SpongeBob SquarePants

Tuesday, 28 June 2011

Berartinya Namaku

Suatu pagi, aku terbangun. Ku dengar adzan subuh berkumandang. Aku segera menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu, setelah itu melaksanakan ibadah sholat subuh. Selesainya sholat, aku kembali ke tempat tidur. Ingin melanjutkan tidurku, namun tidak bisa. Tak tahu mengapa rasa kantuk hilang entah kemana. Aku merasa bosan, dan bingung harus melakukan apa. Tak sengaja, kulihat sebuah buku tergeletak di atas lemari kecilku. Di halaman paling depan tertuliskan sebuah judul "Nama-nama Terbaik di Dunia", dari judul dan gambarnya aku tahu, isinya adalah sejumlah nama-nama baik yang dapat digunakan untuk anak-anak di seluruh dunia. Aku pun tertarik untuk membacanya. Aku membuka halaman demi halaman, hingga kutemukan namaku. Aku melihat namaku beserta artinya, Shella : Gadis. Aku berpikir, 'Singkat banget artinya. Mama kok ngasih nama aku cuma berarti satu kata doang ya?'. Lalu, aku mencari arti dari nama belakangku. Anastasia. Kubuka halaman awal dan kutemukan namaku tertera disana. Anastasia : Orang yang dapat bangkit. Aku terkejut, pikirku 'Orang yang dapat bangkit? Bangkit dari kematian?', gumamku heran. Namun aku coba mengartikannya lebih dalam, Shella berarti gadis, dan Anastasia berarti orang yang dapat bangkit. Jika digabung menjadi Shella Anastasia, namaku akan memiliki arti 'Gadis yang dapat bangkit'. Memang terkesan aneh, tapi kutelusuri kembali jalan hidupku. Jujur, perjalanan hidupku cukup menegangkan, tidak jarang aku mengalami masalah serius dalam hidupku, berawal dari masalah keluarga, masalah sekolah, masalah teman. Semua masalah-masalah itu cukup serius dan berat untukku. Seringkali aku mengalami stress, kegagalan, terpuruk, kehilangan semangat, bahkan putus asa. Namun, seiring berjalannya waktu, aku semakin dewasa. Aku semakin bisa melihat dampak positif dari semua itu. Tidak terlepas dukungan dan support dari orang-orang tertentu, menghasilkan keadaan yang memaksaku untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan ku dan memperbaiki kembali jalan hidupku. Kini aku mengerti, namaku memiliki arti yang sesuai. 'Gadis yang dapat bangkit', ya, aku adalah gadis itu, gadis yang dapat bangkit. Bukan dari kematian, melainkan dari keterpurukan dan keputus-asa an. Kini aku merasakan betapa berartinya namaku, nama yang sejujurnya mengandung doa dan harapan :) yang dapat kujadikan acuan dalam menjalani hari-hariku berikutnya.

Saturday, 26 March 2011

Tentang Cinta

Nulis itu emang paling gampang ngebahas tentang cinta. Banyak banget ide bertemakan cinta. Nggak pernah ada habisnya ngomongin soal yang satu ini. Buat siapapun yang punya cerita cinta yang menarik, sini kasih tau gue. Nanti gue jadiin cerpen :D hehehe. Buat nambahin postingan, buat ngasih pengalaman juga. hehehe, email aja ke anastasiashella@yahoo.co.id ya :D

