SpongeBob SquarePants

Thursday, 2 July 2015

5 Fakta Isyana Sarasvati


Music is my life

Isyana mengatakan bahwa fakta pertama tentang dirinya adalah "Music is my life", pernyataan itu jelas terlihat dari passion nya terhadap musik serta sejumlah prestasinya di bidang musik. Wanita cantik kelahiran Bandung 22 tahun yang lalu ini merupakan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London. Kecintaannya terhadap musik dituangkan dalam kepiawaiannya saat memainkan organ elektronik dan piano, tidak hanya dua alat musik itu saja yang mampu dimainkannya, Isyana juga dapat memainkan alat musik tiup seperti saxophone dan juga flute.


 Suka makan

Dalam beberapa acara, Isyana mengakui bahwa dirinya sangat menyukai makan dalam porsi besar. Bahkan di acara The Comment NET TV, Isyana mengatakan bahwa porsi terbesarnya saat mengonsumsi makanan yakni sebanyak 7 piring, entah benar atau tidak namun itulah yang dikatakan oleh Isyana dengan jelas di acara tersebut. 


Introvert off stage, extrovert on stage

Isyana juga mengatakan di berbagai acara tentang kepribadiannya yang terbilang unik. Jika umumnya seseorang memiliki salah satu sifat diantara Introvert dan Extrovert, Isyana memiliki keduanya di dalam waktu yang berbeda. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah introvert di dalam kehidupan sehari-harinya, namun ia juga mengakui bahwa ia sangat extrovert saat menjalankan profesinya sebagai musisi di atas panggung.


Jahil

Mungkin fakta keempat tentang Isyana Sarasvati ini tidak banyak diketahui khalayak umum, namun inilah yang dikatakannya dalam liputan tabloid Nova. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah jahil, mungkin dapat dilihat juga dalam beberapa tayangan yang memperlihatkan bahwa Isyana senang bercanda atau bergurau di tengah wawancara yang sedang berlangsung. Mungkin dari situ dapat dilihat bahwa Isyana juga memiliki selera humor yang cukup baik yang mungkin dapat dituangkan dalam bentuk kejahilah. Heheheh


Sangat suka tantangan

Isyana juga mengakui bahwa dirinya sangat menyukai akan adanya sebuah tantangan. Maka dari itu, dalam setiap acara yang melibatkan dirinya, tak jarang Isyana diberikan berbagai macam bentuk tantangan, mulai dari menunjukkan keahlian bermain piano, battle bermain piano bersama pianis lain, hingga menyanyikan lagu biasa ke dalam bentuk opera atau seriosa. Tentu saja, Isyana Sarasvati dapat menyelesaikan semua tantangan itu dengan mudah dan tetap memukau siapapun yang menyaksikannya. 



Referensi :

www.tabloidnova.com

Isyana Sarasvati

    Isyana Sarasvati adalah musisi muda kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 yang baru saja berkecimpung di industri musik Indonesia. Merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London membuatnya semakin memiliki nilai musikalitas yang tinggi. Minatnya dalam bidang musik dapat dilihat dari keahliannya bermain piano dan organ elektronik, serta beberapa alat musik lainnya seperti saxophone dan flute. Tidak hanya piawai dalam memainkan alat musik, Isyana juga merupakan penyanyi seriosa yang bersuara indah, dengan basic klasik dan opera, Isyana mampu menyuguhkan permainan organ elektronik yang memukau ketika dipadukan dengan suaranya yang indah. 

    Isyana mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik sejak usia 7 tahun, dimana pada saat itu ia mulai mengenal alat musik organ elektronik. Tidak seperti anak seusianya pada masa itu, Isyana lebih tertarik bermain organ elektronik dan piano dibandingkan menonton acara televisi. Setiap harinya Isyana mampu menghabiskan waktu bersama alat musiknya lebih dari 5 jam. Sejak saat itulah ia menetapkan passionnya pada bidang musik dan memiliki cita-cita menjadi musisi dan maestro ternama. Bakat yang dimiliki Isyana tersebut ternyata tidak sia-sia, pada kompetisi pertamanya ia langsung mendapatkan gelar sebagai juara 1.

    Pada usia 16 tahun, Isyana mendapatkan beasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore. Dalam acara "Indonesia Morning Show" yang ditayangkan di NET TV, Isyana menceritakan pengalamannya tentang beasiswa tersebut. 


"Jadi aku waktu itu pertama kali apply di piano, terus audisi dan diterima. Tapi karena terlalu banyak orang yang belajar piano, jadi kapasitas untuk scholarshipnya sedikit. Jadi aku keterima tapi nggak dapet scholarship. Terus aku coba lagi, aku tanya boleh nggak nih audisi lagi ganti major, terus akhirnya aku dikasih kesempatan dan dikasih 80 list lagu dengan 3 bahasa yaitu France, Italian dan Germany, dan disuruh pilih 3 lagu, terus aku audisi lagi dan dua minggu setelahnya aku mendapatkan scholarship itu", tutur Isyana.


    Selanjutnya, Isyana mendapatkan nilai tertinggi pada masa diploma nya tersebut yang membuatnya kembali menerima beasiswa bachelor dan meneruskan studinya di Royal College of Music, London.

   Sejumlah prestasi membanggakan telah berhasil diraih oleh Isyana baik secara nasional hingga internasional. Beberapa prestasinya yaitu menjadi penempat podium pertama pada tahun 2011 di ajang Asia Pasific Electone Festival yang diselenggarakan di Singapura, menjadi juara se-Indonesia dalam permainan organ elektroniknya sebanyak tiga kali, juara se-Asia sebanyak tiga kali, satu kali grandprice di Singapura dan menjadi semifinalis dunia di Tokyo, Jepang. Pada tahun 2015, Isyana juga menjadi nominasi dalam ajang Indonesia Choice Awards dengan dua kategori, yakni Female Singer of The Year dan Breakthrough Artist of The Year. 


  Isyana mulai mengcompose sebuah lagu sejak ia berumur 15 tahun, salah satu lagu yang dihasilkannya yaitu Wings of Your Shadow yang terinspirasi dari kepergian sang kakak yang pada saat itu harus berpisah dengan Isyana karena menerima scholarship ke Amerika. Hingga saat ini Isyana telah menghasilkan sekitar 8 hingga 9 lagu hasil compose nya sendiri. 


    Pada tahun 2014, Isyana mengeluarkan single pertamanya yang berjudul "Keep Being You", dengan nada yang easy listening dilengkapi dengan lirik yang sederhana single tersebut mampu menarik perhatian banyak orang yang kemudian menjadi penggemarnya yang dikenal dengan nama Isyanation. Sebenarnya Isyanation sudah lebih dulu tebentuk sebelum single tersebut dirilis, lebih tepatnya pada tanggal 4 November 2014 lah Isyanation terbentuk. Pada saat itu mereka mengenal Isyana lewat akun Youtube dan Soundcloud milik Isyana yang senantiasa menyuguhkan hasil cover Isyana yang menyanyikan lagu dari penyanyi lain. Selanjutnya, Isyana mengeluarkan single kedua pada tahun 2015 dengan judul "Tetap Dalam Jiwa", lagu yang berangkat dari kisah nyata tersebut memiliki tempo yang lebih slow jika dibandingkan dengan single sebelumnya. Lirik yang penuh arti itu kembali menarik banyak perhatian dari khalayak umum untuk mengenal siapa Isyana sebenarnya dan menantikan karya-karya yang selanjutnya. 


Referensi :

www.tabloidnova.com

Liputan Indonesia Morning Show NET TV


Tuesday, 30 June 2015

Hura-Hura

Juli 2015.

