SpongeBob SquarePants

Monday, 6 July 2015

22th



Usia 22 mungkin bukanlah usia yang dewasa. Labil masih senantiasa meliputi usia muda itu. Namun, ada beberapa hal yang harus mulai diperhatikan sejak usia itu datang menyapa. Soal karir, soal arah hidup selanjutnya, dan satu lagi yang tak boleh dilupakan, soal cinta. 

Cinta yang terjadi di usia 22 bukan lagi cinta remaja yang hanya berisi hal-hal manis tanpa berpikir ke mana arah selanjutnya. Namun, cinta pada usia itu juga masih terlalu dini jika ingin dilabuhkan pada sebuah bahtera rumah tangga. 

Jadi, apa yang harus dilakukan pribadi berusia 22 tahun ketika cinta mulai datang kepadanya?

Haruskah ia menanggapinya dengan bercanda? Dengan santai? Dengan gurauan? Atau justru, dengan sebuah keseriusan?

Ini merupakan pandangan pribadiku tentang cinta yang menyapa di usia 20 tahun.

1. Serius atau main-main?
    
    Menurut pandangan saya, cinta di usia 22 tahun bukan lagi cinta main-main yang hanya berisikan kegiatan yang sifatnya untuk membunuh waktu. Bukan lagi suatu hubungan yang hanya berisikan pembicaraan berbau rayuan sesaat. Cinta usia 22 sudah mulai mengenyampingkan itu semua dan menggantikannya dengan pembicaraan yang lebih serius, dengan pembicaraan yang berisi perkenalan mendalam satu sama lain, dengan pembicaraan yang erat kaitannya dengan masa depan. Memang, soal jodoh tak ada yang tau dan tak ada yang bisa memastikan. Cinta usia 22 memang belum tentu cinta yang terakhir, belum tentu berakhir bahagia di pelaminan. Namun, usaha untuk yang lebih baik dapat dimulai sejak saat itu. Pembicaraan terencana yang penuh akan harapan dan doa dapat mulai dilambungkan bersama. Jika memang sudah memiliki kenyamanan dan keyakinan satu sama lain, lalu apa lagi yang ingin dicari? Hanya kesenangan yang tanpa disadari menghabiskan masa mudamu? Hanya kesenangan berupa pendekatan yang tak kunjung usai? Mengapa tak segera dihalalkan saja hubungannya? Tapi tetap, halalkan lah kalau memang sudah sama-sama siap lahir dan batin dari kedua belah pihak ya hehehe

2. Masih lihat fisik?
    
      Memang, soal fisik tidak bisa munafik. Semua pasti ingin mendapatkan pasangan dengan fisik yang sempurna serta wajah yang menarik. Supaya apa? Supaya bisa dibanggakan di hadapan orang-orang, terlebih lagi bagi mereka yang merasa dirinya cantik atau tampan, pasti ingin pasangan yang secara fisik dan penampilan bisa turut mengimbangi. Namun, tidak mudah mencari pasangan yang baik dalam fisik dan mampu membahagiakan kita sekaligus. Beberapa kejadian di dunia nyata mengatakan bahwa yang memiliki kebanggaan secara fisik kadang malah menyakiti hati hehehe mungkin karena mereka terus mencari yang lebih dan lebih lagi sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki saat ini. Kemudian saya berpikir, apa betul yang baik dalam fisik itu bisa membuat bahagia jika sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mungkin bisa membahagiakan karena memberikan pemandangan yang indah di setiap harinya, namun jika tidak diimbangi sifat dan sikap yang baik juga, apakah masih mampu membahagiakan di setiap harinya? Misalnya saja, tampan tapi tidak bisa mencari nafkah, atau tampan tapi memiliki watak yang keras dan kasar, lalu apakah istri yang hidup bersama sosok seperti itu dapat merasakan kebahagiaan? Atau hanya merasa bahagia saat mampu membanggakannya di depan teman-temannya? Dari situ saya sadar, bahwa fisik bukanlah lagi merupakan hal penting yang harus dicari dalam hubungan di usia 22. Karena memang, masih banyak hal lain yang lebih penting dari sekadar kesempurnaan fisik.