Ruang Khusus di Hatiku

Aku seorang remaja perempuan berumur 16 tahun. Namaku Davina. Ini cerita tentang persoalan cintaku. Mungkin, terlalu dini untuk seorang remaja seumurku berbicara tentang cinta sejati. Namun, aku sadar, itulah yang kurasakan saat ini. Aku telah mempunyai kekasih, dia seumur denganku. Dia orang yang sangat baik, perhatian, begitu sayang dan peduli padaku. Aku sangat menyayanginya, mencintainya, dan bahkan membutuhkannya. Aku suka semua yang ada pada dirinya, semua sikap dan sifatnya. Namun, ada satu hal yang begitu sulit kami satukan. Satu hal yang merupakan benteng besar nan tinggi yang menghalangi kami. Keyakinan. Keyakinan yang aku miliki berbeda dengannya. Aku telah mengetahui dari awal, namun, dari awal pula aku tak bisa menolak kehadirannya, tak bisa mengingkari isi hatiku, bahwa aku menginginkannya. Mungkin, ini bukan hanya terjadi pada kami, aku yakin diluar sana banyak kisah cinta seperti ini. Kadang aku berpikir, kenapa perbedaan itu harus ada? Tapi aku tau, Tuhan mempunyai alasan terbaik untuk menciptakan perbedaan itu. Kemudian aku berpikir, kenapa aku harus bertemu dengannya? Sementara kami berbeda? Tapi aku kembali sadar, Tuhan mempunyai alasan terbaik untuk mempertemukan kami. Dan aku tak pernah menyesal bertemu dengannya dan menjalani hubungan seperti saat ini. Melainkan aku bersyukur, karenanya, aku bisa merasakan indahnya hidup :) Lalu, suatu hari aku dan dia terlibat pembicaraan yang serius. Aku yang memulainya. "Man, kamu tau nggak apa doaku di setiap aku selesai sholat?", tanyaku."Apa?",tanyanya. "Aku nggak minta apa-apa, aku cuma minta sama Allah, supaya aku bisa sama kamu terus, selamanya", aku dan Nyoman terdiam sejenak. Dengan tatapan yang hangat, Nyoman bicara "Hmm.. keinginan yang baik. Aku juga mau sama kamu terus, selamanya", jawabnya. Seketika aku merasa lemah, aku tahu, itu tidak dapat terjamin, dengan perbedaan yang begitu jelas antara kami. Rasanya aku ingin menangis, namun kupendam. "Jangan nangis dong..", sambar Nyoman seketika. Inilah kelebihan Nyoman, dia selalu tau apa yang aku rasakan. Membuatku semakin nyaman bersamanya. "Man, kamu tau nggak Mama pernah nanya sama aku?", Nyoman menggeleng. "Mama nanya gini, 'Vin, kamu masih pacaran ya sama orang Bali itu?'. Aku kaget lho pas ditanya gitu.", "Terus, kamu jawab apa?", "Aku diem aja, hehe.. tapi mama bilang gini ke aku.. 'Awas ya Vin, kalo kamu jatuh cinta sama dia, nanti kalo udah cinta, susah lepas. Kamu harus inget, dari sisi manapun, kamu nggak bisa sama dia, kita jelas beda. Mama nggak mungkin nerima dia.' aku langsung sedih deh", ceritaku sambil menahan tangis. Nyoman terdiam, sambil tersenyum. Kami berdua tahu, masih terlalu jauh untuk bicara ke arah sana. Kami terdiam, dan memutuskan untuk tetap menjalani hubungan ini. Kata Nyoman "Yah, kita kan belum tau. Siapa tau nanti kita bisa bersatu, nggak tau gimana caranya", katanya. "Tuhan pasti punya rencana sendiri ya Man.", "Nggak ada yang nggak mungkin kok Vin, kamu tenang aja.", dia tersenyum. Aku merasa tenang melihatnya. Lalu setelah sama-sama terdiam, "Man, satu yang harus kamu tahu, kamu selalu ada di hati aku.", kataku sambil tersenyum hangat. "Aku juga, Vin", jawabnya. "Man, kalaupun suatu saat nanti kita harus berpisah, terpaksa berpisah, kamu harus tahu ya, kamu tetep ada di hati aku selamanya. Aku akan terus ada buat kamu, dan perasaan aku nggak akan pernah berubah", kali ini aku benar-benar tak kuasa menahan air mata, mataku berkaca-kaca dan dia memberikan ku tissue. "Tapi Vin, satu yang aku minta sama kamu. Kamu jangan pernah kecewain orang yang selalu sayang sama kamu nantinya.", "Maksud kamu?", "Ya, nanti kamu jangan bikin orang yang udah sayang sama kamu jadi kecewa, kamu harus cinta sama dia kayak kamu cinta sama aku.", aku segera menjawab. "Nggak bisa Man, aku nggak akan pernah bisa cinta sama orang lain, kayak aku cinta sama kamu.", "Hm.. sama sih Vin, sejujurnya aku juga nggak bisa..", katanya sambil tersenyum. "Ya udahlah Man, bisa nangis aku kalo ngomongin ini terus.", aku pun menghentikan pembicaraan menyedihkan ini. "Yang penting kamu tahu, kalo kamu itu akan selalu ada di hatiku. Ada ruang khusus di hatiku yang cuma bisa diisi sama kamu, cinta kamu, dan semua tentang kamu" :)

Sunday, 20 March 2011

That Should Be Me

Everybody's laughing in my mind
Rumors spreading 'bout this other guy
Do you do what you did, when you did with me?
Does he love you the way I can?
Did you forget all the plans that you made with me?
'Cause baby, I didn't

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me
That should be me

You said you needed a little time for my mistakes
It's funny how you use that time to have me replaced
Did you think that I wouldn't see you out at the movies?
Whatcha doing to me?

You're taken' him where we used to go
Now if you're trying to break my heart
It's working 'cause you know

That, that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that should be me

I need to know should I fight for our love or disown?
It's getting harder to shield this pain in my heart, ooh

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me, ooh

Holding your hand, that should be me
The one making you laugh, oh baby
Oh, that should be me, yeah

That should be me, giving you flowers
That should be me, talking for hours
That should be me, that should be me
That should be me

Never should've let you go
I never should've let you go
That should be me
Never should've let you go
That should be me

