SpongeBob SquarePants

Saturday, 6 October 2012

Tahu Diri

Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa

Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku telah berjanji menyerah

Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Thursday, 4 October 2012

Dalam Diam :')


Dalam diam, aku tersenyum
Dalam diam, aku menangis
Dalam diam, aku tertawa
Dalam diam, aku terluka

Dalam diam, ku cari dirimu
Dalam diam, ku telusuri tentangmu 
Dalam diam, ku kagumi dirimu
Dalam diam, ku berharap padamu

Kutulis puisi itu pada selembar kertas. Sepenggal puisi yang memiliki arti mendalam bagiku. Semenjak pertemuanku dengannya, aku merasa ada yang berbeda. Sempat kutahan perasaan ini, berusaha menghindarinya. Namun aku salah, semakin aku berusaha menghindar, semakin aku berusaha untuk lari dari perasaan ini, semakin kencang pula aku diburu olehnya. Dikejar oleh perasaan yang sesungguhnya tak ingin aku akui. Perasaan yang seakan-akan ingin tinggal di dalam hatiku. Menjadikan hatiku sebagai tempat peristirahatannya.

Kini, aku mengalah dengan perasaan ini. Aku membiarkannya masuk. Aku membiarkannya tinggal sementara di hatiku. Tanpa sadar, kalau ini bisa saja untuk selamanya. Namun, kenapa disaat semua ini baru saja terjadi, aku menerima sebuah kenyataan yang sedikit memilukan. Agak pahit terasa. Sahabatku memiliki perasaan yang sama kepada orang yang sama pula. Bahkan ternyata, dia telah lama memendam perasaan itu. Aku merasa terkejut, merasa bersalah, merasa serba salah. Keraguan dan kebimbangan mulai muncul. Terlebih lagi setiap aku mendengarkan cerita tentang mereka. Sahabatku merasa begitu senang ketika bercerita tentang kedekatan mereka. Tergambar jelas raut kebahagiaan di wajahnya. Sebagai sahabat yang baik, aku tak mau melukai perasaannya. Aku berpura pura turut senang dalam ceritanya. Tertawa sambil menatap binar matanya yang memancarkan kebahagiaan, semburat senyumnya pun memaksaku untuk ikut tersenyum, walau sesungguhnya jauh di dalam hatiku telah tercipta sebuah luka. Kali ini, aku tidak lagi mengalah pada perasaanku. Tapi aku mengalah pada sahabatku. Aku mendekatkan sahabatku dengan pujaan hatinya yang sesungguhnya pujaan hatiku juga. Aku berusaha menghapus perasaanku, memendam perasaanku dalam dalam dan menguburnya. Aku tak ingin ada seorang pun yang tahu tentang perasaanku ini. Hingga akhirnya, mereka berdua bisa benar-benar bersama. Aku yang lemah hanya bisa memandang kebahagiaan mereka dari kejauhan, tersenyum getir sambil bergumam “Akulah seseorang yang mencintaimu dalam diam”

Wednesday, 3 October 2012

Lembaran Baru :)

Assalamualaikum. Bismillah, saya menuliskan ini dengan sepenuh hati dan kesadaran sesungguhnya. :)