3. Mapan

       Kalau mendengar kata "mapan" dalam suatu hubungan, mungkin identik dengan yang namanya "finansial" atau kemampuan ekonomi. lagi-lagi, tidak bisa munafik. Kemapanan seseorang dalam menjalani hubungan memang perlu diperhatikan, terutama bagi seorang pria. Apalagi di masa modern seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya membutuhkan yang namanya uang. Tidak ada yang gratis hidup di dunia saat ini, kecuali cinta dan rindu, mungkin. Hehehe. Karena itu, bagi seorang wanita, menjalani hubungan di usia 22 juga harus sudah mulai memikirkan masalah kemapanan pasangannya, atau minimal melihat peluang kemapanan dari pasangannya. Tidak munafik, setiap wanita pasti ingin mendapatkan pasangan yang mapan agar kehidupan keluarga mereka kelak tidak kesusahan. Namun, bukan berarti wanita dapat bersantai dan tidak mempersiapkan diri. Mungkin kemapanan dari pihak wanita bukanlah dari segi finansial, namun lebih kepada segi kesiapan atau kemapanan mental. Kemapanan dalam kemampuan mengurus suami dan rumah tangga, kemapanan dalam kemampuan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga kelak, misalnya memasak atau menjahit. Dengan kata lain, baik pria maupun wanita harus memiliki kemapanan agar siap untuk melangkah ke tahap yang lebih serius dari sekadar pacaran remaja yang kebanyakan isinya hanya menghabiskan waktu saja.

4. Restu Orangtua

      Hal terakhir yang menurut saya penting untuk diperhatikan dalam hubungan di usia 22 tahun adalah restu orangtua. Sudah bukan waktunya lagi pacaran hanya memikirkan diri sendiri. Coba pikirkan juga pandangan dan pendapat kedua orangtua, karena restu orangtua lah yang turut memiliki andil besar dalam menentukan akhir perjalanan cinta. Jika memang tidak mendapat restu, usahakan. Terus berusaha hingga mendapat restu, tapi.. sebelum berusaha, yakini dulu diri masing-masing kalau pilihan saat ini adalah pilihan yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga restu yang diberikan tidak menjadi restu yang sia-sia. Jika memang tetap tidak mendapat restu, ya sudah, jangan melawan dan nekat, apalagi sampai kawin lari jangan yaaa. Mungkin mereka memiliki rencana yang lebih baik, Turuti saja kemauan mereka, toh sebelumnya sudah berusaha namun tidak berhasil. Jangan menentang orangtua, apalagi soal restu. Ingatlah, restu Tuhan diturunkan melalui restu orangtua. Jadi, di usia 22 tahun, mulailah menjalani hubungan yang memang telah mendapat restu dari kedua orangtua, agar tidak menjadi kendala yang menghalangi di akhir hubungan nanti.



Ya.. keempat poin di atas hanyalah pandangan saya sebagai penulis dan pribadi yang memang belum berumur 22 tahun, namun telah mendengar banyak kisah percintaan usia 20 tahun ke atas hehe
Kalau ada yang punya pandangan lain, boleh di share yaaaa ;) hehe comment aja nanti dilihat. Terimakasih

Kerinduan


Rasa ini berkecamuk dalam dada
Meminta wujud yang dicinta
Mengharap sosok untuk dipuja

Bukan, bukan menduakan Tuhan
Bukan, bukan melupakan utusanNya
Bukan, bukan mengenyampingkan orangtua

Sosok yang dipuja dalam sisi yang berbeda
Wujud yang dicinta untuk mensyukuri ciptaan Nya
Dirinya..

Tersadar ku di keheningan
Pada siapa sebenarnya aku berkata
Pada siapa sebenarnya aku meminta

Lagi lagi..
Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Hanya rindu yang berteriak
Menyerukan satu nama

Kemana arahnya kerinduan ini
Hanya menyiksa batinku kini
Jauh disana, apa kau merasakan yang sama?
Jika iya, kenapa kita tak bertemu jua?

Kunantikan dengan sabar
Hingga kepulanganmu sayang
Kubuat hatiku semakin berlapang
Hingga nanti kapal kita siap berlayar

Untitled



Gundah gulana tak menentu
Namun bukan prahara rindu
Walau mungkin ini tentang dirimu

Konsentrasiku terganggu
Berisikan bayang-bayangmu
Padahal kan, kita belum bertemu

Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Mengapa kau tak ku ajak
Melewati sisa hidup berdua

Tulisan tak berarti
Tulisan tak dapat dimengerti
Sebegini gundahkah isi hati?
Sayangnya, tak bisa kupahami

Untuk dirimu yang disana
Silakan habiskan waktumu saja
Silakan nikmati sibukmu saja

Hingga nanti yang tersisa
Hanya waktu untuk kita berdua

Sunday, 5 July 2015

Real Love

Oh, you've got the feeling that I wanna feel
Oh, you've got the feeling that I know is real, real, real

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Oh, before you I was searching for a rarity
Oh, you showed me things I'd never thought that I would see

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Time won't waste, and we just learn
To take it slow and wait our turn
Held my breath, cause I believed
That you'll find me