Never should've let you go
Never should've let you go
That should be me

Sulitnya Menjadi Dewasa

Sebenernya hal ini sudah berkali-kali saya rasakan. Namun, baru ada kesempatan untuk menceritakannya dalam blog ini. Ini kisah saya dengan pacar saya, INCK :) Jujur, saya sangat menyayanginya, dia laki-laki yang baik, dan terbaik untuk saya (menurut saya), sebenarnya saya selalu ingin menjadi "wanita" di hadapannya (dapat dilihat ciri-ciri "wanita" yang benar dalam article lama saya), saya selalu ingin jadi yang terbaik untuknya, tapi ternyata banyak sekali setan penggoda yang membuat saya menjadi menyebalkan di hadapannya, bukan seperti "wanita" yang saya inginkan. Saya berusaha untuk tidak marah atau ngambek hanya karena hal-hal kecil, saya berusaha mengerti dia, saya berusaha menjadi dewasa, tapi ternyata itu tidak mudah. Berkali-kali saya sadar, kalau saya bertindak kekanak-kanakan di depannya, bersikap menyebalkan, merepotkan, manja, egois, jauh dari kata dewasa dan ciri-ciri "Wanita" yang amat saya dambakan. Saya berusaha tidak memasang wajah cemberut saat jalan bersamanya, walaupun ada hal tidak enak yang terjadi. Saya berusaha tetap tersenyum dan menunjukkan bahwa saya tetap senang pergi bersamanya, tapi ternyata lagi-lagi, itu tidak mudah -_____-, saya berusaha tidak egois dan memaksakan kehendak saya, itu susah -_____- saya berusaha tidak manja, itu susah -_____-, seringkali saya sedih dan malu setiap kali membuatnya kecewa dengan sikap dan sifat-sifat jelek saya, saya sangaaaaaaaaat menyesal, setiap kali bertindak egois di hadapannya, saya tidak mau seperti itu :( tapi susah :( saya juga sangat amat menyesal setiap saya melukai perasaanya saya, seringkali saya merasa saya adalah orang paling jahat, yang tega melukai perasaan orang sebaik dia, seringkali saya mengangis dalam penyesalan saya. Saya sedih setiap kali melakukan kesalahan, saya benar-benar tidak tenang. Dan saya sadar, saat saya menangis, saya merasakan sesuatu yang beda. Penyesalan yang begitu dalam dan menyakitkan, tapi saya juga tahu kalau itu semua merupakan pertanda besar, yaitu saya sangat menyayanginya. INCK :) iloveyoualwaysssssssssssssssssssss

Beda

Menurutku, ini masalah yang cukup rumit dan melelahkan, tapi entah bagaimana dengan kalian.

Namaku Celline, umurku sekarang 16 tahun, singkat saja aku terlahir dari kedua orangtua yang... berbeda agama. Aku tak pernah tahu dan tak pernah ingin tahu bagaimana hal itu dapat terjadi, sampai aku terlahir ke dunia ini. Ayahku seorang Christiani dan ibuku seorang Muslim. Tapi aku baru mengerti tentang perbedaan itu ketika aku sudah duduk di sekolah dasar, sebab sedari kecil aku diajarkan menganut agama kristen, sejak di taman kanak-kanak aku disekolahkan di sekolah Kristen, saat usia sekolah dasar pun aku sekolah di sekolah katolik. Aku mengikuti itu semua, sesuai apa yang diajarkan orangtuaku, walaupun aku menemukan banyak kejanggalan. Aku tinggal bersama keluarga ibuku, aku sadar ketiga kakak ku, nenek ku, kakek ku bahkan saudara-saudara dari ibuku berbeda dengan aku, ayahku dan ibuku. Sepertinya hanya kami bertiga yang menjadi seorang Christiani. Mereka semua muslim, tapi aku tetap tidak mengerti sepenuhnya, aku hanya mengikuti alur kehidupanku seperti biasa. Hingga saat duduk di sekolah dasar, semua berubah. Singkatnya, aku tahu ibuku kini seorang muslim, sama seperti keluarga-keluargaku yang lain. Aku hanya anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Aku hanya mengikuti apa yang orang sekitarku lakukan. Maaf, aku tidak bisa menceritakan semua secara lengkap walau di otak dan benakku begitu banyak kenyataan yang ingin kuungkapkan. Intinya, semua keadaan berubah, berubah dan berubah. Akhirnya aku menjadi seorang anak hasil "broken home", tak pernah tahu apa sebab yang jelas, lagi lagi aku hanya mengikuti takdir hidupku.