Sekarang aku tidak lagi tinggal di Jakarta. Diterimanya aku di ITS membuat aku harus meninggalkan kota yang menjadi tempat kelahiranku itu. Aku senang karena aku merasa bisa belajar mandiri di kota baru. Surabaya. Dari awal, aku memang berniat untuk meneruskan pendidikanku di kota ini, di salah satu Institut Teknologi terbaik di Indonesia. ITS. Dengan berbagai macam pertimbangan, aku memberanikan diri untuk memilih ITS di kedua pilhanku pada saat mengikuti SNMPTN. Pada awalnya orangtua ku memang tidak sependapat dengan pilihanku ini, jujur saja mereka merasa khawatir melihat anak terakhirnya harus tinggal jauh dari keluarga. Tapi aku berusaha keras untuk meyakinkan mereka bahwa aku akan baik baik saja selama jauh dari mereka. Akhirnya mereka pun mengalah, walau sesungguhnya tanpa aku ketahui, ibuku tetap berharap agar aku tidak diterima di ITS dan bisa kuliah di Jakarta. Kelihatannya memang agak "jahat", impianku untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang kuingini tidak mendapat dukungan sepenuhnya. Tapi aku tidak menyerah, aku tetap berdoa sepenuh hati agar impianku bisa terwujud. Sebenarnya, aku sendiri tidak mengerti mengapa aku begitu ingin tinggal jauh dari keluargaku. Terkadang, aku sendiri merasa ragu, apakah aku bisa menjalani keseharianku tanpa keluarga. Tapi, aku rasa aku membutuhkan kehidupan baru. Suasana baru, lembaran baru dalam kisah hidupku yang harus kulalui bukan di Jakarta, bukan di lingkungan kehidupanku yang lama. Aku ingin pergi dari Jakarta dan menghapus kenangan kenangan buruk yang pernah ada. Walau aku tahu, tidak seharusnya semua itu kulakukan. Tapi, keinginan dari dalam diriku ini begitu besar dan sulit dikalahkan. Aku mengalah dengan suara hati kecilku. Walau harus berjuang sendirian di kota yang baru, walau harus jauh dari keluargaku, aku tetap ingin melanjutkan pilihanku. "demi mencapai kemandirian", gumamku dalam hati di kala aku dihampiri oleh keraguan. Ya, aku memang ingin belajar mandiri dan tidak bergantung pada orang-orang di sekitarku. Aku ingin mencoba menjalani kehidupan baru dan mengenal orang-orang baru disini. Aku terus berjuang agar bisa melanjutkan pendidikanku di ITS, aku belajar keras, berdoa tak henti-hentinya, walau aku tahu, ada satu doa yang berusaha melawan kekuatan doa dan harapanku. Sedihnya, doa itu datang dari Ibuku sendiri. Hingga suatu malam, beliau menyaksikan sendiri bagaimana aku bangun di tengah malam demi memanjatkan doaku pada Allah dan bersungguh sungguh meyampaikan harapanku. Sepertinya, ibuku merasa terharu, melihat sang anak yang begitu bersungguh sungguh menjalankan niatnya. Akhirnya, ibuku pun merasa luluh. Beliau benar-benar mengalah, dan ikut mendoakan yang terbaik untukku. Beliau ikut mengantarku untuk melaksanakan SNMPTN di Surabaya. Ikut menemaniku sholat malam. Ikut mendampingi dan mendoakanku. Hingga, ada satu waktu yang benar benar membuatku merasa berterimakasih dan merasa akan begitu merindukan beliau. Pada hari H SNMPTN, beliau ikut mengantarku ke tempat pelaksanaannya. Pada saat aku istirahat, aku melihat beliau berdiam diri di sebuah masjid di sekitar tempat pelaksaan ujian tersebut. Aku yang hendak sholat dhuha, terlebih dahulu disapa oleh ibuku. Setelah berbicara sebentar, barulah aku sholat dhuha. Seusai aku sholat, aku bertanya pada ibuku tentang apa yang beliau lakukan sejak tadi. Beliau menjawab bahwa saat aku sedang mengerjakan ujian di dalam ruangan, beliau ikut membantuku dalam doa. Beliau sholat dhuha, sholat hajat, membaca alquran, dan beliau melakukan itu karena beliau melihat aku yang begitu bersungguh-sungguh dengan impianku. Beliau yang dulu tidak mendukungku sepenuhnya, kini ikut membantuku dalam doa. Sungguh, aku terharu saat itu. Hingga aku kembali berjuang sepenuhnya agar bisa membuat beliau bangga dan bahagia. Alhamdulillah, usahaku dan dukungan dari orang sekitar, tidak sia-sia. Aku berhasil diterima di ITS. Aku sangat bahagia, keluargaku pun begitu, merasa bangga. Namun, aku tau bahwa di hati kecil ibuku masih ada kekhawatiran yang mendalam. Buktinya, dia memang memberiku selamat, namun terlihat raut sedih di wajahnya. Beliau bilang, diterimanya aku di ITS memang suatu kebanggan berarti, namun juga menjadi sebuah tanda bahwa aku harus tinggal jauh dan meninggalkan keluarga. Untuk kesekian kalinya aku meyakinkan mereka bahwa aku akan baik-baik saja. ....... *bersambung*a





I'm back!