Buka-buka blog karena lagi gabut banget di kantor, buka postingan yang lama malah ngeliat draft tulisan ini. Pas dibuka ternyata isinya tentang bocah-bocah kesayangan yang jadi temen deket di semester 4 alias tepat setahun yang lalu, daripada nggak ngapa-ngapain, ya... lanjutin tulisan ini aja kali ya hehe

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hai! Postingan terakhir di blog ini tertulis bulan februari dan sekarang udah mau masuk bulan Juli, itu berarti ada sekitar 4 bulan nggak ada postingan apa apa di sini hehehe faktor sibuk nugas sih ^^

Sekarang, gue mau cerita soal beberapa temen yang akhir semester 4 ini mendadak deket sama gue. Ini bukan geng, ini bukan komunitas, tapi ini adalah cewek-cewek yang berbeda bentuk dan gaya tapi ternyata punya banyak kesamaan. Beberapa kesamaan yang kami punya bakalan gue bahas sekalian mendeskripsikan anak-anak itu hahaha.

1. Adhisty Syamshabrina
    Panggilannya Dinda tapi biasanya kita panggil Dindut atau gendut karena emang anak ini nyimpen  banyak lemak di badannya haha tapi biarpun begitu anak ini selalu tampil modis nan stylish haha, dan sepenglihatan gue sih anak ini sebenernya menarik, kelihatan lah dari gayanya. Seneng banget sama barang-barang berbentuk "uuk" alias kotoran manusia, punya banyak pernak pernik berbentuk demikian deh pokoknya. Selalu pergi sama mobilnya yang dinamakan ilo dan ilo ini adalah mobil terjorok yang pernah gue (dan banyak orang lainnya) liat. Tuh mobil bisa berantakan banget dan bisa nggak dimandiin berbulan-bulan. Banyak sampah, apa aja di dalemnya, sampek pernah ada kulit ayam kfc sama bungkusan donat yang akhirnya ngundang banyak banget semut ke dalemnya. Ckckck. Dan satu lagi, ilo ini adalah mobil yang jarang banget diisiin bensin, karena yang punya lebih milih duitnya dipake beli komik daripada bensin, alhasil sebagai teman teman yang baik, kalo kita jalan pake ilo pasti urunan buat beliin ilo minum, dan ilo itu hampir sama kayak motor, kalo isi bensin 15 atau 25 ribu. Dinda juga suka kucing, ada kucing-kucing kesayangan yang cantik-cantik di rumahnya, sayang bulunya rontokan :( Dinda ini juga dikenal sebagai mahasiswi yang hobinya TA alias titip absen atau enggak kesiangan kuliah dan juga dikenal sebagai deadliner sejati hahaha jadi dapet image "males" deh dari beberapa anak, padahal sih sebenernya dia bisa aja jadi rajin asalkan dia mau. Kesamaan yang dimiliki dia sama gue yaitu sama sama suka dessert (lebih tepatnya dia yg ngajarin sih) dan suka baca komik. Pokoknya suka buang-buang duit untuk hal yg sebenernya gak penting-penting amat tapi selalu sukses bikin hati senaaaaaang hahaha makanya suka boros kalo ketemu nih anak soalnya gak mikirin duit abisnya berapa yang penting dapet dessert dan komik, udah seneng deh. Oya, keunikan lainnya yang bener-bener cuma anak ini doang yang punya adalah kesukaannya terhadap makanan yang kadang-kadang nggak masuk akal buat dimakan hahaha. Dindut ini suka banget makanan sejenis jeroan jeroan an, pokoknya isi perut hewan gitu deh, favoritnya banget tuh. Tapi yang lebih parah adalah... kepala kambing. That's it.. dia seneng makan kelapa kambing tanpa ada bagian yang terlewati, mulai dari otak sampek lidah dimakan semua. Jelas, nggak terkecuali mata, hidung, sampai telinga. wtf banget kaaan! dan kepala kambing itu jadi kado terbaiknya di ulangtahun nya beberapa tahun yang lalu, Amazing Adhisty

2. Avianti Intan Soraya
   Avi ini sebenernya anak yang tomboy banget sampek di kampus sering dipanggil "Boy" tapi gitu-gitu dia jago ngedance, suka K-pop dan suka niruin gaya dancenya. Tomboy-tomboy tapi suka make up juga. Makanya kalo gue ngomongin make-up pasti larinya ke dia haha. Nih cewek alisnya tipiiiis banget makanya dia selalu seneng kalo berhasil pake alis, bisa gak mau diapus berhari-hari (hm.. lebay sih sebenernya). Dia sama kayak gue & dinda, suka ngemil dan baca komik. Makanya kalo pergi bertiga pasti beli cemilan dan ke gramedia. Kita bertiga juga suka ke rental komik terus minjem komik bertumpuk-tumpuk selama 1 minggu, nggak mau rugi, kita bertiga juga tuker-tukeran komik yang kita pinjem, jadi bacanya gantian sampek semua komik yang kita pinjem berhasil kebaca semua haha. Avi juga addict banget sama yang namanya Sour Sally, dan gue juga jadi ketularan (bahkan gue lebih parah) Avi suka topping kiwi, peach dan buah2an lainnya (katanya sih gak mau rugi. toppingnya harus yg mahal. huuu) sementara gue cinta mati sama yang namanya mochi, jadi selalu deh toppingnya mochi, paling ganti ke fruit loops aja kadang-kadang. Avi juga bandar kuteks kayak gue, punya banyak kuteks dan dia sangat amat rapi kalo makein kuteks, makanya anak-anak biasanya minta tolong dia buat pakein, dan gue adalah pelanggan setianya hahah. Avi ini anaknya pinter, tapi terlalu to the point hehe jadi kalo ada tugas laporan kelompok dan tim Hura-Hura ini sekelompok, Avi bertugas bikin kata-kata inti yang selanjutnya dijabarkan dalam kalimat yang lebih baik oleh Kim Iswari hehehe. Avi ini juga jadi "Ibu Negara" di Hura-Hura, nggak ada yang berani menentang kata-katanya haha apalagi kalo dia lagi bad mood :( semua akan mengalah untuknya hahaha dan juga biasnaya dia yang bisa mengambil keputusan akhir dikala yang lainnya masih bingung. Pokoknya "Ibu Negara" banget lah si avi ini.

3. IGA Made Kim Iswari P.
    Cewek asli Bali yang punya gelar I Gusti Ayu ini adalah cewek berbadan bongsor dengan kulit sawo matang. Behelan dan menurut gue dia anak yang manis. Seksi juga, jadi sering diledekin gitu deh. Kim ini anak Raja, jadi kita kalo mau pergi sama dia harus hati-hati soalnya bawa tuan putri hahaha. Anak eksis TPKH yang punya gebetan dimana-mana. Hampir di setiap jurusan kayaknya ada 1 gebetan hahah dan semua itu ganteng-ganteng atau minimal manis deh (this is unfair kim!!! haha) saking banyaknya gebetan dia sampek sering bingung dan galau gitu deh terus random tiba-tiba cerita. Kim ini anaknya seru banget, heboh juga, apalagi kalo udah denger lagunya Shakira-Can't Remember To Forget You, dia bisa joget-joget sendiri deh. Selalu asik buat diajak jalan kemana pun, dia juga suka komik, tapi lebih ke komik cowok yang serinya banyak atau komik dewasa! hahaha. seisi dunia pun tau kalo kim suka baca komik dewasa dan dia mengajarkan itu padaku dan dinda T.T *sialan lo Kim*. Kim ini juga bisa dibilang sebagai "tong sampah" kalo lagi makan, soalnya dia pasti mau ngabisin makanan yang nggak abis hehe. Kim juga enak buat dijadiin temen curhat karena dia bisa nanggepin curhatan dengan serius. Enak juga dimintain pendapat karena dia jawabnya juga dengan serius dan gak main-main haha. Selalu update path dan twitter kalo lagi keluar, tapi selalu log in di hp orangT.T terus nggak di logout terus notif semua masuk ke hp orang itu dan gue termasuk salah satu korbannya huffft. Yah yang jelas Kim itu teman hedon yang sangat amat asik lah pokoknya haha. 