Kini aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dan aku mulai memiliki rasa suka dengan lawan jenisku. Ya, dan aku menemukan seseorang yang benar-benar sangat berarti bagiku. Aku sangat menyayanginya, mencintainya dan selalu ingin bersamanya. Tapi, :( selalu datang satu hal yang terkadang membuatku harus membuang jauh-jauh khayalan indahku bersamanya. Ya, kami berbeda, aku dan dia berbeda, kini hal yang pernah dialami ayah ibuku terjadi pada diriku sendiri. Kini aku seorang Muslim, dan dia seorang Hindu :') Aku tak pernah menyangka akan menjadi kekasihnya, tapi yang aku tahu saat ini aku benar-benar membutuhkannya. Di tengah kerasnya kehidupan, dia bisa membuatku merasakan kehidupan yang lembut di hari-hariku, di tengah kecemasan yang melanda diriku, dia bisa menenangkanku, di tengah kesepian dan kesendirianku, dia bisa meramaikan duniaku, di tengah-tengah rasa kehausan kasih sayang, dia bisa membanjiri diriku dengan kasih sayang utuh dan tulus. Dia bisa melakukan itu semua. Tapi, aku bimbang, aku tahu dia dan aku berbeda dan aku sadar keluargaku melarangku berhubungan dengannya. Aku sudah sangat merasa nyaman disisinya, bahkan aku tak pernah ada niat untuk meninggalkannya untuk yang lain, aku tak pernah bermimpi lepas dari pelukannya. Tak pernah sedetikpun. Aku ingin bahagia bersamanya, walaupun sesungguhnya masih teramat jauh untuk berbicara ke sana. Aku bingung, aku hidup di tengah-tengah perbedaan, berbeda dengan ayahku sendiri, dan kini dengan seseorang yang kukasihi. Ya Tuhan, aku hanya bisa berdoa, sekiranya aku masih diberikan kesempatan untuk berbahagia dengan mereka yang jelas berbeda denganku. :)

Untuk kedua orang yang paling kukasihi namun berbeda dengan diriku, aku akan selalu menyayangi kalian, kalian akan ada di dalam hatiku selamanya :)

Hidup itu Adil :)

Ide cerita ini berdasarkan kejadian yang saya lihat langsung pada hari ini 20 Januari 2011, kejadian nyata yang terjadi dengan teman teman sekolah saya.

Berawal pada saat pelajaran Matematika, masuklah guru matematika kami, Bu "J" ke kelas kami, XI IPA 2, melalui informasi yang kami dapat dari kelas sebelumnya, kami mengetahui bahwa sang guru akan membagikan hasil ulangan harian yang baru saja dilaksanakan 2 hari yang lalu. Sebelumnya, kelas kami telah membahas tentang soal itu bersama sang guru di jam tambahan pelajaran. Kebanyakan dari kami merasa ada beberapa nomor yang salah disebabkan kurang telitinya kami menghitung, sehingga kami merasa sangat takut untuk mengetahui hasil ulangan itu. Kami semua berdoa supaya nilai kami masing-masing memuaskan.

Akhirnya tibalah saat saat menegangkan itu, sang guru mulai memanggil nama kami satu persatu, sampai akhirnya nama sayalah yang disebutkan. Saya maju ke depan kelas menghampiri meja guru sambil terus berdoa, dan saya melihat dari kejauhan, nilai 70 yang tertera di kertas ulangan saya. Alhamdulillah, saya sedikit lega dan bersyukur karena itu berarti nilai saya tuntas dan tidak perlu ulangan lagi (remidial). Walaupun sebenarnya nilai itu pas sekali dengan nilai ketuntasan mata pelajaran matematika, saya tetap bersyukur. Setelah itu, keadaan kelas mulai ramai, saling bertanya satu sama lain akan nilai yang diperoleh. Ternyata banyak teman-teman saya yang nilainya belum tuntas, bahkan yang biasanya lebih pintar dari saya pun harus mendapat nilai dibawah nilai tuntas. Tak berapa lama kemudian, saya melihat salah satu teman saya menangis lantaran nilainya yang tidak tuntas, kemudian bertambah lagi satu orang teman saya menangis, kali ini teman dekat saya bernama "F", sebenarnya dia anak yang sangat pintar, jauh lebih pintar dari saya, tapi kali ini pertama kalinya saya mendengar dia remedial matematika, cukup membuat saya tercengang juga. Entah mengapa dia menangis, tapi yang jelas ada hubungannya dengan nilai matematika. Kemudian "D", kali ini dia juga menangis lantaran nilai matematikanya :(. Semua bersedih, semua menangis. "Ironis" pikirku dalam hati. Mereka anak-anak yang menurut saya pintar, baru remedial matematika sekali saja, sudah menangis seperti itu. Bagaimana dengan saya? Yang mengalami masalah hidup yang berat, yang kesepian, yang mengalami "drop" dengan nilai diantara teman-teman saya yang pintar, tapi saya tetap bisa tersenyum :) dari situ saya merasa bersyukur, saya sudah terbiasa mungkin dengan masalah-masalah yang tidak mudah, tapi secara otomatis itu membuat saya lebih siap jika menghadapi masalah lain yang lebih mudah (untuk saya) yang mungkin dianggap sulit oleh teman-teman saya. Saya tahu, Tuhan itu adil, memberikan hidup yang adil pula untuk semua umatnya. Mereka bisa menangis hanya karena nilai matematika mereka yang jelek hanya satu kali, tapi saya masih bisa tersenyum dengan segala masalah yang ada :) saya merasa lebih dewasa, tegar dan kuat. Ayo teman-teman, jangan putus asa. Kita bangkit sama-sama, roda itu berputar :) tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah :) keep smiling guys!