Real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love

You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love, real love

Thursday, 2 July 2015

5 Tips Mengatasi Patah Hati - Isyana Sarasvati

1. Cari kesibukan
    Menurut Isyana, kalau abis putus jangan malah nangis dan merenung di kamar guys, move on lah dengan kesibukan yang positif. Misalnya hobi bermusik, buatlah lagu.. atau kalau punya hobi olahraga, ya olahraga aja supaya badannya jadi sehat J

2. Makan
        “Buat aku pribadi sih kalau lagi sedih terus makan, itu seneng banget, apalagi makan makanan yang manis, atau makan besar seperti nasi pake sup ayam pake daging, itu kayaknya langsung powerfull gitu..”, ujar Isyana.

3. Selfie
         Isyana bilang, “Selfie aja biar lo bisa liat kalau diri lo itu keren dan jadi makin percaya diri.”

4. Jalan – jalan
      Isyana berpendapat kalau tips yang keempat bisa dengan jalan-jalan atau liburan sama keluarga / teman. “Dengan jalan-jalan, kalian bisa membuyarkan fokus ke orang tersebut dan bisa menikmati waktu liburan kalian bersama keluarga atau teman”, tambahnya lagi.

5. Mendekatkan diri ke Tuhan
         “Kalau kalian udah nggak tau mau berbuat apa lagi, coba deh dekatkan diri kalian kepada Tuhan..”, kata Isyana dalam tips terakhirnya.
               
Referensi :

Hai Sepuluh – Hai magazine



5 Fakta Isyana Sarasvati


Music is my life

Isyana mengatakan bahwa fakta pertama tentang dirinya adalah "Music is my life", pernyataan itu jelas terlihat dari passion nya terhadap musik serta sejumlah prestasinya di bidang musik. Wanita cantik kelahiran Bandung 22 tahun yang lalu ini merupakan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London. Kecintaannya terhadap musik dituangkan dalam kepiawaiannya saat memainkan organ elektronik dan piano, tidak hanya dua alat musik itu saja yang mampu dimainkannya, Isyana juga dapat memainkan alat musik tiup seperti saxophone dan juga flute.


 Suka makan

Dalam beberapa acara, Isyana mengakui bahwa dirinya sangat menyukai makan dalam porsi besar. Bahkan di acara The Comment NET TV, Isyana mengatakan bahwa porsi terbesarnya saat mengonsumsi makanan yakni sebanyak 7 piring, entah benar atau tidak namun itulah yang dikatakan oleh Isyana dengan jelas di acara tersebut. 


Introvert off stage, extrovert on stage

Isyana juga mengatakan di berbagai acara tentang kepribadiannya yang terbilang unik. Jika umumnya seseorang memiliki salah satu sifat diantara Introvert dan Extrovert, Isyana memiliki keduanya di dalam waktu yang berbeda. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah introvert di dalam kehidupan sehari-harinya, namun ia juga mengakui bahwa ia sangat extrovert saat menjalankan profesinya sebagai musisi di atas panggung.


Jahil

Mungkin fakta keempat tentang Isyana Sarasvati ini tidak banyak diketahui khalayak umum, namun inilah yang dikatakannya dalam liputan tabloid Nova. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah jahil, mungkin dapat dilihat juga dalam beberapa tayangan yang memperlihatkan bahwa Isyana senang bercanda atau bergurau di tengah wawancara yang sedang berlangsung. Mungkin dari situ dapat dilihat bahwa Isyana juga memiliki selera humor yang cukup baik yang mungkin dapat dituangkan dalam bentuk kejahilah. Heheheh


Sangat suka tantangan

Isyana juga mengakui bahwa dirinya sangat menyukai akan adanya sebuah tantangan. Maka dari itu, dalam setiap acara yang melibatkan dirinya, tak jarang Isyana diberikan berbagai macam bentuk tantangan, mulai dari menunjukkan keahlian bermain piano, battle bermain piano bersama pianis lain, hingga menyanyikan lagu biasa ke dalam bentuk opera atau seriosa. Tentu saja, Isyana Sarasvati dapat menyelesaikan semua tantangan itu dengan mudah dan tetap memukau siapapun yang menyaksikannya. 



Referensi :

www.tabloidnova.com

Isyana Sarasvati

    Isyana Sarasvati adalah musisi muda kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 yang baru saja berkecimpung di industri musik Indonesia. Merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London membuatnya semakin memiliki nilai musikalitas yang tinggi. Minatnya dalam bidang musik dapat dilihat dari keahliannya bermain piano dan organ elektronik, serta beberapa alat musik lainnya seperti saxophone dan flute. Tidak hanya piawai dalam memainkan alat musik, Isyana juga merupakan penyanyi seriosa yang bersuara indah, dengan basic klasik dan opera, Isyana mampu menyuguhkan permainan organ elektronik yang memukau ketika dipadukan dengan suaranya yang indah. 