4. Renny Ratna Dewi
    Nah kalo yang ini kebalikannya Avi, kalo Avi alisnya tipis,Renny alisnya tebel. Persis ulat bulu, dan sekeluarga begitu semua, jadi selalu iri kalo liat alis dia sekeluarga hahah. Anaknya manis dan banyak yang suka juga, putih, kerudungan, pendiem, rajin, tekun, dan anak baik-baik. Semenjak dia jomblo, dia selalu jadi partner makan gue sehari-hari heheh bahkan sering seharian dari pagi sampek malem, gue makan berdua sama dia, kayak orang pacaran deh pokoknya hahaha. Renny juga jadi partner gue kalo lagi mau nyalon atau spa hehehe dan biasanya nggak ada yang bisa menghalangi niat kami berdua itu kalo emang udah sepenuh hati heheeh soalnya pernah menerjang hujan deras cuma demi spa di tempat langganan :') Renny ini hatinya lemah lembut banget, nggak bisa dikasarin, soalnya kalo dikasarin, digalakin, dimarahin atau dijutekin, dia bisa langsung sedih bahkan nangis, pokoknya anak ini jangan diapa-apain deh hehehe. Renny juga jadi tempat curhat gue untuk beberapa hal hehe dan kadang suka ngegalau bareng gitu *yhaaa*, pokoknya gue kalo kemana-mana sering sama anak ini deh hehe teman baik gitu :3 ya pokoknya si Renny ini teman yang baik di dalam berbagai hal deh :*


TULUS

Muhammad Tulus Rusydi adalah seorang penyanyi ternama yang lahir di Bukittinggi pada 20 Agustus 1987. Tulus, begitu biasa disapa, merupakan lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung yang saat ini berprofesi sebagai penyanyi dengan sejumlah prestasi. Rookie of The Year dari Rolling Stone Indonesia berhasil diraihnya pada tahun 2013. Tidak hanya itu, berbagai penghargaan dan nominasi lain dari berbagai event juga berhasil dimenangkan olehnya, diantaranya ialah penghargaan Penyanyi Pria Terbaik dalam Indonesian Choice Awards 2014, Album Indonesia Terbaik Tahun 2014 yang dinobatkan oleh Rolling Stone Indonesia, 3 kategori dalam Readers Poll Awards versi majalah Hai yaitu Best Male 2014, Best Pop 2014 serta Best Album 2014.

Tulus menjadi cover majalah Hai 2014

Prestasinya yang terbaru ialah penampilannya sebagai satu-satunya yang mewakili Indonesia dalam acara Music Matters 2015 di Singapore. Selain itu, Tulus juga menjadi brand ambassador dari beberapa produk di Indonesia, antara lain produk kecantikan, elektronik, serta produk kesehatan.

Penyanyi berbadan besar dengan tinggi 187 cm ini telah melahirkan dua buah album yang laris terjual di pasaran. Album pertamanya dirilis pada akhir tahun 2011 dengan judul TULUS yang berisikan 10 buah karya terbaiknya, dengan beberapa judul lagu yang menjadi andalan di antaranya adalah Sewindu dan Teman Hidup. Berselang 2 tahun, Tulus kembali menuangkan karya musiknya ke dalam album kedua yang berjudul Gajah yang berisikan 9 lagu. Pemberian nama album tersebut bukanlah tanpa alasan, nama album keduanya yang begitu unik dilatarbelakangi oleh kisah nyata kehidupan masa kecil Tulus, dimana pada saat kecil ia mendapat panggilan "Gajah" dari teman-temannya, hal itu karena Tulus kecil memiliki bentuk tubuh besar seperti gajah. Awalnya Tulus merasa tidak suka akan panggilannya itu, namun seiring berjalannya waktu Tulus mencoba memandang hal tersebut dari sudut pandang positif sehingga ia mengerti bahwa sesungguhnya Gajah memiliki banyak nilai positif dan kebaikan yang membuat Tulus memiliki anggapan bahwa julukan yang diberikan padanya dapat menjadi doa yang baik bagi dirinya sendiri.

Cover album perdana Tulus - Self Titled

Cover album kedua Tulus yang berjudul Gajah

Di dalam album keduanya yang dirilis pada 19 Februari 2014, terdapat lagu Gajah yang menceritakan tentang masa kecilnya. Selain itu beberapa judul lagu lain juga turut menjadi andalan dari album keduanya tersebut, antara lain Sepatu, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Baru, dan Bumerang. Dari album kedua tersebut, Tulus juga berhasil menyelenggarakan Konser Gajah di 3 kota besar yaitu Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.

Suasana akhir Konser Gajah di Kota Yogyakarta

Ketiga konser besar tersebut semakin menunjukkan bahwa Tulus merupakan penyanyi berbakat yang kehadirannya sangat perlu diperhitungkan di belantika musik Indonesia.




Referensi :

situstulus.com

Monday, 29 June 2015

Keep Being You

I don't need your money
Forget about it honey
I just wanna be with you


Fancy things won't get me
Diamonds, there are plenty
But there is only one of you


Baby we could be together
Nothing but your love forever


I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you


Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you


I don't need your flowers
Just your hours
Baby you have bloomed in my heart


So many have tried to
But only you do
Make me feel like this, yes you


Baby we could be together
Nothing but your love forever


I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you


Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you


Oh darling I think that we've made it
I don't need anything, believe it
My heart feels rich when you're near me
There is no emptiness


You spread your love and I can feel it
Deep in my soul
I see you've given me much more
Thank you for the greatest gift of all


Tetap Dalam Jiwa

Tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya
Semua waktu yang pernah kita lewati bersamanya tlah hilang dan sirna
Hitam putih berlalu, janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Memang tak mudah tapi ku tegar
Menjalani kosongnya hati
Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
Dan simpan tuk jadi history

Hitam putih berlalu, janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Thursday, 9 April 2015

Reiventing Government



A.      Konsep Reinventing Government
Mewirausahakan birokrasi atau dikenal juga dengan Reinventing Government merupakan gagasan yang dicetuskan oleh David Osborne dan Ted Gaebler (1992) yang mengkritisi dan memperbaiki konsep-konsep serta teori-teori klasik untuk optimalisasi pelayanan publik sesuai dengan perkembangan di lingkungan birokrasi. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik pemerintahan yang menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Buruknya pelayanan publik tersebut dapat dilihat dari menurunnya kualitas fasilitas yang ada, misalnya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta fasilitas umum lainnya. Kota-kota yang mengalami defisit sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran juga dapat dilihat sebagai indikator buruknya pelayanan publik suatu pemerintahan atau negara.
David Osborne dan Peter Plastrik (1997) dalam Memangkas Birokrasi, menuliskan bahwa Reinventing Government adalah transformasi sistem dan organisasi pemerintah secara fundamental guna mencipakan peningkatan dalam efektivitas, efisiensi, dan kemampuan mereka untuk melakukan inovasi. Transformasi ini dicapai dengan mengubah tujuan, system insentif, pertanggungjawaban, struktur kekuasaan dan budaya system dan organisasi pemerintahan. Konsep Reinventing Government pada dasarnya merupakan representasi dari paradigma New Public Management dimana dalam New Public Management, negara dilihat sebagai perusahaan jasa modern yang kadang-kadang bersaing dengan pihak swasta, tapi di lain pihak dalam bidang-bidang tertentu memonopoli layanan jasa, namun tetap dengan kewajiban memberikan layanan dan kualitas yang maksimal.
Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, konsep ini berarti menginventarisasikan lagi kegiatan pemerintah. Pada awalnya, gerakan reinventing government diilhami oleh beban pembiayaan birokrasi yang besar, namun dengan kinerja aparatur birokrasi yang rendah. Pressure dari publik sebagai pembayar pajak mendesak pemerintah untuk mengefisiensikan anggarannya dan meningkatkan kinerjanya. Pengoperasian fungsi pelayanan publik yang tidak dapat diefisiensikan lagi dan telah membebani keuangan Negara diminta untuk dikerjakan oleh sektor non-pemerintah. Dengan demikian, maka akan terjadi proses pereduksian peran dan fungsi pemerintah yang semula memonopoli semua bidang pelayanan publik, kini menjadi berbagi dengan pihak swasta, yang semula merupakan “big government” ingin dijadikan “small government” yang efektif, efisien, responsive, dan accountable terhadap kepentingan publik.

