SpongeBob SquarePants

Monday, 13 July 2015

13 Juli

Hari ini bener-bener hari yang random. Pergi ke sebuah mall di Ibukota dengan tujuan beli sesuatu yang udah dicari dari kemarin kemarin tapi nggak dapet juga. Alhamdulillah sih akhirnya di mall itu dapet juga apa yang dicari dan mau dibeli hahaha. Tapi sebenernya bukan itu sih inti dari tulisan malam ini. Sebelumnya, mohon maaf juga kalau tulisan kali ini malah jadi curhat hehe

Jadi... tanpa disangka dan tanpa diduga, aku ketemu sama seseorang yang pernah aku suka waktu SMA dulu. Sempet deket dan smsan, tapi nggak pernah keungkap perasaan satu sama lain. Karena sebenernya, waktu dulu aku deket sama si orang itu, posisiku adalah punya pacar hehe ampun dan sempet kepergok juga sih sama pacarku kalau aku smsan sama orang itu. Waktu dulu sebenernya aku bingung harus milih siapa, ada yang bilang ke aku kalau aku harus bertahan, ada juga yang bilang "Kalau kamu menemukan pilihan ke 2, pilih lah yang ke 2 itu, karena kalau kamu benar benar menyayangi yang pertama, pilihan ke 2 nggak akan pernah ada". Sempat sampai putus sama pacarku, tapi aku tetep balik ke dia, walaupun tau sih ujung-ujungnya bakalan putus karena aku sama dia beda agama hehehe tapi emang yang kubutuhkan saat itu adalah dia. Akhir cerita, aku sama si orang yang kusuka itu selesai begitu aja, lupa gimana ceritanya tapi pokoknya kami berhenti komunikasi dan nggak lagi dekat. Tapi perasaan suka ku itu nggak pernah keucap dan tersampaikan hingga saat ini.

Sekarang, orang itu udah punya pacar. Dari setelah dekat sama aku sampai sekarang, ceweknya masih tetap sama. Kalau nggak salah sih hubungan mereka udah berjalan hampir 4 tahun, sedangkan hubunganku sama pacarku yang dulu udah kandas beberapa tahun yang lalu, cuma bertahan 2 tahun 1 bulan, hehe. Sempet sih ada penyesalan "tau gitu dulu aku milih si kak X aja" hahaha tapi ya mungkin emang bukan begitu ceritanya. 

Oya, beberapa waktu yang lalu, aku memulai komunikasi lagi sama si orang yang kusuka itu. Komunikasi sebagai teman biasa. Tapi.. ternyata ada candaan-candaan yang sebenernya bisa aja bikin aku baper dan suka lagi sama dia hahaha  berawal dari aku yang minta dikenalin sama temennya, dan dia malah bilang "Udah sini sama gue aja..." sampai akhirnya malah ada sebutan sebutan "istri kedua" hahaha aku sih hanya menganggap itu pure sebagai candaan. Sebisa mungkin nggak boleh ada perasaan yang terkandung dari semua candaan itu 

Tapi.. hari ini aku jadi keinget lagi semua yang lalu-lalu. Sebabnya, tadi ketemu orang itu waktu lagi jalan-jalan di mall. Shock gitu pas nggak sengaja liat dia, dan aku refleks "buang muka", karena apa? karena penampilanku tadi lagi nggak banget ahahaha dan aku malu kalo dia sampek liat aku. Aku yang penampilannya udah ngga banget gara-gara pulang magang akhirnya kabur menghindar dari dia, padahal tadinya mau masuk ke toko yang sama. Pindah ke toko sebelah, eeeh dia ada lagi di depan toko itu, akhirnya aku ngumpet aja nggak keluar dari toko itu sampek akhirnya dia pergi, baru deh keluar. 