    Isyana mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik sejak usia 7 tahun, dimana pada saat itu ia mulai mengenal alat musik organ elektronik. Tidak seperti anak seusianya pada masa itu, Isyana lebih tertarik bermain organ elektronik dan piano dibandingkan menonton acara televisi. Setiap harinya Isyana mampu menghabiskan waktu bersama alat musiknya lebih dari 5 jam. Sejak saat itulah ia menetapkan passionnya pada bidang musik dan memiliki cita-cita menjadi musisi dan maestro ternama. Bakat yang dimiliki Isyana tersebut ternyata tidak sia-sia, pada kompetisi pertamanya ia langsung mendapatkan gelar sebagai juara 1.

    Pada usia 16 tahun, Isyana mendapatkan beasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore. Dalam acara "Indonesia Morning Show" yang ditayangkan di NET TV, Isyana menceritakan pengalamannya tentang beasiswa tersebut. 


"Jadi aku waktu itu pertama kali apply di piano, terus audisi dan diterima. Tapi karena terlalu banyak orang yang belajar piano, jadi kapasitas untuk scholarshipnya sedikit. Jadi aku keterima tapi nggak dapet scholarship. Terus aku coba lagi, aku tanya boleh nggak nih audisi lagi ganti major, terus akhirnya aku dikasih kesempatan dan dikasih 80 list lagu dengan 3 bahasa yaitu France, Italian dan Germany, dan disuruh pilih 3 lagu, terus aku audisi lagi dan dua minggu setelahnya aku mendapatkan scholarship itu", tutur Isyana.


    Selanjutnya, Isyana mendapatkan nilai tertinggi pada masa diploma nya tersebut yang membuatnya kembali menerima beasiswa bachelor dan meneruskan studinya di Royal College of Music, London.

   Sejumlah prestasi membanggakan telah berhasil diraih oleh Isyana baik secara nasional hingga internasional. Beberapa prestasinya yaitu menjadi penempat podium pertama pada tahun 2011 di ajang Asia Pasific Electone Festival yang diselenggarakan di Singapura, menjadi juara se-Indonesia dalam permainan organ elektroniknya sebanyak tiga kali, juara se-Asia sebanyak tiga kali, satu kali grandprice di Singapura dan menjadi semifinalis dunia di Tokyo, Jepang. Pada tahun 2015, Isyana juga menjadi nominasi dalam ajang Indonesia Choice Awards dengan dua kategori, yakni Female Singer of The Year dan Breakthrough Artist of The Year. 


  Isyana mulai mengcompose sebuah lagu sejak ia berumur 15 tahun, salah satu lagu yang dihasilkannya yaitu Wings of Your Shadow yang terinspirasi dari kepergian sang kakak yang pada saat itu harus berpisah dengan Isyana karena menerima scholarship ke Amerika. Hingga saat ini Isyana telah menghasilkan sekitar 8 hingga 9 lagu hasil compose nya sendiri. 


    Pada tahun 2014, Isyana mengeluarkan single pertamanya yang berjudul "Keep Being You", dengan nada yang easy listening dilengkapi dengan lirik yang sederhana single tersebut mampu menarik perhatian banyak orang yang kemudian menjadi penggemarnya yang dikenal dengan nama Isyanation. Sebenarnya Isyanation sudah lebih dulu tebentuk sebelum single tersebut dirilis, lebih tepatnya pada tanggal 4 November 2014 lah Isyanation terbentuk. Pada saat itu mereka mengenal Isyana lewat akun Youtube dan Soundcloud milik Isyana yang senantiasa menyuguhkan hasil cover Isyana yang menyanyikan lagu dari penyanyi lain. Selanjutnya, Isyana mengeluarkan single kedua pada tahun 2015 dengan judul "Tetap Dalam Jiwa", lagu yang berangkat dari kisah nyata tersebut memiliki tempo yang lebih slow jika dibandingkan dengan single sebelumnya. Lirik yang penuh arti itu kembali menarik banyak perhatian dari khalayak umum untuk mengenal siapa Isyana sebenarnya dan menantikan karya-karya yang selanjutnya. 


Referensi :

www.tabloidnova.com

Liputan Indonesia Morning Show NET TV


Monday, 6 July 2015

22th



Usia 22 mungkin bukanlah usia yang dewasa. Labil masih senantiasa meliputi usia muda itu. Namun, ada beberapa hal yang harus mulai diperhatikan sejak usia itu datang menyapa. Soal karir, soal arah hidup selanjutnya, dan satu lagi yang tak boleh dilupakan, soal cinta. 