Tuesday, 28 June 2011

Berartinya Namaku

Suatu pagi, aku terbangun. Ku dengar adzan subuh berkumandang. Aku segera menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu, setelah itu melaksanakan ibadah sholat subuh. Selesainya sholat, aku kembali ke tempat tidur. Ingin melanjutkan tidurku, namun tidak bisa. Tak tahu mengapa rasa kantuk hilang entah kemana. Aku merasa bosan, dan bingung harus melakukan apa. Tak sengaja, kulihat sebuah buku tergeletak di atas lemari kecilku. Di halaman paling depan tertuliskan sebuah judul "Nama-nama Terbaik di Dunia", dari judul dan gambarnya aku tahu, isinya adalah sejumlah nama-nama baik yang dapat digunakan untuk anak-anak di seluruh dunia. Aku pun tertarik untuk membacanya. Aku membuka halaman demi halaman, hingga kutemukan namaku. Aku melihat namaku beserta artinya, Shella : Gadis. Aku berpikir, 'Singkat banget artinya. Mama kok ngasih nama aku cuma berarti satu kata doang ya?'. Lalu, aku mencari arti dari nama belakangku. Anastasia. Kubuka halaman awal dan kutemukan namaku tertera disana. Anastasia : Orang yang dapat bangkit. Aku terkejut, pikirku 'Orang yang dapat bangkit? Bangkit dari kematian?', gumamku heran. Namun aku coba mengartikannya lebih dalam, Shella berarti gadis, dan Anastasia berarti orang yang dapat bangkit. Jika digabung menjadi Shella Anastasia, namaku akan memiliki arti 'Gadis yang dapat bangkit'. Memang terkesan aneh, tapi kutelusuri kembali jalan hidupku. Jujur, perjalanan hidupku cukup menegangkan, tidak jarang aku mengalami masalah serius dalam hidupku, berawal dari masalah keluarga, masalah sekolah, masalah teman. Semua masalah-masalah itu cukup serius dan berat untukku. Seringkali aku mengalami stress, kegagalan, terpuruk, kehilangan semangat, bahkan putus asa. Namun, seiring berjalannya waktu, aku semakin dewasa. Aku semakin bisa melihat dampak positif dari semua itu. Tidak terlepas dukungan dan support dari orang-orang tertentu, menghasilkan keadaan yang memaksaku untuk bangkit. Bangkit dari keterpurukan ku dan memperbaiki kembali jalan hidupku. Kini aku mengerti, namaku memiliki arti yang sesuai. 'Gadis yang dapat bangkit', ya, aku adalah gadis itu, gadis yang dapat bangkit. Bukan dari kematian, melainkan dari keterpurukan dan keputus-asa an. Kini aku merasakan betapa berartinya namaku, nama yang sejujurnya mengandung doa dan harapan :) yang dapat kujadikan acuan dalam menjalani hari-hariku berikutnya.

Saturday, 26 March 2011

Tentang Cinta

Nulis itu emang paling gampang ngebahas tentang cinta. Banyak banget ide bertemakan cinta. Nggak pernah ada habisnya ngomongin soal yang satu ini. Buat siapapun yang punya cerita cinta yang menarik, sini kasih tau gue. Nanti gue jadiin cerpen :D hehehe. Buat nambahin postingan, buat ngasih pengalaman juga. hehehe, email aja ke anastasiashella@yahoo.co.id ya :D