                Reinventing Government memiliki 10 prinsip dalam mewirausahakan birokrasi, antara lain :
  1. Pemerintahan katalis, artinya Pemerintah sudah harus mampu memisahkan antara fungsi pemerintah sebagai pengarah dan fungsi pemerintah sebagai pelaksana. Namun, Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan. Hal tersebut merupakan upaya mengarahkan jalannya birokrasi yang baik.
  2. Pemerintah milik masyarakat, artinya mengalihkan wewenang control yang dimiliki pemerintah kepada masyarakat dengan memberdayakan masyarakat sehingga mampu mengontrol pelayanan yang dilakukan birokrasi.
  3. Pemerintah yang kompetitif, artinya pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat, swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik sehingga dihasilkan efisiensi dan tanggung jawab yang lebih besar serta terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif.
  4. Pemerintah berorientasi pada misi, artinya Pemerintah yang berorientasai misi melakukan deregulasi internal, menghapus banyak peraturan internal dan secara radikal menyederhanakan sistem administratif, seperti anggaran, kepegawaian dan pengadaan. Mereka mensyaratkan setiap badan pemerintah untuk mendapatkan misi yang jelas, kemudian memberi kebebasan kepada manajer untuk menemukan cara terbaik mewujudkan misi tersebut dalam batas – batas legal.
  5. Pemerintah berorientasi pada hasil, artinya bila lembaga-lembaga pemerintah dibiayai berdasarkan masukan (income), maka sedikit sekali alasan mereka untuk berusaha keras mendapatkan kinerja yang lebih baik. Tetapi jika mereka dibiayai berdasarkan hasil (outcome), mereka menjadi obsesif pada prestasi. Sistem penggajian dan penghargaan, misalnya, seharusnya didasarkan atas kualitas hasil kerja bukan pada masa kerja, besar anggaran dan tingkat otoritas.
  6. Pemerintah berorientasi pada pelanggan, artinya pemerintah memperlakukan masyarakat sebagai pelanggan yang harus diberi pelayanan  dengan melakukan survey pelanggan,menetapkan standar pelayanan, memberi jaminan dan sebagainya. Pemerintah meredesain organisasinya untuk menyampaikan nilai maksimum kepada pelanggan.
  7. Pemerintah wirausaha, artinya Pemerintah berusaha memfokuskan energinya bukan sekedar untuk menghabiskan anggaran, tetapi juga menghasilkan uang. Pemerintah meminta masyarakat yang dilayani untuk membayar menuntut return on investment. Mereka memanfaatkan insentif seperti dana usaha ,dana inovasi untuk mendorong para pimpinan badan pemerintah untuk berpikir mendapatkan dana operasional.
  8. Pemerintah antisipatif, artinya pemerintah berpikir jauh ke depan dengan mencoba mencegah timbulnya masalah dari pada memberikan pelayanan untuk menghilangkan masalah. Mereka menggunakan perencanaan strategis,  pemberian visi masa depan, dan berbagai metode lain untuk melihat masa depan. 
  9. Pemerintahan desentralisasi, artinya  pemerintah mendorong wewenang dari pusat pemerintahan melalui organisasi atau system,mendorong mereka yang lansung melakukan pelayanan atau pelaksana,untuk lebih berani membuat keputusan sendiri.

  10. Pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar, artinya  pemerintah sering memamfaatkan struktur pasar swasta untuk memecahkan masalah dari pada  menggunakan mekanisme administrative, seperti menyampaikan pelayanan atau perintah dan control dengan memamfaatkan peraturan. Mereka menciptakan insentif keuangan, insentif pajak, pajak hijau, affluent fees. Dengan cara ini , organisasi swasta atau anggota masyarakat berprilaku yang mengarah pada pemecahan masalah sosial.


B.      Implementasi Reinventing Government
Dalam mengimplementasikan konsep Reinventing Government, terdapat lima strategi yang dibutuhkan, antara lain (1) Strategi inti. Strategi ini menentukan tujuan sebuah sistem dan organisasi publik. Jika sebuah organisasi tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka organisasi itu tidak dapat mencapai kinerja yang tinggi. Dengan  kata lain, sebuah organisasi publik akan mampu bekerja secara efektif  jika ia mempunyai tujuan yang spesifik. Strategi ini dapat diterapkan melalui visi dan misi suatu pemerintahan; (2) Strategi konsekuensi. Strategi ini menentukan insentif-insentif yang dibangun ke dalam sistem publik. Insentif dan persaingan ini dapat mempunyai bentuk yang beragam, seperti tunjangan kesehatan, kenaikan gaji, atau memberikan penghargaan bagi organisasi-organisasi publik yang mempunyai kinerja yang lebih tinggi; (3) Strategi pelanggan. Strategi ini terutama  memfokuskan pada pertanggungjawaban. Berbeda dengan birokrasi lama, dalam birokrasi model baru, tanggung jawab para pelaksana birokrasi publik hendaknya ditempatkan pada masyarakat. Model pertanggungjawaban seperti ini diharapkan dapat meningkatkan tekanan terhadap organisasi publik untuk memperbaiki kinerja ataupun pengelolaan sumber-sumber organisasi; (4) Strategi pengawasan. Strategi ini menentukan di mana letak kekuasaan membuat keputusan itu diberikan. Mendesentralisasikan pembuatan keputusan kepada pejabat-pejabat dan karyawan atau pegawai birokrasi di bawahnya merupakan hal penting karena akan mendorong timbulnya rasa tanggung jawab dikalangan para pegawai birokrasi, dan dalam konteks yang luas mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi kebijakan; (5) Strategi budaya. Strategi ini menentukan budaya organisasi publik yang menyangkut nilai, norma, tingkah laku, dan harapan-harapan para karyawan. Budaya ini akan dibentuk secara kuat oleh tujuan organisasi, insentif, sistem pertanggungjawaban, dan struktur kekuasaan organisasi. Dengan kata lain, mengubah tujuan, insentif, sistem pertanggungan jawab, dan struktur kekuasaan organisasi akan mengubah budaya.
Di Indonesia, konsep ini sudah diimplementasikan pada beberapa daerah, salah satunya ialah Lamongan, Jawa Timur. Secara keseluruhan, konsep reinventing government sudah mampu diterapkan pada wilayah tersebut. Dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan melalui prestasi yang diraih, salah satunya ialah meningkatnya pendapatan asli daerah Lamongan yang mencapai lebih dari 100%. Keberhasilan pembangunan Kabupaten Lamongan disebabkan oleh beberapa faktor, yang pertama ialah kemampuan leadership dan semangat wirausaha yang dimiliki oleh Bupati Lamongan. Latar belakang Masfuk (Bupati) sebagai pengusaha ternyata masih menerapkan semangat wirausahanya dalam menjalankan birokrasi yang sedang dipimpinnya. Hal ini dibuktikan melalui usahanya dalam mengembangkan pupuk lokal dengan merk Maharani yang dibuat dari enceng gondok sehingga terjadi penghematan dalam biaya penggunaan pupuk per tahun. Oleh karena pupuk ini pula, pada tahun 2002 Lamongan berhasil memproduksi beras unggul Rajasili yang dijual ke pasaran. Semangat kewirausahaan ini juga diterapkan dalam mengembangkan kawasan industri seluas 500 hektar dan tengah dipersiapkan kawasan sebesar 9. 500 hektar. Dari faktor pertama ini, dapat dilihat bahwa mewirausahakan birokrasi dapat dilaksanakan dengan berawal pada sifat kewirausahaan yang dimiliki oleh pemimpin pemerintahan. Faktor ini juga menjadi contoh nyata dari salah satu prinsip reinventing government yaitu pemerintah wirausaha. Jika sifat kewirausahaan telah dimiliki oleh pemimpin pemerintahan, maka upaya mewirausahakan birokrasi dapat menghasilkan keuntungan bagi wilayah setempat, sehingga faktor sifat kewirausahaan pemimpin ini dapat dikatakan sebagai faktor yang penting dalam keberhasilan dari pengimplementasian konsep reinventing government.
Faktor yang kedua ialah adanya keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan Kabupaten Lamongan. Salah satu semangat otonomi daerah adalah dalam rangka mendorong keterlibatan masyarakat sehingga pembangunan yang dilakukan di daerah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara riil. Hal inilah yang dipegang teguh oleh Bupati Lamongan. Prinsip ini dengan kuat diterapkan Bupati dalam mengembangkan hutan jati seluas 33. 000 hektar yang dikembangkan dari hutan tidur yang nantinya pengelolaan hutan jati tersebut akan diserahkan kepada warga.  Faktor ini merupakan contoh dari salah satu prinsip reinventing government yaitu pemerintah milik masyarakat, dimana pemerintah juga diharapkan mampu bekerja sama dan mempercayai masyarakat untuk ikut serta dalam pengontrolan suatu hal.
Faktor yang ketiga merupakan yang paling krusial dalam mendorong keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan. Hal ini merupakan langkah yang paling pertama dilakukan bupati, yakni dengan mereformasi sistem dan sumber daya manusia. Pegawai di Kabupaten Lamongan yang  jumlahnya mencapai 12. 000 ribu orang diminta komitmennya untuk meningkatkan pelayanan publik, dan bagi mereka atau dinas yang berhasil akan diberikan reward yang menarik. Selanjutnya, menyangkut pembenahan sistem, pemda menerapkan sistem pelayanan terpadu semua urusan perijinan bisnis dijadikan satu atap di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Faktor ini merupakan penerapan dari salah satu strategi konsep reinventing government, yaitu strategi konsekuensi dimana pada strategi tersebut terdapat pemberian konsekuensi serta insentif pada kinerja pelayanan publik atau pemerintahan sehingga mampu mendorong birokrasi dalam melaksanakan pekerjaan yang lebih baik lagi.
Berdasarkan pengimplementasian konsep reinventing government yang telah berhasil di Kabupaten Lamongan, dapat dilihat bahwa konsep tersebut dapat diimplementasikan di Indonesia dengan cara menerapkan secara langsung prinsip dan strategi yang ada pada konsep reinventing government sehingga pengimplementasian konsep tersebut dapat berhasil dan memberikan manfaat serta keuntungan dan kesuksesan pada pemerintahan yang ada di kota-kota di Indonesia. Namun, usaha mengimplementasikan konsep reinventing government ini tentu akan mendapatkan banyak kendala. Hal ini karena model birokrasi di Indonesia dicirikan oleh model birokrasi patrimonial, birokrasi rente, dan bureaucratic polity. Jika dirunut kembali dengan seksama, model-model birokrasi seperti ini sangat bertentangan dengan model birokrasi wirausaha. Oleh karena itu, usaha mewirausahakan birokrasi tidak akan dapat dilakukan dengan baik tanpa terlebih dahulu menghancurkan model birokrasi yang lama. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dari elit politik. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja birokrasi. Oleh karena itu, program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu agenda penting yang harus dilakukan. Penguatan kelompok-kelompok kepentingan, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat juga penting dilakukan karena kelompok-kelompok ini dapat diharapkan menjadi pengawas kinerja birokrasi publik. Media massa juga dapat diharapkan perannya dalam konteks menyediakan informasi bagi masyarakat sehingga masyarakat akan memiliki sumber informasi yang cukup untuk mengambil tindakan-tindakan yang bersifat politis, terutama dalam konteks penyikapannya terhadap kinerja birokrasi publik. 