Aku pikir udah aman, aku chat deh dia "Eh, lo lagi di XXX ya?" dan belum dibales selama beberapa menit. Sampai akhirnya.... aku ngeliat dia lagi keluar dari tempat makan yang sama kayak yang aku tempatin. *Walah bang kok ketemu lagi*, dalam hati. Terus diem-diem aku liatin aja gerak gerik dia dari kejauhan sambil berharap dia nggak liat aku hehe dan alhamdulillah dia beneran nggak liat aku. Sampek akhirnya ternyata dia bales line aku haha, tapi ternyataaa dia sama ceweknya :') yha sedih terus.. seneng gitu sih bisa liat dia lagi hehe soalnya udah lama banget kan nggak ketemu dia, dulu ketemu juga cuma di sekolah doang sih haha. Tapi ada sedihnya juga karena dia jalan sama ceweknya laaah baper dan kayak ada semacam penyesalan karena dulu perasaannya nggak keungkap dan sedikit khayalan "seandainya dulu..." gitu ahaha ah pokoknya random banget deh

Maaf banget ya isi tulisan kali ini random dan berisi curhatan. Abisnya pengen nulis sih hehehehe dan cuma pengen ngebuktiin kalau yang namanya "cinta yang tak terungkap" itu nyata adanya hehehe 
Goodnight people! 

Sunday, 12 July 2015

Casualty of Love - Jessie J

We may not have all the answers
I know that we can change some of the things that are beyond our control
And the vision of us may be blurry
But use your heart to see
Just follow the beat, the rhythm will lead you right back to me

Sometimes it's a game of give and take
It's easy to break
But hold on and wait
Have a little faith

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, if by chance I fall
Then I'll go down as a casualty of love

The battle of us could be simple
Escape without being hurt
Cause love is our shield, keeps us concealed
From what could get even worse

So baby let me be your soldier
Don't be overtaken by pride
Just close your eyes, take my hand
Promise to keep us alive

Sometimes it's a game of give and take
It's easy to break
But hold on and wait
Have a little faith

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, if by chance I fall
Then I'll go down as a casualty of love

All is fair
In love and war
Knock me down
And I'll get back up wanting more
Through the fire and rain
It makes me numb from the pain
That's the price, that's the price, I'll pay

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, Baby if I fall
Then I'll go down as a casualty of love

Monday, 6 July 2015

22th



Usia 22 mungkin bukanlah usia yang dewasa. Labil masih senantiasa meliputi usia muda itu. Namun, ada beberapa hal yang harus mulai diperhatikan sejak usia itu datang menyapa. Soal karir, soal arah hidup selanjutnya, dan satu lagi yang tak boleh dilupakan, soal cinta. 

Cinta yang terjadi di usia 22 bukan lagi cinta remaja yang hanya berisi hal-hal manis tanpa berpikir ke mana arah selanjutnya. Namun, cinta pada usia itu juga masih terlalu dini jika ingin dilabuhkan pada sebuah bahtera rumah tangga. 

Jadi, apa yang harus dilakukan pribadi berusia 22 tahun ketika cinta mulai datang kepadanya?

Haruskah ia menanggapinya dengan bercanda? Dengan santai? Dengan gurauan? Atau justru, dengan sebuah keseriusan?

Ini merupakan pandangan pribadiku tentang cinta yang menyapa di usia 20 tahun.

1. Serius atau main-main?
    
    Menurut pandangan saya, cinta di usia 22 tahun bukan lagi cinta main-main yang hanya berisikan kegiatan yang sifatnya untuk membunuh waktu. Bukan lagi suatu hubungan yang hanya berisikan pembicaraan berbau rayuan sesaat. Cinta usia 22 sudah mulai mengenyampingkan itu semua dan menggantikannya dengan pembicaraan yang lebih serius, dengan pembicaraan yang berisi perkenalan mendalam satu sama lain, dengan pembicaraan yang erat kaitannya dengan masa depan. Memang, soal jodoh tak ada yang tau dan tak ada yang bisa memastikan. Cinta usia 22 memang belum tentu cinta yang terakhir, belum tentu berakhir bahagia di pelaminan. Namun, usaha untuk yang lebih baik dapat dimulai sejak saat itu. Pembicaraan terencana yang penuh akan harapan dan doa dapat mulai dilambungkan bersama. Jika memang sudah memiliki kenyamanan dan keyakinan satu sama lain, lalu apa lagi yang ingin dicari? Hanya kesenangan yang tanpa disadari menghabiskan masa mudamu? Hanya kesenangan berupa pendekatan yang tak kunjung usai? Mengapa tak segera dihalalkan saja hubungannya? Tapi tetap, halalkan lah kalau memang sudah sama-sama siap lahir dan batin dari kedua belah pihak ya hehehe

