
Sayangku.

Sunday, 29 November 2015

Jangan Bilang Aku Sendu

Aku seorang yang melankolis
Seorang yang lebih mudah terbawa perasaan
Seorang yang bisa dibilang sensitif
Seorang yang mungkin bisa dibilang sebagai perasa

Kenangan dan rindu adalah dua hal yang melekat pada diriku
Keduanya seakan berada tepat di belakangku
Menoleh sedikit, bertemu kenangan
Menatapnya lebih dalam, menjadi sebuah kerinduan

Jakarta - Rumah - Keluarga
Tiga hal yang menjadi padu melebur jadi satu
Ke dalam kerinduan yang amat mendalam

Menangisi tiga hal itu merupakan hal biasa bagiku
Bagi diriku seorang perantau cilik di kota besar ini
Bagi diriku seorang pencari ilmu di kota yang jauh dari rumah
Jauh dari keluarga
Jauh dari Jakarta

Bosan sudah teman-temanku mendengar ceritaku tentang kesedihan ini
Tentang rasa rindu yang tak akan pernah ada habisnya
Tentang awan kelam yang ada diatas kepalaku saat kerinduan ini datang
Lelah sudah mereka melihatku terdiam, merenung dan menangis

Mungkin, mereka menganggapku lemah
Menilaiku cengeng
Memandangku rendah

Tapi tak mengapa
Karena aku tau, apa yang kutangisi adalah sesuatu yang berharga
Karena aku tau, air mataku untuk mereka tidaklah sia-sia

Mereka yang memandangku sendu
Tak tau bagaimana berharganya rumah dan keluarga bagiku
Tak mengerti seberapa besar kehangatan yang kudapat dari ketiganya
Tak paham bagaimana aku bisa hidup tanpa mereka
Karena Jakarta, rumah dan keluarga
Adalah hartaku yang paling berharga


Terimakasih

Selamat pagi matahariku di tengah hujan
Selamat pagi bungaku di musim gugur
Selamat pagi putihku di tengah hitam
Selamat pagi tawaku di tengah sendu 

Pagi ini aku merasa rindu
Rindu bukan sekadar rindu
Rindu yang dicampur rasa bahagia
Rindu padamu, pada rumahku, dan 
Bahagia karena telah memilikimu

Terimakasih senantiasa menjadi penghibur di tengah laraku
Terimakasih sudah memberiku setetes air di tengah dahagaku
Terimakasih 
Terimakasih
dan...
Terimakasih


Monday, 24 August 2015

Karena wanita mudah dibutakan oleh yang namanya materi

Untitled



Perempuan Wajib Bahagia


Semua orang pasti pernah merasakan kesedihan, terlebih lagi kaum hawa. Pribadinya  yang lembut dapat dengan mudah tersentuh dan mengeluarkan air mata. Kalau dikatakan perempuan itu sosok yang mudah menangis, saya setuju. Atau mungkin karena tipe saya yang melankolis? Hm saya rasa tidak juga. Semua perempuan pasti pernah menangis, apapun sebabnya. 

Kaum hawa juga mudah merasa tersakiti, baik itu oleh lawan jenis nya atau bahkan temannya sendiri. Tapi, mayoritas wanita menangis atau sedih adalah karena kaum adam. Entah perbuatan kaum adam tersebut disengaja atau tidak. 

Wanita yang senang berpikir dan meratapi kesedihannya pasti akan lebih lama bangkit dari rasa sedih. Padahal seperti apa yang dikatakan quotes di atas, perempuan yang bahagia jauh lebih cantik dan istimewa dari sekadar perempuan yang cantik secara fisik. Karena perempuan yang bahagia dapat memancarkan kecantikan dan aura positif dari dalam dirinya sendiri, bukan dari tebalnya make up ataupun modisnya pakaian. 

Ingin jadi wanita cantik seutuhnya? 
Berbahagialah.

Hanya sesederhana itulah jawabannya, wahai kaum hawa. 

Yuk Bahagia!


Positif thinking itu sangat penting. Dengan sugesti yang positif, kita juga akan menjalani hari dengan semangat yang positif. Maka dari itu, catatkan dalam hati Anda setiap harinya 

"Sorry sadness, today I'm choosing happiness" 
dan jangan biarkan kesedihan menghiasi hari Anda.

Long Distance Relationship?


Let It Go




Janji Allah nggak pernah ingkar, senantiasa memberikan sesuatu yang lebih baik lagi dari apa yang sudah ada sebelumnya. Kehilangan? Takut tidak dapat yang sebaik itu lagi? Tenang, Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi, pasti. 