SHELLA ANASTASIA 3612100051
    

Daftar Pustaka :
Laporan Gatra dengan judul, “Mengubah Citra Pelayanan Publik”, Gatra, No. 23 tahun VIII, 27 April 2003, hal., 20-21.
David Osborne dan Ted Gaebler, Mewirausahakan Birokrasi, terj. Abdul Rasyid, Jakarta:
Pustaka Binaman Pressindo, 1996. David osborne dan Peter Plastrik, Memangkas
Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintahan
Wirausaha, terj. Abdul Rasyid dan Ramelan,

Jakarta: PPM, 2000
Romy Azmidun, Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi), 2013.



Thursday, 2 July 2015

5 Fakta Isyana Sarasvati


Music is my life

Isyana mengatakan bahwa fakta pertama tentang dirinya adalah "Music is my life", pernyataan itu jelas terlihat dari passion nya terhadap musik serta sejumlah prestasinya di bidang musik. Wanita cantik kelahiran Bandung 22 tahun yang lalu ini merupakan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London. Kecintaannya terhadap musik dituangkan dalam kepiawaiannya saat memainkan organ elektronik dan piano, tidak hanya dua alat musik itu saja yang mampu dimainkannya, Isyana juga dapat memainkan alat musik tiup seperti saxophone dan juga flute.


 Suka makan

Dalam beberapa acara, Isyana mengakui bahwa dirinya sangat menyukai makan dalam porsi besar. Bahkan di acara The Comment NET TV, Isyana mengatakan bahwa porsi terbesarnya saat mengonsumsi makanan yakni sebanyak 7 piring, entah benar atau tidak namun itulah yang dikatakan oleh Isyana dengan jelas di acara tersebut. 


Introvert off stage, extrovert on stage

Isyana juga mengatakan di berbagai acara tentang kepribadiannya yang terbilang unik. Jika umumnya seseorang memiliki salah satu sifat diantara Introvert dan Extrovert, Isyana memiliki keduanya di dalam waktu yang berbeda. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah introvert di dalam kehidupan sehari-harinya, namun ia juga mengakui bahwa ia sangat extrovert saat menjalankan profesinya sebagai musisi di atas panggung.


Jahil

Mungkin fakta keempat tentang Isyana Sarasvati ini tidak banyak diketahui khalayak umum, namun inilah yang dikatakannya dalam liputan tabloid Nova. Isyana mengakui bahwa dirinya sangatlah jahil, mungkin dapat dilihat juga dalam beberapa tayangan yang memperlihatkan bahwa Isyana senang bercanda atau bergurau di tengah wawancara yang sedang berlangsung. Mungkin dari situ dapat dilihat bahwa Isyana juga memiliki selera humor yang cukup baik yang mungkin dapat dituangkan dalam bentuk kejahilah. Heheheh


Sangat suka tantangan

Isyana juga mengakui bahwa dirinya sangat menyukai akan adanya sebuah tantangan. Maka dari itu, dalam setiap acara yang melibatkan dirinya, tak jarang Isyana diberikan berbagai macam bentuk tantangan, mulai dari menunjukkan keahlian bermain piano, battle bermain piano bersama pianis lain, hingga menyanyikan lagu biasa ke dalam bentuk opera atau seriosa. Tentu saja, Isyana Sarasvati dapat menyelesaikan semua tantangan itu dengan mudah dan tetap memukau siapapun yang menyaksikannya. 



Referensi :

www.tabloidnova.com

Isyana Sarasvati

    Isyana Sarasvati adalah musisi muda kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 yang baru saja berkecimpung di industri musik Indonesia. Merupakan lulusan dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, London membuatnya semakin memiliki nilai musikalitas yang tinggi. Minatnya dalam bidang musik dapat dilihat dari keahliannya bermain piano dan organ elektronik, serta beberapa alat musik lainnya seperti saxophone dan flute. Tidak hanya piawai dalam memainkan alat musik, Isyana juga merupakan penyanyi seriosa yang bersuara indah, dengan basic klasik dan opera, Isyana mampu menyuguhkan permainan organ elektronik yang memukau ketika dipadukan dengan suaranya yang indah. 

    Isyana mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik sejak usia 7 tahun, dimana pada saat itu ia mulai mengenal alat musik organ elektronik. Tidak seperti anak seusianya pada masa itu, Isyana lebih tertarik bermain organ elektronik dan piano dibandingkan menonton acara televisi. Setiap harinya Isyana mampu menghabiskan waktu bersama alat musiknya lebih dari 5 jam. Sejak saat itulah ia menetapkan passionnya pada bidang musik dan memiliki cita-cita menjadi musisi dan maestro ternama. Bakat yang dimiliki Isyana tersebut ternyata tidak sia-sia, pada kompetisi pertamanya ia langsung mendapatkan gelar sebagai juara 1.