2. Masih lihat fisik?
    
      Memang, soal fisik tidak bisa munafik. Semua pasti ingin mendapatkan pasangan dengan fisik yang sempurna serta wajah yang menarik. Supaya apa? Supaya bisa dibanggakan di hadapan orang-orang, terlebih lagi bagi mereka yang merasa dirinya cantik atau tampan, pasti ingin pasangan yang secara fisik dan penampilan bisa turut mengimbangi. Namun, tidak mudah mencari pasangan yang baik dalam fisik dan mampu membahagiakan kita sekaligus. Beberapa kejadian di dunia nyata mengatakan bahwa yang memiliki kebanggaan secara fisik kadang malah menyakiti hati hehehe mungkin karena mereka terus mencari yang lebih dan lebih lagi sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki saat ini. Kemudian saya berpikir, apa betul yang baik dalam fisik itu bisa membuat bahagia jika sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mungkin bisa membahagiakan karena memberikan pemandangan yang indah di setiap harinya, namun jika tidak diimbangi sifat dan sikap yang baik juga, apakah masih mampu membahagiakan di setiap harinya? Misalnya saja, tampan tapi tidak bisa mencari nafkah, atau tampan tapi memiliki watak yang keras dan kasar, lalu apakah istri yang hidup bersama sosok seperti itu dapat merasakan kebahagiaan? Atau hanya merasa bahagia saat mampu membanggakannya di depan teman-temannya? Dari situ saya sadar, bahwa fisik bukanlah lagi merupakan hal penting yang harus dicari dalam hubungan di usia 22. Karena memang, masih banyak hal lain yang lebih penting dari sekadar kesempurnaan fisik.

3. Mapan

       Kalau mendengar kata "mapan" dalam suatu hubungan, mungkin identik dengan yang namanya "finansial" atau kemampuan ekonomi. lagi-lagi, tidak bisa munafik. Kemapanan seseorang dalam menjalani hubungan memang perlu diperhatikan, terutama bagi seorang pria. Apalagi di masa modern seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya membutuhkan yang namanya uang. Tidak ada yang gratis hidup di dunia saat ini, kecuali cinta dan rindu, mungkin. Hehehe. Karena itu, bagi seorang wanita, menjalani hubungan di usia 22 juga harus sudah mulai memikirkan masalah kemapanan pasangannya, atau minimal melihat peluang kemapanan dari pasangannya. Tidak munafik, setiap wanita pasti ingin mendapatkan pasangan yang mapan agar kehidupan keluarga mereka kelak tidak kesusahan. Namun, bukan berarti wanita dapat bersantai dan tidak mempersiapkan diri. Mungkin kemapanan dari pihak wanita bukanlah dari segi finansial, namun lebih kepada segi kesiapan atau kemapanan mental. Kemapanan dalam kemampuan mengurus suami dan rumah tangga, kemapanan dalam kemampuan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga kelak, misalnya memasak atau menjahit. Dengan kata lain, baik pria maupun wanita harus memiliki kemapanan agar siap untuk melangkah ke tahap yang lebih serius dari sekadar pacaran remaja yang kebanyakan isinya hanya menghabiskan waktu saja.

4. Restu Orangtua

      Hal terakhir yang menurut saya penting untuk diperhatikan dalam hubungan di usia 22 tahun adalah restu orangtua. Sudah bukan waktunya lagi pacaran hanya memikirkan diri sendiri. Coba pikirkan juga pandangan dan pendapat kedua orangtua, karena restu orangtua lah yang turut memiliki andil besar dalam menentukan akhir perjalanan cinta. Jika memang tidak mendapat restu, usahakan. Terus berusaha hingga mendapat restu, tapi.. sebelum berusaha, yakini dulu diri masing-masing kalau pilihan saat ini adalah pilihan yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga restu yang diberikan tidak menjadi restu yang sia-sia. Jika memang tetap tidak mendapat restu, ya sudah, jangan melawan dan nekat, apalagi sampai kawin lari jangan yaaa. Mungkin mereka memiliki rencana yang lebih baik, Turuti saja kemauan mereka, toh sebelumnya sudah berusaha namun tidak berhasil. Jangan menentang orangtua, apalagi soal restu. Ingatlah, restu Tuhan diturunkan melalui restu orangtua. Jadi, di usia 22 tahun, mulailah menjalani hubungan yang memang telah mendapat restu dari kedua orangtua, agar tidak menjadi kendala yang menghalangi di akhir hubungan nanti.