Cinta yang terjadi di usia 22 bukan lagi cinta remaja yang hanya berisi hal-hal manis tanpa berpikir ke mana arah selanjutnya. Namun, cinta pada usia itu juga masih terlalu dini jika ingin dilabuhkan pada sebuah bahtera rumah tangga. 

Jadi, apa yang harus dilakukan pribadi berusia 22 tahun ketika cinta mulai datang kepadanya?

Haruskah ia menanggapinya dengan bercanda? Dengan santai? Dengan gurauan? Atau justru, dengan sebuah keseriusan?

Ini merupakan pandangan pribadiku tentang cinta yang menyapa di usia 20 tahun.

1. Serius atau main-main?
    
    Menurut pandangan saya, cinta di usia 22 tahun bukan lagi cinta main-main yang hanya berisikan kegiatan yang sifatnya untuk membunuh waktu. Bukan lagi suatu hubungan yang hanya berisikan pembicaraan berbau rayuan sesaat. Cinta usia 22 sudah mulai mengenyampingkan itu semua dan menggantikannya dengan pembicaraan yang lebih serius, dengan pembicaraan yang berisi perkenalan mendalam satu sama lain, dengan pembicaraan yang erat kaitannya dengan masa depan. Memang, soal jodoh tak ada yang tau dan tak ada yang bisa memastikan. Cinta usia 22 memang belum tentu cinta yang terakhir, belum tentu berakhir bahagia di pelaminan. Namun, usaha untuk yang lebih baik dapat dimulai sejak saat itu. Pembicaraan terencana yang penuh akan harapan dan doa dapat mulai dilambungkan bersama. Jika memang sudah memiliki kenyamanan dan keyakinan satu sama lain, lalu apa lagi yang ingin dicari? Hanya kesenangan yang tanpa disadari menghabiskan masa mudamu? Hanya kesenangan berupa pendekatan yang tak kunjung usai? Mengapa tak segera dihalalkan saja hubungannya? Tapi tetap, halalkan lah kalau memang sudah sama-sama siap lahir dan batin dari kedua belah pihak ya hehehe

2. Masih lihat fisik?
    
      Memang, soal fisik tidak bisa munafik. Semua pasti ingin mendapatkan pasangan dengan fisik yang sempurna serta wajah yang menarik. Supaya apa? Supaya bisa dibanggakan di hadapan orang-orang, terlebih lagi bagi mereka yang merasa dirinya cantik atau tampan, pasti ingin pasangan yang secara fisik dan penampilan bisa turut mengimbangi. Namun, tidak mudah mencari pasangan yang baik dalam fisik dan mampu membahagiakan kita sekaligus. Beberapa kejadian di dunia nyata mengatakan bahwa yang memiliki kebanggaan secara fisik kadang malah menyakiti hati hehehe mungkin karena mereka terus mencari yang lebih dan lebih lagi sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki saat ini. Kemudian saya berpikir, apa betul yang baik dalam fisik itu bisa membuat bahagia jika sudah mengarungi bahtera rumah tangga. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mungkin bisa membahagiakan karena memberikan pemandangan yang indah di setiap harinya, namun jika tidak diimbangi sifat dan sikap yang baik juga, apakah masih mampu membahagiakan di setiap harinya? Misalnya saja, tampan tapi tidak bisa mencari nafkah, atau tampan tapi memiliki watak yang keras dan kasar, lalu apakah istri yang hidup bersama sosok seperti itu dapat merasakan kebahagiaan? Atau hanya merasa bahagia saat mampu membanggakannya di depan teman-temannya? Dari situ saya sadar, bahwa fisik bukanlah lagi merupakan hal penting yang harus dicari dalam hubungan di usia 22. Karena memang, masih banyak hal lain yang lebih penting dari sekadar kesempurnaan fisik.