    Pada usia 16 tahun, Isyana mendapatkan beasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore. Dalam acara "Indonesia Morning Show" yang ditayangkan di NET TV, Isyana menceritakan pengalamannya tentang beasiswa tersebut. 


"Jadi aku waktu itu pertama kali apply di piano, terus audisi dan diterima. Tapi karena terlalu banyak orang yang belajar piano, jadi kapasitas untuk scholarshipnya sedikit. Jadi aku keterima tapi nggak dapet scholarship. Terus aku coba lagi, aku tanya boleh nggak nih audisi lagi ganti major, terus akhirnya aku dikasih kesempatan dan dikasih 80 list lagu dengan 3 bahasa yaitu France, Italian dan Germany, dan disuruh pilih 3 lagu, terus aku audisi lagi dan dua minggu setelahnya aku mendapatkan scholarship itu", tutur Isyana.


    Selanjutnya, Isyana mendapatkan nilai tertinggi pada masa diploma nya tersebut yang membuatnya kembali menerima beasiswa bachelor dan meneruskan studinya di Royal College of Music, London.

   Sejumlah prestasi membanggakan telah berhasil diraih oleh Isyana baik secara nasional hingga internasional. Beberapa prestasinya yaitu menjadi penempat podium pertama pada tahun 2011 di ajang Asia Pasific Electone Festival yang diselenggarakan di Singapura, menjadi juara se-Indonesia dalam permainan organ elektroniknya sebanyak tiga kali, juara se-Asia sebanyak tiga kali, satu kali grandprice di Singapura dan menjadi semifinalis dunia di Tokyo, Jepang. Pada tahun 2015, Isyana juga menjadi nominasi dalam ajang Indonesia Choice Awards dengan dua kategori, yakni Female Singer of The Year dan Breakthrough Artist of The Year. 


  Isyana mulai mengcompose sebuah lagu sejak ia berumur 15 tahun, salah satu lagu yang dihasilkannya yaitu Wings of Your Shadow yang terinspirasi dari kepergian sang kakak yang pada saat itu harus berpisah dengan Isyana karena menerima scholarship ke Amerika. Hingga saat ini Isyana telah menghasilkan sekitar 8 hingga 9 lagu hasil compose nya sendiri. 


    Pada tahun 2014, Isyana mengeluarkan single pertamanya yang berjudul "Keep Being You", dengan nada yang easy listening dilengkapi dengan lirik yang sederhana single tersebut mampu menarik perhatian banyak orang yang kemudian menjadi penggemarnya yang dikenal dengan nama Isyanation. Sebenarnya Isyanation sudah lebih dulu tebentuk sebelum single tersebut dirilis, lebih tepatnya pada tanggal 4 November 2014 lah Isyanation terbentuk. Pada saat itu mereka mengenal Isyana lewat akun Youtube dan Soundcloud milik Isyana yang senantiasa menyuguhkan hasil cover Isyana yang menyanyikan lagu dari penyanyi lain. Selanjutnya, Isyana mengeluarkan single kedua pada tahun 2015 dengan judul "Tetap Dalam Jiwa", lagu yang berangkat dari kisah nyata tersebut memiliki tempo yang lebih slow jika dibandingkan dengan single sebelumnya. Lirik yang penuh arti itu kembali menarik banyak perhatian dari khalayak umum untuk mengenal siapa Isyana sebenarnya dan menantikan karya-karya yang selanjutnya. 


Referensi :

www.tabloidnova.com

Liputan Indonesia Morning Show NET TV


Tuesday, 30 June 2015

Hura-Hura

Juli 2015.

Buka-buka blog karena lagi gabut banget di kantor, buka postingan yang lama malah ngeliat draft tulisan ini. Pas dibuka ternyata isinya tentang bocah-bocah kesayangan yang jadi temen deket di semester 4 alias tepat setahun yang lalu, daripada nggak ngapa-ngapain, ya... lanjutin tulisan ini aja kali ya hehe

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hai! Postingan terakhir di blog ini tertulis bulan februari dan sekarang udah mau masuk bulan Juli, itu berarti ada sekitar 4 bulan nggak ada postingan apa apa di sini hehehe faktor sibuk nugas sih ^^

Sekarang, gue mau cerita soal beberapa temen yang akhir semester 4 ini mendadak deket sama gue. Ini bukan geng, ini bukan komunitas, tapi ini adalah cewek-cewek yang berbeda bentuk dan gaya tapi ternyata punya banyak kesamaan. Beberapa kesamaan yang kami punya bakalan gue bahas sekalian mendeskripsikan anak-anak itu hahaha.

1. Adhisty Syamshabrina
    Panggilannya Dinda tapi biasanya kita panggil Dindut atau gendut karena emang anak ini nyimpen  banyak lemak di badannya haha tapi biarpun begitu anak ini selalu tampil modis nan stylish haha, dan sepenglihatan gue sih anak ini sebenernya menarik, kelihatan lah dari gayanya. Seneng banget sama barang-barang berbentuk "uuk" alias kotoran manusia, punya banyak pernak pernik berbentuk demikian deh pokoknya. Selalu pergi sama mobilnya yang dinamakan ilo dan ilo ini adalah mobil terjorok yang pernah gue (dan banyak orang lainnya) liat. Tuh mobil bisa berantakan banget dan bisa nggak dimandiin berbulan-bulan. Banyak sampah, apa aja di dalemnya, sampek pernah ada kulit ayam kfc sama bungkusan donat yang akhirnya ngundang banyak banget semut ke dalemnya. Ckckck. Dan satu lagi, ilo ini adalah mobil yang jarang banget diisiin bensin, karena yang punya lebih milih duitnya dipake beli komik daripada bensin, alhasil sebagai teman teman yang baik, kalo kita jalan pake ilo pasti urunan buat beliin ilo minum, dan ilo itu hampir sama kayak motor, kalo isi bensin 15 atau 25 ribu. Dinda juga suka kucing, ada kucing-kucing kesayangan yang cantik-cantik di rumahnya, sayang bulunya rontokan :( Dinda ini juga dikenal sebagai mahasiswi yang hobinya TA alias titip absen atau enggak kesiangan kuliah dan juga dikenal sebagai deadliner sejati hahaha jadi dapet image "males" deh dari beberapa anak, padahal sih sebenernya dia bisa aja jadi rajin asalkan dia mau. Kesamaan yang dimiliki dia sama gue yaitu sama sama suka dessert (lebih tepatnya dia yg ngajarin sih) dan suka baca komik. Pokoknya suka buang-buang duit untuk hal yg sebenernya gak penting-penting amat tapi selalu sukses bikin hati senaaaaaang hahaha makanya suka boros kalo ketemu nih anak soalnya gak mikirin duit abisnya berapa yang penting dapet dessert dan komik, udah seneng deh. Oya, keunikan lainnya yang bener-bener cuma anak ini doang yang punya adalah kesukaannya terhadap makanan yang kadang-kadang nggak masuk akal buat dimakan hahaha. Dindut ini suka banget makanan sejenis jeroan jeroan an, pokoknya isi perut hewan gitu deh, favoritnya banget tuh. Tapi yang lebih parah adalah... kepala kambing. That's it.. dia seneng makan kelapa kambing tanpa ada bagian yang terlewati, mulai dari otak sampek lidah dimakan semua. Jelas, nggak terkecuali mata, hidung, sampai telinga. wtf banget kaaan! dan kepala kambing itu jadi kado terbaiknya di ulangtahun nya beberapa tahun yang lalu, Amazing Adhisty