Ya.. keempat poin di atas hanyalah pandangan saya sebagai penulis dan pribadi yang memang belum berumur 22 tahun, namun telah mendengar banyak kisah percintaan usia 20 tahun ke atas hehe
Kalau ada yang punya pandangan lain, boleh di share yaaaa ;) hehe comment aja nanti dilihat. Terimakasih

Kerinduan


Rasa ini berkecamuk dalam dada
Meminta wujud yang dicinta
Mengharap sosok untuk dipuja

Bukan, bukan menduakan Tuhan
Bukan, bukan melupakan utusanNya
Bukan, bukan mengenyampingkan orangtua

Sosok yang dipuja dalam sisi yang berbeda
Wujud yang dicinta untuk mensyukuri ciptaan Nya
Dirinya..

Tersadar ku di keheningan
Pada siapa sebenarnya aku berkata
Pada siapa sebenarnya aku meminta

Lagi lagi..
Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Hanya rindu yang berteriak
Menyerukan satu nama

Kemana arahnya kerinduan ini
Hanya menyiksa batinku kini
Jauh disana, apa kau merasakan yang sama?
Jika iya, kenapa kita tak bertemu jua?

Kunantikan dengan sabar
Hingga kepulanganmu sayang
Kubuat hatiku semakin berlapang
Hingga nanti kapal kita siap berlayar

Untitled



Gundah gulana tak menentu
Namun bukan prahara rindu
Walau mungkin ini tentang dirimu

Konsentrasiku terganggu
Berisikan bayang-bayangmu
Padahal kan, kita belum bertemu

Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Mengapa kau tak ku ajak
Melewati sisa hidup berdua

Tulisan tak berarti
Tulisan tak dapat dimengerti
Sebegini gundahkah isi hati?
Sayangnya, tak bisa kupahami

Untuk dirimu yang disana
Silakan habiskan waktumu saja
Silakan nikmati sibukmu saja

Hingga nanti yang tersisa
Hanya waktu untuk kita berdua

Sunday, 5 July 2015

Real Love

Oh, you've got the feeling that I wanna feel
Oh, you've got the feeling that I know is real, real, real

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Oh, before you I was searching for a rarity
Oh, you showed me things I'd never thought that I would see

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Time won't waste, and we just learn
To take it slow and wait our turn
Held my breath, cause I believed
That you'll find me

Real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love

You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love, real love

Thursday, 2 July 2015

5 Tips Mengatasi Patah Hati - Isyana Sarasvati

1. Cari kesibukan
    Menurut Isyana, kalau abis putus jangan malah nangis dan merenung di kamar guys, move on lah dengan kesibukan yang positif. Misalnya hobi bermusik, buatlah lagu.. atau kalau punya hobi olahraga, ya olahraga aja supaya badannya jadi sehat J

2. Makan
        “Buat aku pribadi sih kalau lagi sedih terus makan, itu seneng banget, apalagi makan makanan yang manis, atau makan besar seperti nasi pake sup ayam pake daging, itu kayaknya langsung powerfull gitu..”, ujar Isyana.

3. Selfie
         Isyana bilang, “Selfie aja biar lo bisa liat kalau diri lo itu keren dan jadi makin percaya diri.”

4. Jalan – jalan
      Isyana berpendapat kalau tips yang keempat bisa dengan jalan-jalan atau liburan sama keluarga / teman. “Dengan jalan-jalan, kalian bisa membuyarkan fokus ke orang tersebut dan bisa menikmati waktu liburan kalian bersama keluarga atau teman”, tambahnya lagi.

5. Mendekatkan diri ke Tuhan
         “Kalau kalian udah nggak tau mau berbuat apa lagi, coba deh dekatkan diri kalian kepada Tuhan..”, kata Isyana dalam tips terakhirnya.
               