Hello guuuyyssss... I'm back!!! Setelah sekian lama nggak blogging, ngerasa kangen juga sama blog ini. Ngerasa udah lamaaa banget nggak nulis disini. Hehehe. Sebenernya sempat ada ide ide yang pengen dituliskan di blog ini, tapi berhubung masih ada hambatan jadinya ditunda dulu deh penulisan ide ide tersebut. Tapi tenaaang, ide ide itu masih bisa muncul di waktu waktu mendatang dan insyaAllah bisa dituliskan disini hehehe. Doain aja yaaaa

Wednesday, 25 July 2012

Best Thing I Never Had

What goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around (hey my baby)
I say what goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around...

There was a time
I thought, that you did everything right
No lies, no wrong
Boy I must've been out of my mind
So when I think of the time that I almost loved you
You showed your ass and I, I saw the real you

Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
So baby good lookin' out

[Chorus:]
I wanted you bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
You turned out to be the (best thing I never had)
And I'm gonna' always be the (best thing you never had)
Oh yeah, I bet it sucks to be you right now

So sad, you're hurt
Boo hoo, oh, did you expect me to care
You don't deserve my tears
I guess that's why they ain't there
When I think that there was a time that I almost loved you
You showed your ass and baby yes I saw the real you

Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
Baby good lookin' out

[Chorus:]
I wanted you bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
I said, you turned out to be the (best thing I never had)
And I'll never be the (best thing you never had)
Oh baby I bet sucks to be you right now

I know you want me back
It's time to face the facts
That I'm the one that's got away
Lord knows that it would take another place, another time, another world, another life
Thank God I found the good in goodbye

[Chorus:]
I used to want you so bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
Oh you turned out to be (the best thing I never had)
And I will always be the (best thing you never had)
Ooh, best thing you never had!

I used to want you so bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
Oh you turned out to be the (best thing I never had)
Ooh, I will never be the (best thing you never had)
Oh baby, I bet it sucks to be you right now

What goes around, comes back around
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now

Saturday, 21 July 2012

Tak Pernah Padam

Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu
Seakan tak mau hilang dariku

Takkan mudah, ku bisa melupakan segalanya
Yang telah terjadi diantara kau dan aku
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tau
Api cintaku padamu
Tak pernah padam

Takkan mudah, ku bisa melupakan segalanya
Yang telah terjadi diantara kau dan aku
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tau
Api cintaku padamu
TAK PERNAH PADAM 

:'""""")

Wednesday, 18 July 2012

Bukan Dia Tapi Aku :')

Gaktau kenapa gue jadi suka banget sama lagu ini gara-gara denger duet sensasional Sean-Judika di Indonesian Idol. Udah kata-katanya dalem, mereka nyanyiin dengan feel yang bener-bener keren. Jadi kalo denger makin jlebjlebjleb hahaha *lebay*. Mari kita simak liriknya haha 

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Kupunya hati bukan tuk disakiti

Kuakui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..

Kuakui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..
Cintaku lebih besar dari cintanyaa
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia.. tapi aku

Begitu beratnya ini
Hingga ku harus mengalah..

Ku harus pergi meninggalkanmu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..
Cintaku lebih besar dari bencimu
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia, jangan dia
Cukup aku....