3. Mapan

       Kalau mendengar kata "mapan" dalam suatu hubungan, mungkin identik dengan yang namanya "finansial" atau kemampuan ekonomi. lagi-lagi, tidak bisa munafik. Kemapanan seseorang dalam menjalani hubungan memang perlu diperhatikan, terutama bagi seorang pria. Apalagi di masa modern seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya membutuhkan yang namanya uang. Tidak ada yang gratis hidup di dunia saat ini, kecuali cinta dan rindu, mungkin. Hehehe. Karena itu, bagi seorang wanita, menjalani hubungan di usia 22 juga harus sudah mulai memikirkan masalah kemapanan pasangannya, atau minimal melihat peluang kemapanan dari pasangannya. Tidak munafik, setiap wanita pasti ingin mendapatkan pasangan yang mapan agar kehidupan keluarga mereka kelak tidak kesusahan. Namun, bukan berarti wanita dapat bersantai dan tidak mempersiapkan diri. Mungkin kemapanan dari pihak wanita bukanlah dari segi finansial, namun lebih kepada segi kesiapan atau kemapanan mental. Kemapanan dalam kemampuan mengurus suami dan rumah tangga, kemapanan dalam kemampuan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga kelak, misalnya memasak atau menjahit. Dengan kata lain, baik pria maupun wanita harus memiliki kemapanan agar siap untuk melangkah ke tahap yang lebih serius dari sekadar pacaran remaja yang kebanyakan isinya hanya menghabiskan waktu saja.

4. Restu Orangtua

      Hal terakhir yang menurut saya penting untuk diperhatikan dalam hubungan di usia 22 tahun adalah restu orangtua. Sudah bukan waktunya lagi pacaran hanya memikirkan diri sendiri. Coba pikirkan juga pandangan dan pendapat kedua orangtua, karena restu orangtua lah yang turut memiliki andil besar dalam menentukan akhir perjalanan cinta. Jika memang tidak mendapat restu, usahakan. Terus berusaha hingga mendapat restu, tapi.. sebelum berusaha, yakini dulu diri masing-masing kalau pilihan saat ini adalah pilihan yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga restu yang diberikan tidak menjadi restu yang sia-sia. Jika memang tetap tidak mendapat restu, ya sudah, jangan melawan dan nekat, apalagi sampai kawin lari jangan yaaa. Mungkin mereka memiliki rencana yang lebih baik, Turuti saja kemauan mereka, toh sebelumnya sudah berusaha namun tidak berhasil. Jangan menentang orangtua, apalagi soal restu. Ingatlah, restu Tuhan diturunkan melalui restu orangtua. Jadi, di usia 22 tahun, mulailah menjalani hubungan yang memang telah mendapat restu dari kedua orangtua, agar tidak menjadi kendala yang menghalangi di akhir hubungan nanti.



Ya.. keempat poin di atas hanyalah pandangan saya sebagai penulis dan pribadi yang memang belum berumur 22 tahun, namun telah mendengar banyak kisah percintaan usia 20 tahun ke atas hehe
Kalau ada yang punya pandangan lain, boleh di share yaaaa ;) hehe comment aja nanti dilihat. Terimakasih

Kerinduan


Rasa ini berkecamuk dalam dada
Meminta wujud yang dicinta
Mengharap sosok untuk dipuja

Bukan, bukan menduakan Tuhan
Bukan, bukan melupakan utusanNya
Bukan, bukan mengenyampingkan orangtua

Sosok yang dipuja dalam sisi yang berbeda
Wujud yang dicinta untuk mensyukuri ciptaan Nya
Dirinya..

Tersadar ku di keheningan
Pada siapa sebenarnya aku berkata
Pada siapa sebenarnya aku meminta

Lagi lagi..
Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Hanya rindu yang berteriak
Menyerukan satu nama

Kemana arahnya kerinduan ini
Hanya menyiksa batinku kini
Jauh disana, apa kau merasakan yang sama?
Jika iya, kenapa kita tak bertemu jua?

Kunantikan dengan sabar
Hingga kepulanganmu sayang
Kubuat hatiku semakin berlapang
Hingga nanti kapal kita siap berlayar

Untitled



Gundah gulana tak menentu
Namun bukan prahara rindu
Walau mungkin ini tentang dirimu

Konsentrasiku terganggu
Berisikan bayang-bayangmu
Padahal kan, kita belum bertemu

Syair tak bersajak
Puisi tak berima
Mengapa kau tak ku ajak
Melewati sisa hidup berdua

Tulisan tak berarti
Tulisan tak dapat dimengerti
Sebegini gundahkah isi hati?
Sayangnya, tak bisa kupahami

Untuk dirimu yang disana
Silakan habiskan waktumu saja
Silakan nikmati sibukmu saja

Hingga nanti yang tersisa
Hanya waktu untuk kita berdua

Sunday, 5 July 2015

Real Love

Oh, you've got the feeling that I wanna feel
Oh, you've got the feeling that I know is real, real, real

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Oh, before you I was searching for a rarity
Oh, you showed me things I'd never thought that I would see

It's in the way you look, it's in the way you love
And I can see that this is real
It's in the way you talk, it's in the way you touch
And I can see

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love

Time won't waste, and we just learn
To take it slow and wait our turn
Held my breath, cause I believed
That you'll find me