Referensi :

Hai Sepuluh – Hai magazine



Monday, 13 July 2015

13 Juli

Hari ini bener-bener hari yang random. Pergi ke sebuah mall di Ibukota dengan tujuan beli sesuatu yang udah dicari dari kemarin kemarin tapi nggak dapet juga. Alhamdulillah sih akhirnya di mall itu dapet juga apa yang dicari dan mau dibeli hahaha. Tapi sebenernya bukan itu sih inti dari tulisan malam ini. Sebelumnya, mohon maaf juga kalau tulisan kali ini malah jadi curhat hehe

Jadi... tanpa disangka dan tanpa diduga, aku ketemu sama seseorang yang pernah aku suka waktu SMA dulu. Sempet deket dan smsan, tapi nggak pernah keungkap perasaan satu sama lain. Karena sebenernya, waktu dulu aku deket sama si orang itu, posisiku adalah punya pacar hehe ampun dan sempet kepergok juga sih sama pacarku kalau aku smsan sama orang itu. Waktu dulu sebenernya aku bingung harus milih siapa, ada yang bilang ke aku kalau aku harus bertahan, ada juga yang bilang "Kalau kamu menemukan pilihan ke 2, pilih lah yang ke 2 itu, karena kalau kamu benar benar menyayangi yang pertama, pilihan ke 2 nggak akan pernah ada". Sempat sampai putus sama pacarku, tapi aku tetep balik ke dia, walaupun tau sih ujung-ujungnya bakalan putus karena aku sama dia beda agama hehehe tapi emang yang kubutuhkan saat itu adalah dia. Akhir cerita, aku sama si orang yang kusuka itu selesai begitu aja, lupa gimana ceritanya tapi pokoknya kami berhenti komunikasi dan nggak lagi dekat. Tapi perasaan suka ku itu nggak pernah keucap dan tersampaikan hingga saat ini.

Sekarang, orang itu udah punya pacar. Dari setelah dekat sama aku sampai sekarang, ceweknya masih tetap sama. Kalau nggak salah sih hubungan mereka udah berjalan hampir 4 tahun, sedangkan hubunganku sama pacarku yang dulu udah kandas beberapa tahun yang lalu, cuma bertahan 2 tahun 1 bulan, hehe. Sempet sih ada penyesalan "tau gitu dulu aku milih si kak X aja" hahaha tapi ya mungkin emang bukan begitu ceritanya. 

Oya, beberapa waktu yang lalu, aku memulai komunikasi lagi sama si orang yang kusuka itu. Komunikasi sebagai teman biasa. Tapi.. ternyata ada candaan-candaan yang sebenernya bisa aja bikin aku baper dan suka lagi sama dia hahaha  berawal dari aku yang minta dikenalin sama temennya, dan dia malah bilang "Udah sini sama gue aja..." sampai akhirnya malah ada sebutan sebutan "istri kedua" hahaha aku sih hanya menganggap itu pure sebagai candaan. Sebisa mungkin nggak boleh ada perasaan yang terkandung dari semua candaan itu 

Tapi.. hari ini aku jadi keinget lagi semua yang lalu-lalu. Sebabnya, tadi ketemu orang itu waktu lagi jalan-jalan di mall. Shock gitu pas nggak sengaja liat dia, dan aku refleks "buang muka", karena apa? karena penampilanku tadi lagi nggak banget ahahaha dan aku malu kalo dia sampek liat aku. Aku yang penampilannya udah ngga banget gara-gara pulang magang akhirnya kabur menghindar dari dia, padahal tadinya mau masuk ke toko yang sama. Pindah ke toko sebelah, eeeh dia ada lagi di depan toko itu, akhirnya aku ngumpet aja nggak keluar dari toko itu sampek akhirnya dia pergi, baru deh keluar. 