Nah.. udah liat kan tuh lirik lagunya. Pas banget buat yang ditinggalin seseorang karena orang lain.Yang belum denger lagu ini dibawain Sean-Judika coba denger deh. Pasti makin jleb jleb hahaha. Selamat mendengarkaaaan :D


Saturday, 6 October 2012

Tahu Diri

Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa

Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku telah berjanji menyerah

Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Dan upaya ku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Thursday, 4 October 2012

Dalam Diam :')


Dalam diam, aku tersenyum
Dalam diam, aku menangis
Dalam diam, aku tertawa
Dalam diam, aku terluka

Dalam diam, ku cari dirimu
Dalam diam, ku telusuri tentangmu 
Dalam diam, ku kagumi dirimu
Dalam diam, ku berharap padamu

Kutulis puisi itu pada selembar kertas. Sepenggal puisi yang memiliki arti mendalam bagiku. Semenjak pertemuanku dengannya, aku merasa ada yang berbeda. Sempat kutahan perasaan ini, berusaha menghindarinya. Namun aku salah, semakin aku berusaha menghindar, semakin aku berusaha untuk lari dari perasaan ini, semakin kencang pula aku diburu olehnya. Dikejar oleh perasaan yang sesungguhnya tak ingin aku akui. Perasaan yang seakan-akan ingin tinggal di dalam hatiku. Menjadikan hatiku sebagai tempat peristirahatannya.

Kini, aku mengalah dengan perasaan ini. Aku membiarkannya masuk. Aku membiarkannya tinggal sementara di hatiku. Tanpa sadar, kalau ini bisa saja untuk selamanya. Namun, kenapa disaat semua ini baru saja terjadi, aku menerima sebuah kenyataan yang sedikit memilukan. Agak pahit terasa. Sahabatku memiliki perasaan yang sama kepada orang yang sama pula. Bahkan ternyata, dia telah lama memendam perasaan itu. Aku merasa terkejut, merasa bersalah, merasa serba salah. Keraguan dan kebimbangan mulai muncul. Terlebih lagi setiap aku mendengarkan cerita tentang mereka. Sahabatku merasa begitu senang ketika bercerita tentang kedekatan mereka. Tergambar jelas raut kebahagiaan di wajahnya. Sebagai sahabat yang baik, aku tak mau melukai perasaannya. Aku berpura pura turut senang dalam ceritanya. Tertawa sambil menatap binar matanya yang memancarkan kebahagiaan, semburat senyumnya pun memaksaku untuk ikut tersenyum, walau sesungguhnya jauh di dalam hatiku telah tercipta sebuah luka. Kali ini, aku tidak lagi mengalah pada perasaanku. Tapi aku mengalah pada sahabatku. Aku mendekatkan sahabatku dengan pujaan hatinya yang sesungguhnya pujaan hatiku juga. Aku berusaha menghapus perasaanku, memendam perasaanku dalam dalam dan menguburnya. Aku tak ingin ada seorang pun yang tahu tentang perasaanku ini. Hingga akhirnya, mereka berdua bisa benar-benar bersama. Aku yang lemah hanya bisa memandang kebahagiaan mereka dari kejauhan, tersenyum getir sambil bergumam “Akulah seseorang yang mencintaimu dalam diam”

Wednesday, 3 October 2012

Lembaran Baru :)

Assalamualaikum. Bismillah, saya menuliskan ini dengan sepenuh hati dan kesadaran sesungguhnya. :)