Real, real, real, real love
This is real, real, real, real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

This is real, real, real, real love
This is real, real, real, real love

You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that feeling, you give me that feeling
You give me that, you give me real love
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love

You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love (Real love)
You give me that love, real love

Thursday, 2 July 2015

5 Tips Mengatasi Patah Hati - Isyana Sarasvati

1. Cari kesibukan
    Menurut Isyana, kalau abis putus jangan malah nangis dan merenung di kamar guys, move on lah dengan kesibukan yang positif. Misalnya hobi bermusik, buatlah lagu.. atau kalau punya hobi olahraga, ya olahraga aja supaya badannya jadi sehat J

2. Makan
        “Buat aku pribadi sih kalau lagi sedih terus makan, itu seneng banget, apalagi makan makanan yang manis, atau makan besar seperti nasi pake sup ayam pake daging, itu kayaknya langsung powerfull gitu..”, ujar Isyana.

3. Selfie
         Isyana bilang, “Selfie aja biar lo bisa liat kalau diri lo itu keren dan jadi makin percaya diri.”

4. Jalan – jalan
      Isyana berpendapat kalau tips yang keempat bisa dengan jalan-jalan atau liburan sama keluarga / teman. “Dengan jalan-jalan, kalian bisa membuyarkan fokus ke orang tersebut dan bisa menikmati waktu liburan kalian bersama keluarga atau teman”, tambahnya lagi.

5. Mendekatkan diri ke Tuhan
         “Kalau kalian udah nggak tau mau berbuat apa lagi, coba deh dekatkan diri kalian kepada Tuhan..”, kata Isyana dalam tips terakhirnya.
               
Referensi :

Hai Sepuluh – Hai magazine



5 Fakta Isyana Sarasvati


Music is my life

Isyana mengatakan bahwa fakta pertama tentang dirinya adalah "Music is my life", pernyataan itu jelas terlihat dari passion nya terhadap musik serta sejumlah prestasinya di bidang musik. Wanita cantik kelahiran Bandung 22 tahun yang lalu ini merupakan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London. Kecintaannya terhadap musik dituangkan dalam kepiawaiannya saat memainkan organ elektronik dan piano, tidak hanya dua alat musik itu saja yang mampu dimainkannya, Isyana juga dapat memainkan alat musik tiup seperti saxophone dan juga flute.


 Suka makan

Dalam beberapa acara, Isyana mengakui bahwa dirinya sangat menyukai makan dalam porsi besar. Bahkan di acara The Comment NET TV, Isyana mengatakan bahwa porsi terbesarnya saat mengonsumsi makanan yakni sebanyak 7 piring, entah benar atau tidak namun itulah yang dikatakan oleh Isyana dengan jelas di acara tersebut. 


Introvert off stage, extrovert on stage

Isyana juga mengatakan di berbagai acara tentang kepribadiannya yang terbilang unik. Jika umumnya seseorang memiliki salah satu sifat diantara Introvert dan Extrovert, Isyana memiliki keduanya di dalam waktu yang berbeda. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah introvert di dalam kehidupan sehari-harinya, namun ia juga mengakui bahwa ia sangat extrovert saat menjalankan profesinya sebagai musisi di atas panggung.


Jahil

Mungkin fakta keempat tentang Isyana Sarasvati ini tidak banyak diketahui khalayak umum, namun inilah yang dikatakannya dalam liputan tabloid Nova. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah jahil, mungkin dapat dilihat juga dalam beberapa tayangan yang memperlihatkan bahwa Isyana senang bercanda atau bergurau di tengah wawancara yang sedang berlangsung. Mungkin dari situ dapat dilihat bahwa Isyana juga memiliki selera humor yang cukup baik yang mungkin dapat dituangkan dalam bentuk kejahilah. Heheheh


Sangat suka tantangan

Isyana juga mengakui bahwa dirinya sangat menyukai akan adanya sebuah tantangan. Maka dari itu, dalam setiap acara yang melibatkan dirinya, tak jarang Isyana diberikan berbagai macam bentuk tantangan, mulai dari menunjukkan keahlian bermain piano, battle bermain piano bersama pianis lain, hingga menyanyikan lagu biasa ke dalam bentuk opera atau seriosa. Tentu saja, Isyana Sarasvati dapat menyelesaikan semua tantangan itu dengan mudah dan tetap memukau siapapun yang menyaksikannya. 