Tapi, kunci utama agar kita mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi ialah keikhlasan. Sulit memang untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita harap dapat menjadi milik kita. Namun, yang namanya rezeki itu tidak akan pernah tertukar apalagi salah. Kalau sesuatu itu memang harus menjadi milik Anda, dia akan tetap menjadi milik Anda bagaimana pun caranya. Namun jika memang sesuatu itu bukan hak Anda, dia akan pergi seberapa kuat pun Anda mempertahankannya. 

Ketika Anda rela dan ikhlas akan sesuatu, niscaya Anda akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik lagi. Itulah janji Nya, Allah SWT>

Quote


"Aku berlindung kepadaMu dari ketidapastian masa depan, dari keputusan yang salah, dari pahitnya kenyataan, dari hati yang terbolak-balik, dan dari teman yang berkhianat"

Sederhana





Kalau cinta itu rumit, tinggalkanlah
Karena cinta sejati itu
SEDERHANA

- tere liye -

LDR

Aku hanya mampu
Memandangmu dari layar handphoneku
Aku hanya mampu
Mendengarmu dari speaker handphoneku

Beginilah nasib LDR
Terpisah jarak
Terpisah ruang
Terpisah waktu

Dinginnya rindu menyelimutiku
Panas api cemburu menyerangku
Hujan air mata karena ingin bertemu
Badai menyerang disaat jauh

Sangat ingin aku bertemu dirimu
Kekasihku
Rindu tak mampu dibendung
Sayangku
Tapi aku akan bersabar
Hingga waktu itu datang
Hingga kau kembali 
Hingga kita bertemu lagi

Melepas rindu yang meluap
Mewujudkan janji yang terucap
Dan membuat kebahagiaan yang lengkap
Dengan dirimu disisiku 
Tanpa adanya jarak, ruang, dan waktu
Wahai dirimu
Kekasihku

Friday, 21 August 2015

Sebelah Tangan Saja

Aku benci kehilangan
Aku benci kehancuran
Aku benci kesendirian
Aku benci kenyataan

Kenyataan yang menyakitkan
Kenyataan yang menyedihkan
Kenyataan yang menyeramkan
Kenyataan yang mengharukan

Mengharukan mengingat soal cinta
Cinta yang bertepuk sebelah tangan
Tangan hampa tak mampu menggapai
Menggapai angan dan khayalan
Khayalan manis tentang kita
Kita berdua membangun cinta
Cinta dan harapan bersama
Bersama menuju kebahagiaan
Kebahagiaan yang ternyata hanya lelucon
Lelucon untukmu seorang
Seorang yang kucinta
Kucinta sendiri tanpa balasan
Balasan rasa yang sama
Sama seperti apa yang kurasa
Kurasa semua hanya inginku
Inginku untuk memilikimu
Memilikimu untukku seorang
Seorang yang ternyata hanya
Hanya merasakan cinta

Cinta yang bertepuk sebelah tangan

Wednesday, 12 August 2015

Belajar Darimu

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana caranya menabung?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana supaya tidak boros?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa jago bahasa inggris?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa berani bermimpi?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bisa produktif sepanjang waktu?

Aku ingin belajar darimu
Bagaimana bangkit setelah tepuruk?

Tapi.. 
Ada hal lain yang lebih ingin kupelajari dari dirimu

Bagaimana bisa kau selalu ingin banyak memberi dan sedikit menerima?

Lima dari keenam mimpimu adalah keinginanmu untuk memberi

Bagaimana bisa?

Begitu mulia nya niat mu memberi

Tanpa mengharapkan banyak menerima

Sedangkan aku? Hanya berusaha menerima 

Dan mengenyampingkan memberi

Aku ingin belajar darimu

Yang seperti itu

Kekasihku

Mimpi

Dulu, kupikir bermimpi itu mudah.
Dan memang benar, mudah..
Mudah bagi mereka yang tidak menyelipkan niat pada mimpi-mimpi itu
Mudah bagi mereka yang menuliskan mimpi tanpa harapan

Aku
Yang menginginkan mimpiku penuh harapan
Tak berani
Tak berani menggantung mimpiku tinggi-tinggi
Mungkin aku
Tak berani bermimpi

Hingga kutemukan dirimu
Yang melahirkan keberanian dalam diriku
Untuk menggantung tinggi setiap mimpiku

Bukan mimpi sekadar mimpi
Bukan harapan sebatas harapan
Ketika keduanya bertemu
Lahirlah yang ketiga dan keempat
Usaha dan keinginan

Aku menggantung mimpiku
Bukan tanpa usaha
Aku mencapai mimpiku
Tentu lebih berusaha