2. Avianti Intan Soraya
   Avi ini sebenernya anak yang tomboy banget sampek di kampus sering dipanggil "Boy" tapi gitu-gitu dia jago ngedance, suka K-pop dan suka niruin gaya dancenya. Tomboy-tomboy tapi suka make up juga. Makanya kalo gue ngomongin make-up pasti larinya ke dia haha. Nih cewek alisnya tipiiiis banget makanya dia selalu seneng kalo berhasil pake alis, bisa gak mau diapus berhari-hari (hm.. lebay sih sebenernya). Dia sama kayak gue & dinda, suka ngemil dan baca komik. Makanya kalo pergi bertiga pasti beli cemilan dan ke gramedia. Kita bertiga juga suka ke rental komik terus minjem komik bertumpuk-tumpuk selama 1 minggu, nggak mau rugi, kita bertiga juga tuker-tukeran komik yang kita pinjem, jadi bacanya gantian sampek semua komik yang kita pinjem berhasil kebaca semua haha. Avi juga addict banget sama yang namanya Sour Sally, dan gue juga jadi ketularan (bahkan gue lebih parah) Avi suka topping kiwi, peach dan buah2an lainnya (katanya sih gak mau rugi. toppingnya harus yg mahal. huuu) sementara gue cinta mati sama yang namanya mochi, jadi selalu deh toppingnya mochi, paling ganti ke fruit loops aja kadang-kadang. Avi juga bandar kuteks kayak gue, punya banyak kuteks dan dia sangat amat rapi kalo makein kuteks, makanya anak-anak biasanya minta tolong dia buat pakein, dan gue adalah pelanggan setianya hahah. Avi ini anaknya pinter, tapi terlalu to the point hehe jadi kalo ada tugas laporan kelompok dan tim Hura-Hura ini sekelompok, Avi bertugas bikin kata-kata inti yang selanjutnya dijabarkan dalam kalimat yang lebih baik oleh Kim Iswari hehehe. Avi ini juga jadi "Ibu Negara" di Hura-Hura, nggak ada yang berani menentang kata-katanya haha apalagi kalo dia lagi bad mood :( semua akan mengalah untuknya hahaha dan juga biasnaya dia yang bisa mengambil keputusan akhir dikala yang lainnya masih bingung. Pokoknya "Ibu Negara" banget lah si avi ini.

3. IGA Made Kim Iswari P.
    Cewek asli Bali yang punya gelar I Gusti Ayu ini adalah cewek berbadan bongsor dengan kulit sawo matang. Behelan dan menurut gue dia anak yang manis. Seksi juga, jadi sering diledekin gitu deh. Kim ini anak Raja, jadi kita kalo mau pergi sama dia harus hati-hati soalnya bawa tuan putri hahaha. Anak eksis TPKH yang punya gebetan dimana-mana. Hampir di setiap jurusan kayaknya ada 1 gebetan hahah dan semua itu ganteng-ganteng atau minimal manis deh (this is unfair kim!!! haha) saking banyaknya gebetan dia sampek sering bingung dan galau gitu deh terus random tiba-tiba cerita. Kim ini anaknya seru banget, heboh juga, apalagi kalo udah denger lagunya Shakira-Can't Remember To Forget You, dia bisa joget-joget sendiri deh. Selalu asik buat diajak jalan kemana pun, dia juga suka komik, tapi lebih ke komik cowok yang serinya banyak atau komik dewasa! hahaha. seisi dunia pun tau kalo kim suka baca komik dewasa dan dia mengajarkan itu padaku dan dinda T.T *sialan lo Kim*. Kim ini juga bisa dibilang sebagai "tong sampah" kalo lagi makan, soalnya dia pasti mau ngabisin makanan yang nggak abis hehe. Kim juga enak buat dijadiin temen curhat karena dia bisa nanggepin curhatan dengan serius. Enak juga dimintain pendapat karena dia jawabnya juga dengan serius dan gak main-main haha. Selalu update path dan twitter kalo lagi keluar, tapi selalu log in di hp orangT.T terus nggak di logout terus notif semua masuk ke hp orang itu dan gue termasuk salah satu korbannya huffft. Yah yang jelas Kim itu teman hedon yang sangat amat asik lah pokoknya haha. 

4. Renny Ratna Dewi
    Nah kalo yang ini kebalikannya Avi, kalo Avi alisnya tipis,Renny alisnya tebel. Persis ulat bulu, dan sekeluarga begitu semua, jadi selalu iri kalo liat alis dia sekeluarga hahah. Anaknya manis dan banyak yang suka juga, putih, kerudungan, pendiem, rajin, tekun, dan anak baik-baik. Semenjak dia jomblo, dia selalu jadi partner makan gue sehari-hari heheh bahkan sering seharian dari pagi sampek malem, gue makan berdua sama dia, kayak orang pacaran deh pokoknya hahaha. Renny juga jadi partner gue kalo lagi mau nyalon atau spa hehehe dan biasanya nggak ada yang bisa menghalangi niat kami berdua itu kalo emang udah sepenuh hati heheeh soalnya pernah menerjang hujan deras cuma demi spa di tempat langganan :') Renny ini hatinya lemah lembut banget, nggak bisa dikasarin, soalnya kalo dikasarin, digalakin, dimarahin atau dijutekin, dia bisa langsung sedih bahkan nangis, pokoknya anak ini jangan diapa-apain deh hehehe. Renny juga jadi tempat curhat gue untuk beberapa hal hehe dan kadang suka ngegalau bareng gitu *yhaaa*, pokoknya gue kalo kemana-mana sering sama anak ini deh hehe teman baik gitu :3 ya pokoknya si Renny ini teman yang baik di dalam berbagai hal deh :*


TULUS

Muhammad Tulus Rusydi adalah seorang penyanyi ternama yang lahir di Bukittinggi pada 20 Agustus 1987. Tulus, begitu biasa disapa, merupakan lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung yang saat ini berprofesi sebagai penyanyi dengan sejumlah prestasi. Rookie of The Year dari Rolling Stone Indonesia berhasil diraihnya pada tahun 2013. Tidak hanya itu, berbagai penghargaan dan nominasi lain dari berbagai event juga berhasil dimenangkan olehnya, diantaranya ialah penghargaan Penyanyi Pria Terbaik dalam Indonesian Choice Awards 2014, Album Indonesia Terbaik Tahun 2014 yang dinobatkan oleh Rolling Stone Indonesia, 3 kategori dalam Readers Poll Awards versi majalah Hai yaitu Best Male 2014, Best Pop 2014 serta Best Album 2014.

Tulus menjadi cover majalah Hai 2014

Prestasinya yang terbaru ialah penampilannya sebagai satu-satunya yang mewakili Indonesia dalam acara Music Matters 2015 di Singapore. Selain itu, Tulus juga menjadi brand ambassador dari beberapa produk di Indonesia, antara lain produk kecantikan, elektronik, serta produk kesehatan.

Penyanyi berbadan besar dengan tinggi 187 cm ini telah melahirkan dua buah album yang laris terjual di pasaran. Album pertamanya dirilis pada akhir tahun 2011 dengan judul TULUS yang berisikan 10 buah karya terbaiknya, dengan beberapa judul lagu yang menjadi andalan di antaranya adalah Sewindu dan Teman Hidup. Berselang 2 tahun, Tulus kembali menuangkan karya musiknya ke dalam album kedua yang berjudul Gajah yang berisikan 9 lagu. Pemberian nama album tersebut bukanlah tanpa alasan, nama album keduanya yang begitu unik dilatarbelakangi oleh kisah nyata kehidupan masa kecil Tulus, dimana pada saat kecil ia mendapat panggilan "Gajah" dari teman-temannya, hal itu karena Tulus kecil memiliki bentuk tubuh besar seperti gajah. Awalnya Tulus merasa tidak suka akan panggilannya itu, namun seiring berjalannya waktu Tulus mencoba memandang hal tersebut dari sudut pandang positif sehingga ia mengerti bahwa sesungguhnya Gajah memiliki banyak nilai positif dan kebaikan yang membuat Tulus memiliki anggapan bahwa julukan yang diberikan padanya dapat menjadi doa yang baik bagi dirinya sendiri.

Cover album perdana Tulus - Self Titled

Cover album kedua Tulus yang berjudul Gajah

Di dalam album keduanya yang dirilis pada 19 Februari 2014, terdapat lagu Gajah yang menceritakan tentang masa kecilnya. Selain itu beberapa judul lagu lain juga turut menjadi andalan dari album keduanya tersebut, antara lain Sepatu, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Baru, dan Bumerang. Dari album kedua tersebut, Tulus juga berhasil menyelenggarakan Konser Gajah di 3 kota besar yaitu Jakarta, Bandung dan Jogjakarta.