Referensi :

www.tabloidnova.com

Isyana Sarasvati

    Isyana Sarasvati adalah musisi muda kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 yang baru saja berkecimpung di industri musik Indonesia. Merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London membuatnya semakin memiliki nilai musikalitas yang tinggi. Minatnya dalam bidang musik dapat dilihat dari keahliannya bermain piano dan organ elektronik, serta beberapa alat musik lainnya seperti saxophone dan flute. Tidak hanya piawai dalam memainkan alat musik, Isyana juga merupakan penyanyi seriosa yang bersuara indah, dengan basic klasik dan opera, Isyana mampu menyuguhkan permainan organ elektronik yang memukau ketika dipadukan dengan suaranya yang indah. 

    Isyana mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik sejak usia 7 tahun, dimana pada saat itu ia mulai mengenal alat musik organ elektronik. Tidak seperti anak seusianya pada masa itu, Isyana lebih tertarik bermain organ elektronik dan piano dibandingkan menonton acara televisi. Setiap harinya Isyana mampu menghabiskan waktu bersama alat musiknya lebih dari 5 jam. Sejak saat itulah ia menetapkan passionnya pada bidang musik dan memiliki cita-cita menjadi musisi dan maestro ternama. Bakat yang dimiliki Isyana tersebut ternyata tidak sia-sia, pada kompetisi pertamanya ia langsung mendapatkan gelar sebagai juara 1.

    Pada usia 16 tahun, Isyana mendapatkan beasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore. Dalam acara "Indonesia Morning Show" yang ditayangkan di NET TV, Isyana menceritakan pengalamannya tentang beasiswa tersebut. 


"Jadi aku waktu itu pertama kali apply di piano, terus audisi dan diterima. Tapi karena terlalu banyak orang yang belajar piano, jadi kapasitas untuk scholarshipnya sedikit. Jadi aku keterima tapi nggak dapet scholarship. Terus aku coba lagi, aku tanya boleh nggak nih audisi lagi ganti major, terus akhirnya aku dikasih kesempatan dan dikasih 80 list lagu dengan 3 bahasa yaitu France, Italian dan Germany, dan disuruh pilih 3 lagu, terus aku audisi lagi dan dua minggu setelahnya aku mendapatkan scholarship itu", tutur Isyana.


    Selanjutnya, Isyana mendapatkan nilai tertinggi pada masa diploma nya tersebut yang membuatnya kembali menerima beasiswa bachelor dan meneruskan studinya di Royal College of Music, London.

   Sejumlah prestasi membanggakan telah berhasil diraih oleh Isyana baik secara nasional hingga internasional. Beberapa prestasinya yaitu menjadi penempat podium pertama pada tahun 2011 di ajang Asia Pasific Electone Festival yang diselenggarakan di Singapura, menjadi juara se-Indonesia dalam permainan organ elektroniknya sebanyak tiga kali, juara se-Asia sebanyak tiga kali, satu kali grandprice di Singapura dan menjadi semifinalis dunia di Tokyo, Jepang. Pada tahun 2015, Isyana juga menjadi nominasi dalam ajang Indonesia Choice Awards dengan dua kategori, yakni Female Singer of The Year dan Breakthrough Artist of The Year. 


  Isyana mulai mengcompose sebuah lagu sejak ia berumur 15 tahun, salah satu lagu yang dihasilkannya yaitu Wings of Your Shadow yang terinspirasi dari kepergian sang kakak yang pada saat itu harus berpisah dengan Isyana karena menerima scholarship ke Amerika. Hingga saat ini Isyana telah menghasilkan sekitar 8 hingga 9 lagu hasil compose nya sendiri. 


    Pada tahun 2014, Isyana mengeluarkan single pertamanya yang berjudul "Keep Being You", dengan nada yang easy listening dilengkapi dengan lirik yang sederhana single tersebut mampu menarik perhatian banyak orang yang kemudian menjadi penggemarnya yang dikenal dengan nama Isyanation. Sebenarnya Isyanation sudah lebih dulu tebentuk sebelum single tersebut dirilis, lebih tepatnya pada tanggal 4 November 2014 lah Isyanation terbentuk. Pada saat itu mereka mengenal Isyana lewat akun Youtube dan Soundcloud milik Isyana yang senantiasa menyuguhkan hasil cover Isyana yang menyanyikan lagu dari penyanyi lain. Selanjutnya, Isyana mengeluarkan single kedua pada tahun 2015 dengan judul "Tetap Dalam Jiwa", lagu yang berangkat dari kisah nyata tersebut memiliki tempo yang lebih slow jika dibandingkan dengan single sebelumnya. Lirik yang penuh arti itu kembali menarik banyak perhatian dari khalayak umum untuk mengenal siapa Isyana sebenarnya dan menantikan karya-karya yang selanjutnya. 


Referensi :

www.tabloidnova.com

Liputan Indonesia Morning Show NET TV