Tak pernah aku mempunyai mimpi-mimpi
Se-indah ini
Se-berani ini
Se-seru ini

Aku bermimpi beriringan dengan usaha
Aku bermimpi bertemankan perjuangan
Begitu ingin aku mewujudkan
Satu persatu mimpi yang kutuliskan
Bersamamu..
Aku yakin dapat mewujudkannya

Terimakasih untukmu
Pembuat keberanian dalam diriku

Tuesday, 11 August 2015

Rindu

Bukan pertama kali aku merindu
Terlebih lagi untuk dirimu
Sebelum kita bertemu
Kita pernah terpisah jauh

Kali ini pun,
Kita sedang terpisah jauh
Ya Allah..
Apakah dia tau bahwa aku tengah merindu?

Aku tau ini memang jalannya
Aku tau ini memang kewajibannya
Sehingga aku harus sabar menantinya

Ya Allah..
Sebelumnya, aku tak pernah menangis karenanya
Sampai saat ini pun, tidak
Namun ternyata..
Kerinduanku padanya lah,
Yang membuatku meneteskan air mata

Membaca pesannya
Merasakan kehadirannya
Menambah perihnya hati ini
Menambah besarnya kerinduan ini

Perihal jarak tak sederhana
Perihal rindu pun sama
Kutitipkan sajalah ke dalam doa
Agar kau mampu merasa
Yang tengah berkecamuk dalam dada
Rindu untukmu, sang belahan jiwa

Monday, 10 August 2015

Tunggu Aku Disana

Pagi ini, kau pergi
Pergi meninggalkanku lebih dulu
Bukan, bukan untuk selamanya
Melainkan hanya untuk sementara

Pergimu untuk sesuatu di masa depan
Pergimu untuk meraih sebuah harapan
Pergimu untuk sebuah perjuangan
Pergimu untuk mendapat kebahagiaan

Kelak, aku akan menyusulmu
Aku tau ini hanya perihal waktu
Namun maafkan aku
Yang tak bisa menahan rindu

Doaku selalu besertamu, sayang
Tunggu aku disana
Menemani mu berjuang
Untuk meraih satu persatu
Mimpi mimpi indah kita

Tunggu aku disana
Sayang..

Monday, 3 August 2015

Berlatih Melupakanmu

Rasa sakit masih sedikit membekas di hatiku, rasa kecewa masih cukup menemani bayangmu dalam pikiranku, sampai kapan aku harus mengingatmu?

Kulihat dari kejauhan, kau telah menemukan kebahagiaanmu. Entah kebahagiaan yang tulus, atau kebahagiaan sandiwara. Entah kebahagiaan yang mampu bertahan lama, atau kandas seperti biasa. Entahlah, sesuka hatimu saja. 

Berbulan-bulan rasanya aku mencoba menghilangkan rasa dan bayang bayang akan dirimu. Sedikit demi sedikit, aku mampu. Sedikit demi sedikit, hati ini terobati. Namun, sesekali juga aku terjatuh kembali, sesekali juga rasa rindu kembali menyelimuti hati yang sepi ini. 

Melihatmu bahagia? Alhamdulillah. Apa aku terlihat munafik saat mengatakan ini? Mungkin. Tapi tenang saja, rasa syukurku melihat kebahagiaanmu disertai dengan sedikit harapan nakalku yang mengharapkan engkau kembali ke dalam pelukanku. Walau aku tau, saat ini kau telah memiliki yang baru. 

Setiap kali aku berdoa, aku selalu memohon pada Yang Kuasa untuk membuat hatiku lebih tegar lagi setiap harinya. Bagaimana pun caranya. Hingga suatu saat aku merasa menemukan cara sendiri untuk membuatku melupakan dirimu. 

Semacam berlatih, mengulang kenangan pahit dalam bayangan agar rasa rindu ini kian berkurang, agar rasa sayang ini semakin menghilang. Awalnya memang terasa sakit, terasa pahit. Harus membayangkan kembali apa yang membuatku menangis berhari-hari. Namun aku tau, semakin lama, kenangan yang kuingat secara paksa itu semakin ingin lepas. Cerita dari ketidakmungkinan kita untuk bersama semakin mendorong semua tentangmu untuk pergi meninggalkan jiwaku. Walau sulit, namun tetap kucoba. 

Hingga aku yakin akan ada suatu hari dimana aku bisa merasa biasa saja ketika kembali mengulang segala kenangan yang pernah kita lewati bersama dan pada saat itulah aku mampu berkata selamat tinggal seutuhnya kepada dirimu yang telah membuatku merasakan pahitnya sebuah kenyataan dari sesuatu bernama CINTA.