Sekarang aku tidak lagi tinggal di Jakarta. Diterimanya aku di ITS membuat aku harus meninggalkan kota yang menjadi tempat kelahiranku itu. Aku senang karena aku merasa bisa belajar mandiri di kota baru. Surabaya. Dari awal, aku memang berniat untuk meneruskan pendidikanku di kota ini, di salah satu Institut Teknologi terbaik di Indonesia. ITS. Dengan berbagai macam pertimbangan, aku memberanikan diri untuk memilih ITS di kedua pilhanku pada saat mengikuti SNMPTN. Pada awalnya orangtua ku memang tidak sependapat dengan pilihanku ini, jujur saja mereka merasa khawatir melihat anak terakhirnya harus tinggal jauh dari keluarga. Tapi aku berusaha keras untuk meyakinkan mereka bahwa aku akan baik baik saja selama jauh dari mereka. Akhirnya mereka pun mengalah, walau sesungguhnya tanpa aku ketahui, ibuku tetap berharap agar aku tidak diterima di ITS dan bisa kuliah di Jakarta. Kelihatannya memang agak "jahat", impianku untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang kuingini tidak mendapat dukungan sepenuhnya. Tapi aku tidak menyerah, aku tetap berdoa sepenuh hati agar impianku bisa terwujud. Sebenarnya, aku sendiri tidak mengerti mengapa aku begitu ingin tinggal jauh dari keluargaku. Terkadang, aku sendiri merasa ragu, apakah aku bisa menjalani keseharianku tanpa keluarga. Tapi, aku rasa aku membutuhkan kehidupan baru. Suasana baru, lembaran baru dalam kisah hidupku yang harus kulalui bukan di Jakarta, bukan di lingkungan kehidupanku yang lama. Aku ingin pergi dari Jakarta dan menghapus kenangan kenangan buruk yang pernah ada. Walau aku tahu, tidak seharusnya semua itu kulakukan. Tapi, keinginan dari dalam diriku ini begitu besar dan sulit dikalahkan. Aku mengalah dengan suara hati kecilku. Walau harus berjuang sendirian di kota yang baru, walau harus jauh dari keluargaku, aku tetap ingin melanjutkan pilihanku. "demi mencapai kemandirian", gumamku dalam hati di kala aku dihampiri oleh keraguan. Ya, aku memang ingin belajar mandiri dan tidak bergantung pada orang-orang di sekitarku. Aku ingin mencoba menjalani kehidupan baru dan mengenal orang-orang baru disini. Aku terus berjuang agar bisa melanjutkan pendidikanku di ITS, aku belajar keras, berdoa tak henti-hentinya, walau aku tahu, ada satu doa yang berusaha melawan kekuatan doa dan harapanku. Sedihnya, doa itu datang dari Ibuku sendiri. Hingga suatu malam, beliau menyaksikan sendiri bagaimana aku bangun di tengah malam demi memanjatkan doaku pada Allah dan bersungguh sungguh meyampaikan harapanku. Sepertinya, ibuku merasa terharu, melihat sang anak yang begitu bersungguh sungguh menjalankan niatnya. Akhirnya, ibuku pun merasa luluh. Beliau benar-benar mengalah, dan ikut mendoakan yang terbaik untukku. Beliau ikut mengantarku untuk melaksanakan SNMPTN di Surabaya. Ikut menemaniku sholat malam. Ikut mendampingi dan mendoakanku. Hingga, ada satu waktu yang benar benar membuatku merasa berterimakasih dan merasa akan begitu merindukan beliau. Pada hari H SNMPTN, beliau ikut mengantarku ke tempat pelaksanaannya. Pada saat aku istirahat, aku melihat beliau berdiam diri di sebuah masjid di sekitar tempat pelaksaan ujian tersebut. Aku yang hendak sholat dhuha, terlebih dahulu disapa oleh ibuku. Setelah berbicara sebentar, barulah aku sholat dhuha. Seusai aku sholat, aku bertanya pada ibuku tentang apa yang beliau lakukan sejak tadi. Beliau menjawab bahwa saat aku sedang mengerjakan ujian di dalam ruangan, beliau ikut membantuku dalam doa. Beliau sholat dhuha, sholat hajat, membaca alquran, dan beliau melakukan itu karena beliau melihat aku yang begitu bersungguh-sungguh dengan impianku. Beliau yang dulu tidak mendukungku sepenuhnya, kini ikut membantuku dalam doa. Sungguh, aku terharu saat itu. Hingga aku kembali berjuang sepenuhnya agar bisa membuat beliau bangga dan bahagia. Alhamdulillah, usahaku dan dukungan dari orang sekitar, tidak sia-sia. Aku berhasil diterima di ITS. Aku sangat bahagia, keluargaku pun begitu, merasa bangga. Namun, aku tau bahwa di hati kecil ibuku masih ada kekhawatiran yang mendalam. Buktinya, dia memang memberiku selamat, namun terlihat raut sedih di wajahnya. Beliau bilang, diterimanya aku di ITS memang suatu kebanggan berarti, namun juga menjadi sebuah tanda bahwa aku harus tinggal jauh dan meninggalkan keluarga. Untuk kesekian kalinya aku meyakinkan mereka bahwa aku akan baik-baik saja. ....... *bersambung*a





I'm back!