Ruang Khusus di Hatiku

Aku seorang remaja perempuan berumur 16 tahun. Namaku Davina. Ini cerita tentang persoalan cintaku. Mungkin, terlalu dini untuk seorang remaja seumurku berbicara tentang cinta sejati. Namun, aku sadar, itulah yang kurasakan saat ini. Aku telah mempunyai kekasih, dia seumur denganku. Dia orang yang sangat baik, perhatian, begitu sayang dan peduli padaku. Aku sangat menyayanginya, mencintainya, dan bahkan membutuhkannya. Aku suka semua yang ada pada dirinya, semua sikap dan sifatnya. Namun, ada satu hal yang begitu sulit kami satukan. Satu hal yang merupakan benteng besar nan tinggi yang menghalangi kami. Keyakinan. Keyakinan yang aku miliki berbeda dengannya. Aku telah mengetahui dari awal, namun, dari awal pula aku tak bisa menolak kehadirannya, tak bisa mengingkari isi hatiku, bahwa aku menginginkannya. Mungkin, ini bukan hanya terjadi pada kami, aku yakin diluar sana banyak kisah cinta seperti ini. Kadang aku berpikir, kenapa perbedaan itu harus ada? Tapi aku tau, Tuhan mempunyai alasan terbaik untuk menciptakan perbedaan itu. Kemudian aku berpikir, kenapa aku harus bertemu dengannya? Sementara kami berbeda? Tapi aku kembali sadar, Tuhan mempunyai alasan terbaik untuk mempertemukan kami. Dan aku tak pernah menyesal bertemu dengannya dan menjalani hubungan seperti saat ini. Melainkan aku bersyukur, karenanya, aku bisa merasakan indahnya hidup :) Lalu, suatu hari aku dan dia terlibat pembicaraan yang serius. Aku yang memulainya. "Man, kamu tau nggak apa doaku di setiap aku selesai sholat?", tanyaku."Apa?",tanyanya. "Aku nggak minta apa-apa, aku cuma minta sama Allah, supaya aku bisa sama kamu terus, selamanya", aku dan Nyoman terdiam sejenak. Dengan tatapan yang hangat, Nyoman bicara "Hmm.. keinginan yang baik. Aku juga mau sama kamu terus, selamanya", jawabnya. Seketika aku merasa lemah, aku tahu, itu tidak dapat terjamin, dengan perbedaan yang begitu jelas antara kami. Rasanya aku ingin menangis, namun kupendam. "Jangan nangis dong..", sambar Nyoman seketika. Inilah kelebihan Nyoman, dia selalu tau apa yang aku rasakan. Membuatku semakin nyaman bersamanya. "Man, kamu tau nggak Mama pernah nanya sama aku?", Nyoman menggeleng. "Mama nanya gini, 'Vin, kamu masih pacaran ya sama orang Bali itu?'. Aku kaget lho pas ditanya gitu.", "Terus, kamu jawab apa?", "Aku diem aja, hehe.. tapi mama bilang gini ke aku.. 'Awas ya Vin, kalo kamu jatuh cinta sama dia, nanti kalo udah cinta, susah lepas. Kamu harus inget, dari sisi manapun, kamu nggak bisa sama dia, kita jelas beda. Mama nggak mungkin nerima dia.' aku langsung sedih deh", ceritaku sambil menahan tangis. Nyoman terdiam, sambil tersenyum. Kami berdua tahu, masih terlalu jauh untuk bicara ke arah sana. Kami terdiam, dan memutuskan untuk tetap menjalani hubungan ini. Kata Nyoman "Yah, kita kan belum tau. Siapa tau nanti kita bisa bersatu, nggak tau gimana caranya", katanya. "Tuhan pasti punya rencana sendiri ya Man.", "Nggak ada yang nggak mungkin kok Vin, kamu tenang aja.", dia tersenyum. Aku merasa tenang melihatnya. Lalu setelah sama-sama terdiam, "Man, satu yang harus kamu tahu, kamu selalu ada di hati aku.", kataku sambil tersenyum hangat. "Aku juga, Vin", jawabnya. "Man, kalaupun suatu saat nanti kita harus berpisah, terpaksa berpisah, kamu harus tahu ya, kamu tetep ada di hati aku selamanya. Aku akan terus ada buat kamu, dan perasaan aku nggak akan pernah berubah", kali ini aku benar-benar tak kuasa menahan air mata, mataku berkaca-kaca dan dia memberikan ku tissue. "Tapi Vin, satu yang aku minta sama kamu. Kamu jangan pernah kecewain orang yang selalu sayang sama kamu nantinya.", "Maksud kamu?", "Ya, nanti kamu jangan bikin orang yang udah sayang sama kamu jadi kecewa, kamu harus cinta sama dia kayak kamu cinta sama aku.", aku segera menjawab. "Nggak bisa Man, aku nggak akan pernah bisa cinta sama orang lain, kayak aku cinta sama kamu.", "Hm.. sama sih Vin, sejujurnya aku juga nggak bisa..", katanya sambil tersenyum. "Ya udahlah Man, bisa nangis aku kalo ngomongin ini terus.", aku pun menghentikan pembicaraan menyedihkan ini. "Yang penting kamu tahu, kalo kamu itu akan selalu ada di hatiku. Ada ruang khusus di hatiku yang cuma bisa diisi sama kamu, cinta kamu, dan semua tentang kamu" :)

Sunday, 20 March 2011

That Should Be Me

Everybody's laughing in my mind
Rumors spreading 'bout this other guy
Do you do what you did, when you did with me?
Does he love you the way I can?
Did you forget all the plans that you made with me?
'Cause baby, I didn't

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me
That should be me

You said you needed a little time for my mistakes
It's funny how you use that time to have me replaced
Did you think that I wouldn't see you out at the movies?
Whatcha doing to me?

You're taken' him where we used to go
Now if you're trying to break my heart
It's working 'cause you know

That, that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that should be me

I need to know should I fight for our love or disown?
It's getting harder to shield this pain in my heart, ooh

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me

That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me, ooh

Holding your hand, that should be me
The one making you laugh, oh baby
Oh, that should be me, yeah

That should be me, giving you flowers
That should be me, talking for hours
That should be me, that should be me
That should be me

Never should've let you go
I never should've let you go
That should be me
Never should've let you go
That should be me