Aku pikir udah aman, aku chat deh dia "Eh, lo lagi di XXX ya?" dan belum dibales selama beberapa menit. Sampai akhirnya.... aku ngeliat dia lagi keluar dari tempat makan yang sama kayak yang aku tempatin. *Walah bang kok ketemu lagi*, dalam hati. Terus diem-diem aku liatin aja gerak gerik dia dari kejauhan sambil berharap dia nggak liat aku hehe dan alhamdulillah dia beneran nggak liat aku. Sampek akhirnya ternyata dia bales line aku haha, tapi ternyataaa dia sama ceweknya :') yha sedih terus.. seneng gitu sih bisa liat dia lagi hehe soalnya udah lama banget kan nggak ketemu dia, dulu ketemu juga cuma di sekolah doang sih haha. Tapi ada sedihnya juga karena dia jalan sama ceweknya laaah baper dan kayak ada semacam penyesalan karena dulu perasaannya nggak keungkap dan sedikit khayalan "seandainya dulu..." gitu ahaha ah pokoknya random banget deh

Maaf banget ya isi tulisan kali ini random dan berisi curhatan. Abisnya pengen nulis sih hehehehe dan cuma pengen ngebuktiin kalau yang namanya "cinta yang tak terungkap" itu nyata adanya hehehe 
Goodnight people! 

Sunday, 12 July 2015

Casualty of Love - Jessie J

We may not have all the answers
I know that we can change some of the things that are beyond our control
And the vision of us may be blurry
But use your heart to see
Just follow the beat, the rhythm will lead you right back to me

Sometimes it's a game of give and take
It's easy to break
But hold on and wait
Have a little faith

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, if by chance I fall
Then I'll go down as a casualty of love

The battle of us could be simple
Escape without being hurt
Cause love is our shield, keeps us concealed
From what could get even worse

So baby let me be your soldier
Don't be overtaken by pride
Just close your eyes, take my hand
Promise to keep us alive

Sometimes it's a game of give and take
It's easy to break
But hold on and wait
Have a little faith

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, if by chance I fall
Then I'll go down as a casualty of love

All is fair
In love and war
Knock me down
And I'll get back up wanting more
Through the fire and rain
It makes me numb from the pain
That's the price, that's the price, I'll pay

I will go down to the last round
I'll be your strength to find you when you get lost in the crowd
So I'll stand up tall, Baby if I fall
Then I'll go down as a casualty of love

Monday, 6 July 2015

22th



Usia 22 mungkin bukanlah usia yang dewasa. Labil masih senantiasa meliputi usia muda itu. Namun, ada beberapa hal yang harus mulai diperhatikan sejak usia itu datang menyapa. Soal karir, soal arah hidup selanjutnya, dan satu lagi yang tak boleh dilupakan, soal cinta. 

Cinta yang terjadi di usia 22 bukan lagi cinta remaja yang hanya berisi hal-hal manis tanpa berpikir ke mana arah selanjutnya. Namun, cinta pada usia itu juga masih terlalu dini jika ingin dilabuhkan pada sebuah bahtera rumah tangga. 

Jadi, apa yang harus dilakukan pribadi berusia 22 tahun ketika cinta mulai datang kepadanya?

Haruskah ia menanggapinya dengan bercanda? Dengan santai? Dengan gurauan? Atau justru, dengan sebuah keseriusan?

Ini merupakan pandangan pribadiku tentang cinta yang menyapa di usia 20 tahun.

1. Serius atau main-main?
    
    Menurut pandangan saya, cinta di usia 22 tahun bukan lagi cinta main-main yang hanya berisikan kegiatan yang sifatnya untuk membunuh waktu. Bukan lagi suatu hubungan yang hanya berisikan pembicaraan berbau rayuan sesaat. Cinta usia 22 sudah mulai mengenyampingkan itu semua dan menggantikannya dengan pembicaraan yang lebih serius, dengan pembicaraan yang berisi perkenalan mendalam satu sama lain, dengan pembicaraan yang erat kaitannya dengan masa depan. Memang, soal jodoh tak ada yang tau dan tak ada yang bisa memastikan. Cinta usia 22 memang belum tentu cinta yang terakhir, belum tentu berakhir bahagia di pelaminan. Namun, usaha untuk yang lebih baik dapat dimulai sejak saat itu. Pembicaraan terencana yang penuh akan harapan dan doa dapat mulai dilambungkan bersama. Jika memang sudah memiliki kenyamanan dan keyakinan satu sama lain, lalu apa lagi yang ingin dicari? Hanya kesenangan yang tanpa disadari menghabiskan masa mudamu? Hanya kesenangan berupa pendekatan yang tak kunjung usai? Mengapa tak segera dihalalkan saja hubungannya? Tapi tetap, halalkan lah kalau memang sudah sama-sama siap lahir dan batin dari kedua belah pihak ya hehehe