Hello guuuyyssss... I'm back!!! Setelah sekian lama nggak blogging, ngerasa kangen juga sama blog ini. Ngerasa udah lamaaa banget nggak nulis disini. Hehehe. Sebenernya sempat ada ide ide yang pengen dituliskan di blog ini, tapi berhubung masih ada hambatan jadinya ditunda dulu deh penulisan ide ide tersebut. Tapi tenaaang, ide ide itu masih bisa muncul di waktu waktu mendatang dan insyaAllah bisa dituliskan disini hehehe. Doain aja yaaaa

Wednesday, 25 July 2012

Best Thing I Never Had

What goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around (hey my baby)
I say what goes around comes back around (hey my baby)
What goes around comes back around...

There was a time
I thought, that you did everything right
No lies, no wrong
Boy I must've been out of my mind
So when I think of the time that I almost loved you
You showed your ass and I, I saw the real you

Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
So baby good lookin' out

[Chorus:]
I wanted you bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
You turned out to be the (best thing I never had)
And I'm gonna' always be the (best thing you never had)
Oh yeah, I bet it sucks to be you right now

So sad, you're hurt
Boo hoo, oh, did you expect me to care
You don't deserve my tears
I guess that's why they ain't there
When I think that there was a time that I almost loved you
You showed your ass and baby yes I saw the real you

Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
Baby good lookin' out

[Chorus:]
I wanted you bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
I said, you turned out to be the (best thing I never had)
And I'll never be the (best thing you never had)
Oh baby I bet sucks to be you right now

I know you want me back
It's time to face the facts
That I'm the one that's got away
Lord knows that it would take another place, another time, another world, another life
Thank God I found the good in goodbye

[Chorus:]
I used to want you so bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
Oh you turned out to be (the best thing I never had)
And I will always be the (best thing you never had)
Ooh, best thing you never had!

I used to want you so bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the (best thing I never had)
Oh you turned out to be the (best thing I never had)
Ooh, I will never be the (best thing you never had)
Oh baby, I bet it sucks to be you right now

What goes around, comes back around
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now
What goes around, comes back around
I bet it sucks to be you right now

Saturday, 21 July 2012

Tak Pernah Padam

Senyumanmu masih jelas terkenang
Hadir selalu
Seakan tak mau hilang dariku

Takkan mudah, ku bisa melupakan segalanya
Yang telah terjadi diantara kau dan aku
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tau
Api cintaku padamu
Tak pernah padam

Takkan mudah, ku bisa melupakan segalanya
Yang telah terjadi diantara kau dan aku
Di antara kita berdua

Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu
Kini kau telah menghilang jauh dari diriku
Semua tinggal cerita antara kau dan aku
Namun satu yang perlu engkau tau
Api cintaku padamu
TAK PERNAH PADAM 

:'""""")

Wednesday, 18 July 2012

Bukan Dia Tapi Aku :')

Gaktau kenapa gue jadi suka banget sama lagu ini gara-gara denger duet sensasional Sean-Judika di Indonesian Idol. Udah kata-katanya dalem, mereka nyanyiin dengan feel yang bener-bener keren. Jadi kalo denger makin jlebjlebjleb hahaha *lebay*. Mari kita simak liriknya haha 

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Kupunya hati bukan tuk disakiti

Kuakui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..

Kuakui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..
Cintaku lebih besar dari cintanyaa
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia.. tapi aku

Begitu beratnya ini
Hingga ku harus mengalah..

Ku harus pergi meninggalkanmu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya.. sakitnya.. oh sakitnya..
Cintaku lebih besar dari bencimu
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia, jangan dia
Cukup aku....

Nah.. udah liat kan tuh lirik lagunya. Pas banget buat yang ditinggalin seseorang karena orang lain.Yang belum denger lagu ini dibawain Sean-Judika coba denger deh. Pasti makin jleb jleb hahaha. Selamat mendengarkaaaan :D