Never should've let you go
Never should've let you go
That should be me

Sulitnya Menjadi Dewasa

Sebenernya hal ini sudah berkali-kali saya rasakan. Namun, baru ada kesempatan untuk menceritakannya dalam blog ini. Ini kisah saya dengan pacar saya, INCK :) Jujur, saya sangat menyayanginya, dia laki-laki yang baik, dan terbaik untuk saya (menurut saya), sebenarnya saya selalu ingin menjadi "wanita" di hadapannya (dapat dilihat ciri-ciri "wanita" yang benar dalam article lama saya), saya selalu ingin jadi yang terbaik untuknya, tapi ternyata banyak sekali setan penggoda yang membuat saya menjadi menyebalkan di hadapannya, bukan seperti "wanita" yang saya inginkan. Saya berusaha untuk tidak marah atau ngambek hanya karena hal-hal kecil, saya berusaha mengerti dia, saya berusaha menjadi dewasa, tapi ternyata itu tidak mudah. Berkali-kali saya sadar, kalau saya bertindak kekanak-kanakan di depannya, bersikap menyebalkan, merepotkan, manja, egois, jauh dari kata dewasa dan ciri-ciri "Wanita" yang amat saya dambakan. Saya berusaha tidak memasang wajah cemberut saat jalan bersamanya, walaupun ada hal tidak enak yang terjadi. Saya berusaha tetap tersenyum dan menunjukkan bahwa saya tetap senang pergi bersamanya, tapi ternyata lagi-lagi, itu tidak mudah -_____-, saya berusaha tidak egois dan memaksakan kehendak saya, itu susah -_____- saya berusaha tidak manja, itu susah -_____-, seringkali saya sedih dan malu setiap kali membuatnya kecewa dengan sikap dan sifat-sifat jelek saya, saya sangaaaaaaaaat menyesal, setiap kali bertindak egois di hadapannya, saya tidak mau seperti itu :( tapi susah :( saya juga sangat amat menyesal setiap saya melukai perasaanya saya, seringkali saya merasa saya adalah orang paling jahat, yang tega melukai perasaan orang sebaik dia, seringkali saya mengangis dalam penyesalan saya. Saya sedih setiap kali melakukan kesalahan, saya benar-benar tidak tenang. Dan saya sadar, saat saya menangis, saya merasakan sesuatu yang beda. Penyesalan yang begitu dalam dan menyakitkan, tapi saya juga tahu kalau itu semua merupakan pertanda besar, yaitu saya sangat menyayanginya. INCK :) iloveyoualwaysssssssssssssssssssss

Beda

Menurutku, ini masalah yang cukup rumit dan melelahkan, tapi entah bagaimana dengan kalian.

Namaku Celline, umurku sekarang 16 tahun, singkat saja aku terlahir dari kedua orangtua yang... berbeda agama. Aku tak pernah tahu dan tak pernah ingin tahu bagaimana hal itu dapat terjadi, sampai aku terlahir ke dunia ini. Ayahku seorang Christiani dan ibuku seorang Muslim. Tapi aku baru mengerti tentang perbedaan itu ketika aku sudah duduk di sekolah dasar, sebab sedari kecil aku diajarkan menganut agama kristen, sejak di taman kanak-kanak aku disekolahkan di sekolah Kristen, saat usia sekolah dasar pun aku sekolah di sekolah katolik. Aku mengikuti itu semua, sesuai apa yang diajarkan orangtuaku, walaupun aku menemukan banyak kejanggalan. Aku tinggal bersama keluarga ibuku, aku sadar ketiga kakak ku, nenek ku, kakek ku bahkan saudara-saudara dari ibuku berbeda dengan aku, ayahku dan ibuku. Sepertinya hanya kami bertiga yang menjadi seorang Christiani. Mereka semua muslim, tapi aku tetap tidak mengerti sepenuhnya, aku hanya mengikuti alur kehidupanku seperti biasa. Hingga saat duduk di sekolah dasar, semua berubah. Singkatnya, aku tahu ibuku kini seorang muslim, sama seperti keluarga-keluargaku yang lain. Aku hanya anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Aku hanya mengikuti apa yang orang sekitarku lakukan. Maaf, aku tidak bisa menceritakan semua secara lengkap walau di otak dan benakku begitu banyak kenyataan yang ingin kuungkapkan. Intinya, semua keadaan berubah, berubah dan berubah. Akhirnya aku menjadi seorang anak hasil "broken home", tak pernah tahu apa sebab yang jelas, lagi lagi aku hanya mengikuti takdir hidupku.