2. Masih lihat fisik?
    
      Memang, soal fisik tidak bisa munafik. Semua pasti ingin mendapatkan pasangan dengan fisik yang sempurna serta wajah yang menarik. Supaya apa? Supaya bisa dibanggakan di hadapan orang-orang, terlebih lagi bagi mereka yang merasa dirinya cantik atau tampan, pasti ingin pasangan yang secara fisik dan penampilan bisa turut mengimbangi. Namun, tidak mudah mencari pasangan yang baik dalam fisik dan mampu membahagiakan kita sekaligus. Beberapa kejadian di dunia nyata mengatakan bahwa yang memiliki kebanggaan secara fisik kadang malah menyakiti hati hehehe mungkin karena mereka terus mencari yang lebih dan lebih lagi sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki saat ini. Kemudian saya berpikir, apa betul yang baik dalam fisik itu bisa membuat bahagia jika sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mungkin bisa membahagiakan karena memberikan pemandangan yang indah di setiap harinya, namun jika tidak diimbangi sifat dan sikap yang baik juga, apakah masih mampu membahagiakan di setiap harinya? Misalnya saja, tampan tapi tidak bisa mencari nafkah, atau tampan tapi memiliki watak yang keras dan kasar, lalu apakah istri yang hidup bersama sosok seperti itu dapat merasakan kebahagiaan? Atau hanya merasa bahagia saat mampu membanggakannya di depan teman-temannya? Dari situ saya sadar, bahwa fisik bukanlah lagi merupakan hal penting yang harus dicari dalam hubungan di usia 22. Karena memang, masih banyak hal lain yang lebih penting dari sekadar kesempurnaan fisik.

3. Mapan

       Kalau mendengar kata "mapan" dalam suatu hubungan, mungkin identik dengan yang namanya "finansial" atau kemampuan ekonomi. lagi-lagi, tidak bisa munafik. Kemapanan seseorang dalam menjalani hubungan memang perlu diperhatikan, terutama bagi seorang pria. Apalagi di masa modern seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya membutuhkan yang namanya uang. Tidak ada yang gratis hidup di dunia saat ini, kecuali cinta dan rindu, mungkin. Hehehe. Karena itu, bagi seorang wanita, menjalani hubungan di usia 22 juga harus sudah mulai memikirkan masalah kemapanan pasangannya, atau minimal melihat peluang kemapanan dari pasangannya. Tidak munafik, setiap wanita pasti ingin mendapatkan pasangan yang mapan agar kehidupan keluarga mereka kelak tidak kesusahan. Namun, bukan berarti wanita dapat bersantai dan tidak mempersiapkan diri. Mungkin kemapanan dari pihak wanita bukanlah dari segi finansial, namun lebih kepada segi kesiapan atau kemapanan mental. Kemapanan dalam kemampuan mengurus suami dan rumah tangga, kemapanan dalam kemampuan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga kelak, misalnya memasak atau menjahit. Dengan kata lain, baik pria maupun wanita harus memiliki kemapanan agar siap untuk melangkah ke tahap yang lebih serius dari sekadar pacaran remaja yang kebanyakan isinya hanya menghabiskan waktu saja.

4. Restu Orangtua

      Hal terakhir yang menurut saya penting untuk diperhatikan dalam hubungan di usia 22 tahun adalah restu orangtua. Sudah bukan waktunya lagi pacaran hanya memikirkan diri sendiri. Coba pikirkan juga pandangan dan pendapat kedua orangtua, karena restu orangtua lah yang turut memiliki andil besar dalam menentukan akhir perjalanan cinta. Jika memang tidak mendapat restu, usahakan. Terus berusaha hingga mendapat restu, tapi.. sebelum berusaha, yakini dulu diri masing-masing kalau pilihan saat ini adalah pilihan yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga restu yang diberikan tidak menjadi restu yang sia-sia. Jika memang tetap tidak mendapat restu, ya sudah, jangan melawan dan nekat, apalagi sampai kawin lari jangan yaaa. Mungkin mereka memiliki rencana yang lebih baik, Turuti saja kemauan mereka, toh sebelumnya sudah berusaha namun tidak berhasil. Jangan menentang orangtua, apalagi soal restu. Ingatlah, restu Tuhan diturunkan melalui restu orangtua. Jadi, di usia 22 tahun, mulailah menjalani hubungan yang memang telah mendapat restu dari kedua orangtua, agar tidak menjadi kendala yang menghalangi di akhir hubungan nanti.



Ya.. keempat poin di atas hanyalah pandangan saya sebagai penulis dan pribadi yang memang belum berumur 22 tahun, namun telah mendengar banyak kisah percintaan usia 20 tahun ke atas hehe
Kalau ada yang punya pandangan lain, boleh di share yaaaa ;) hehe comment aja nanti dilihat. Terimakasih

Kerinduan


Rasa ini berkecamuk dalam dada
Meminta wujud yang dicinta
Mengharap sosok untuk dipuja

Bukan, bukan menduakan Tuhan
Bukan, bukan melupakan utusanNya
Bukan, bukan mengenyampingkan orangtua

Sosok yang dipuja dalam sisi yang berbeda
Wujud yang dicinta untuk mensyukuri ciptaan Nya
Dirinya..

Tersadar ku di keheningan
Pada siapa sebenarnya aku berkata
Pada siapa sebenarnya aku meminta

Lagi lagi..
Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Hanya rindu yang berteriak
Menyerukan satu nama

Kemana arahnya kerinduan ini
Hanya menyiksa batinku kini
Jauh disana, apa kau merasakan yang sama?
Jika iya, kenapa kita tak bertemu jua?

Kunantikan dengan sabar
Hingga kepulanganmu sayang
Kubuat hatiku semakin berlapang
Hingga nanti kapal kita siap berlayar

Untitled



Gundah gulana tak menentu
Namun bukan prahara rindu
Walau mungkin ini tentang dirimu

Konsentrasiku terganggu
Berisikan bayang-bayangmu
Padahal kan, kita belum bertemu

Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Mengapa kau tak ku ajak
Melewati sisa hidup berdua

Tulisan tak berarti
Tulisan tak dapat dimengerti
Sebegini gundahkah isi hati?
Sayangnya, tak bisa kupahami

Untuk dirimu yang disana
Silakan habiskan waktumu saja
Silakan nikmati sibukmu saja

Hingga nanti yang tersisa
Hanya waktu untuk kita berdua

Sunday, 5 July 2015

Real Love

Oh, you've got the feeling that I wanna feel
Oh, you've got the feeling that I know is real, real, real

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Oh, before you I was searching for a rarity
Oh, you showed me things I'd never thought that I would see

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Time won't waste, and we just learn
To take it slow and wait our turn
Held my breath, cause I believed
That you'll find me

Real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love

You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love, real love

Thursday, 2 July 2015

5 Tips Mengatasi Patah Hati - Isyana Sarasvati

1. Cari kesibukan
    Menurut Isyana, kalau abis putus jangan malah nangis dan merenung di kamar guys, move on lah dengan kesibukan yang positif. Misalnya hobi bermusik, buatlah lagu.. atau kalau punya hobi olahraga, ya olahraga aja supaya badannya jadi sehat J

2. Makan
        “Buat aku pribadi sih kalau lagi sedih terus makan, itu seneng banget, apalagi makan makanan yang manis, atau makan besar seperti nasi pake sup ayam pake daging, itu kayaknya langsung powerfull gitu..”, ujar Isyana.

3. Selfie
         Isyana bilang, “Selfie aja biar lo bisa liat kalau diri lo itu keren dan jadi makin percaya diri.”

4. Jalan – jalan
      Isyana berpendapat kalau tips yang keempat bisa dengan jalan-jalan atau liburan sama keluarga / teman. “Dengan jalan-jalan, kalian bisa membuyarkan fokus ke orang tersebut dan bisa menikmati waktu liburan kalian bersama keluarga atau teman”, tambahnya lagi.

5. Mendekatkan diri ke Tuhan
         “Kalau kalian udah nggak tau mau berbuat apa lagi, coba deh dekatkan diri kalian kepada Tuhan..”, kata Isyana dalam tips terakhirnya.
               
Referensi :

Hai Sepuluh – Hai magazine