Kini aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dan aku mulai memiliki rasa suka dengan lawan jenisku. Ya, dan aku menemukan seseorang yang benar-benar sangat berarti bagiku. Aku sangat menyayanginya, mencintainya dan selalu ingin bersamanya. Tapi, :( selalu datang satu hal yang terkadang membuatku harus membuang jauh-jauh khayalan indahku bersamanya. Ya, kami berbeda, aku dan dia berbeda, kini hal yang pernah dialami ayah ibuku terjadi pada diriku sendiri. Kini aku seorang Muslim, dan dia seorang Hindu :') Aku tak pernah menyangka akan menjadi kekasihnya, tapi yang aku tahu saat ini aku benar-benar membutuhkannya. Di tengah kerasnya kehidupan, dia bisa membuatku merasakan kehidupan yang lembut di hari-hariku, di tengah kecemasan yang melanda diriku, dia bisa menenangkanku, di tengah kesepian dan kesendirianku, dia bisa meramaikan duniaku, di tengah-tengah rasa kehausan kasih sayang, dia bisa membanjiri diriku dengan kasih sayang utuh dan tulus. Dia bisa melakukan itu semua. Tapi, aku bimbang, aku tahu dia dan aku berbeda dan aku sadar keluargaku melarangku berhubungan dengannya. Aku sudah sangat merasa nyaman disisinya, bahkan aku tak pernah ada niat untuk meninggalkannya untuk yang lain, aku tak pernah bermimpi lepas dari pelukannya. Tak pernah sedetikpun. Aku ingin bahagia bersamanya, walaupun sesungguhnya masih teramat jauh untuk berbicara ke sana. Aku bingung, aku hidup di tengah-tengah perbedaan, berbeda dengan ayahku sendiri, dan kini dengan seseorang yang kukasihi. Ya Tuhan, aku hanya bisa berdoa, sekiranya aku masih diberikan kesempatan untuk berbahagia dengan mereka yang jelas berbeda denganku. :)

Untuk kedua orang yang paling kukasihi namun berbeda dengan diriku, aku akan selalu menyayangi kalian, kalian akan ada di dalam hatiku selamanya :)

Hidup itu Adil :)

Ide cerita ini berdasarkan kejadian yang saya lihat langsung pada hari ini 20 Januari 2011, kejadian nyata yang terjadi dengan teman teman sekolah saya.

Berawal pada saat pelajaran Matematika, masuklah guru matematika kami, Bu "J" ke kelas kami, XI IPA 2, melalui informasi yang kami dapat dari kelas sebelumnya, kami mengetahui bahwa sang guru akan membagikan hasil ulangan harian yang baru saja dilaksanakan 2 hari yang lalu. Sebelumnya, kelas kami telah membahas tentang soal itu bersama sang guru di jam tambahan pelajaran. Kebanyakan dari kami merasa ada beberapa nomor yang salah disebabkan kurang telitinya kami menghitung, sehingga kami merasa sangat takut untuk mengetahui hasil ulangan itu. Kami semua berdoa supaya nilai kami masing-masing memuaskan.

Akhirnya tibalah saat saat menegangkan itu, sang guru mulai memanggil nama kami satu persatu, sampai akhirnya nama sayalah yang disebutkan. Saya maju ke depan kelas menghampiri meja guru sambil terus berdoa, dan saya melihat dari kejauhan, nilai 70 yang tertera di kertas ulangan saya. Alhamdulillah, saya sedikit lega dan bersyukur karena itu berarti nilai saya tuntas dan tidak perlu ulangan lagi (remidial). Walaupun sebenarnya nilai itu pas sekali dengan nilai ketuntasan mata pelajaran matematika, saya tetap bersyukur. Setelah itu, keadaan kelas mulai ramai, saling bertanya satu sama lain akan nilai yang diperoleh. Ternyata banyak teman-teman saya yang nilainya belum tuntas, bahkan yang biasanya lebih pintar dari saya pun harus mendapat nilai dibawah nilai tuntas. Tak berapa lama kemudian, saya melihat salah satu teman saya menangis lantaran nilainya yang tidak tuntas, kemudian bertambah lagi satu orang teman saya menangis, kali ini teman dekat saya bernama "F", sebenarnya dia anak yang sangat pintar, jauh lebih pintar dari saya, tapi kali ini pertama kalinya saya mendengar dia remedial matematika, cukup membuat saya tercengang juga. Entah mengapa dia menangis, tapi yang jelas ada hubungannya dengan nilai matematika. Kemudian "D", kali ini dia juga menangis lantaran nilai matematikanya :(. Semua bersedih, semua menangis. "Ironis" pikirku dalam hati. Mereka anak-anak yang menurut saya pintar, baru remedial matematika sekali saja, sudah menangis seperti itu. Bagaimana dengan saya? Yang mengalami masalah hidup yang berat, yang kesepian, yang mengalami "drop" dengan nilai diantara teman-teman saya yang pintar, tapi saya tetap bisa tersenyum :) dari situ saya merasa bersyukur, saya sudah terbiasa mungkin dengan masalah-masalah yang tidak mudah, tapi secara otomatis itu membuat saya lebih siap jika menghadapi masalah lain yang lebih mudah (untuk saya) yang mungkin dianggap sulit oleh teman-teman saya. Saya tahu, Tuhan itu adil, memberikan hidup yang adil pula untuk semua umatnya. Mereka bisa menangis hanya karena nilai matematika mereka yang jelek hanya satu kali, tapi saya masih bisa tersenyum dengan segala masalah yang ada :) saya merasa lebih dewasa, tegar dan kuat. Ayo teman-teman, jangan putus asa. Kita bangkit sama-sama, roda itu berputar :) tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah :) keep smiling guys!