Suasana akhir Konser Gajah di Kota Yogyakarta

Ketiga konser besar tersebut semakin menunjukkan bahwa Tulus merupakan penyanyi berbakat yang kehadirannya sangat perlu diperhitungkan di belantika musik Indonesia.




Referensi :

situstulus.com

Monday, 29 June 2015

Keep Being You

I don't need your money
Forget about it honey
I just wanna be with you


Fancy things won't get me
Diamonds, there are plenty
But there is only one of you


Baby we could be together
Nothing but your love forever


I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you


Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you


I don't need your flowers
Just your hours
Baby you have bloomed in my heart


So many have tried to
But only you do
Make me feel like this, yes you


Baby we could be together
Nothing but your love forever


I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you


Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you


Oh darling I think that we've made it
I don't need anything, believe it
My heart feels rich when you're near me
There is no emptiness


You spread your love and I can feel it
Deep in my soul
I see you've given me much more
Thank you for the greatest gift of all


Tetap Dalam Jiwa

Tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya
Semua waktu yang pernah kita lewati bersamanya tlah hilang dan sirna
Hitam putih berlalu, janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Memang tak mudah tapi ku tegar
Menjalani kosongnya hati
Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
Dan simpan tuk jadi history

Hitam putih berlalu, janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Thursday, 9 April 2015

Reiventing Government



A.      Konsep Reinventing Government
Mewirausahakan birokrasi atau dikenal juga dengan Reinventing Government merupakan gagasan yang dicetuskan oleh David Osborne dan Ted Gaebler (1992) yang mengkritisi dan memperbaiki konsep-konsep serta teori-teori klasik untuk optimalisasi pelayanan publik sesuai dengan perkembangan di lingkungan birokrasi. Gagasan ini muncul sebagai respon atas buruknya pelayanan publik pemerintahan yang menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Buruknya pelayanan publik tersebut dapat dilihat dari menurunnya kualitas fasilitas yang ada, misalnya fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta fasilitas umum lainnya. Kota-kota yang mengalami defisit sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran juga dapat dilihat sebagai indikator buruknya pelayanan publik suatu pemerintahan atau negara.
David Osborne dan Peter Plastrik (1997) dalam Memangkas Birokrasi, menuliskan bahwa Reinventing Government adalah transformasi sistem dan organisasi pemerintah secara fundamental guna mencipakan peningkatan dalam efektivitas, efisiensi, dan kemampuan mereka untuk melakukan inovasi. Transformasi ini dicapai dengan mengubah tujuan, system insentif, pertanggungjawaban, struktur kekuasaan dan budaya system dan organisasi pemerintahan. Konsep Reinventing Government pada dasarnya merupakan representasi dari paradigma New Public Management dimana dalam New Public Management, negara dilihat sebagai perusahaan jasa modern yang kadang-kadang bersaing dengan pihak swasta, tapi di lain pihak dalam bidang-bidang tertentu memonopoli layanan jasa, namun tetap dengan kewajiban memberikan layanan dan kualitas yang maksimal.
Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, konsep ini berarti menginventarisasikan lagi kegiatan pemerintah. Pada awalnya, gerakan reinventing government diilhami oleh beban pembiayaan birokrasi yang besar, namun dengan kinerja aparatur birokrasi yang rendah. Pressure dari publik sebagai pembayar pajak mendesak pemerintah untuk mengefisiensikan anggarannya dan meningkatkan kinerjanya. Pengoperasian fungsi pelayanan publik yang tidak dapat diefisiensikan lagi dan telah membebani keuangan Negara diminta untuk dikerjakan oleh sektor non-pemerintah. Dengan demikian, maka akan terjadi proses pereduksian peran dan fungsi pemerintah yang semula memonopoli semua bidang pelayanan publik, kini menjadi berbagi dengan pihak swasta, yang semula merupakan “big government” ingin dijadikan “small government” yang efektif, efisien, responsive, dan accountable terhadap kepentingan publik.

                Reinventing Government memiliki 10 prinsip dalam mewirausahakan birokrasi, antara lain :
  1. Pemerintahan katalis, artinya Pemerintah sudah harus mampu memisahkan antara fungsi pemerintah sebagai pengarah dan fungsi pemerintah sebagai pelaksana. Namun, Pemerintah entrepreneurial seharusnya lebih berkonsentrasi pada pembuatan kebijakan-kebijakan strategis daripada disibukkan oleh hal-hal yang bersifat teknis pelayanan. Hal tersebut merupakan upaya mengarahkan jalannya birokrasi yang baik.
  2. Pemerintah milik masyarakat, artinya mengalihkan wewenang control yang dimiliki pemerintah kepada masyarakat dengan memberdayakan masyarakat sehingga mampu mengontrol pelayanan yang dilakukan birokrasi.
  3. Pemerintah yang kompetitif, artinya pemerintah harus mengembangkan kompetisi (persaingan) di antara masyarakat, swasta dan organisasi non pemerintah yang lain dalam pelayanan publik sehingga dihasilkan efisiensi dan tanggung jawab yang lebih besar serta terbentuknya lingkungan yang lebih inovatif.
  4. Pemerintah berorientasi pada misi, artinya Pemerintah yang berorientasai misi melakukan deregulasi internal, menghapus banyak peraturan internal dan secara radikal menyederhanakan sistem administratif, seperti anggaran, kepegawaian dan pengadaan. Mereka mensyaratkan setiap badan pemerintah untuk mendapatkan misi yang jelas, kemudian memberi kebebasan kepada manajer untuk menemukan cara terbaik mewujudkan misi tersebut dalam batas – batas legal.
  5. Pemerintah berorientasi pada hasil, artinya bila lembaga-lembaga pemerintah dibiayai berdasarkan masukan (income), maka sedikit sekali alasan mereka untuk berusaha keras mendapatkan kinerja yang lebih baik. Tetapi jika mereka dibiayai berdasarkan hasil (outcome), mereka menjadi obsesif pada prestasi. Sistem penggajian dan penghargaan, misalnya, seharusnya didasarkan atas kualitas hasil kerja bukan pada masa kerja, besar anggaran dan tingkat otoritas.
  6. Pemerintah berorientasi pada pelanggan, artinya pemerintah memperlakukan masyarakat sebagai pelanggan yang harus diberi pelayanan  dengan melakukan survey pelanggan,menetapkan standar pelayanan, memberi jaminan dan sebagainya. Pemerintah meredesain organisasinya untuk menyampaikan nilai maksimum kepada pelanggan.
  7. Pemerintah wirausaha, artinya Pemerintah berusaha memfokuskan energinya bukan sekedar untuk menghabiskan anggaran, tetapi juga menghasilkan uang. Pemerintah meminta masyarakat yang dilayani untuk membayar menuntut return on investment. Mereka memanfaatkan insentif seperti dana usaha ,dana inovasi untuk mendorong para pimpinan badan pemerintah untuk berpikir mendapatkan dana operasional.
  8. Pemerintah antisipatif, artinya pemerintah berpikir jauh ke depan dengan mencoba mencegah timbulnya masalah dari pada memberikan pelayanan untuk menghilangkan masalah. Mereka menggunakan perencanaan strategis,  pemberian visi masa depan, dan berbagai metode lain untuk melihat masa depan. 
  9. Pemerintahan desentralisasi, artinya  pemerintah mendorong wewenang dari pusat pemerintahan melalui organisasi atau system,mendorong mereka yang lansung melakukan pelayanan atau pelaksana,untuk lebih berani membuat keputusan sendiri.

  10. Pemerintah berorientasi pada mekanisme pasar, artinya  pemerintah sering memamfaatkan struktur pasar swasta untuk memecahkan masalah dari pada  menggunakan mekanisme administrative, seperti menyampaikan pelayanan atau perintah dan control dengan memamfaatkan peraturan. Mereka menciptakan insentif keuangan, insentif pajak, pajak hijau, affluent fees. Dengan cara ini , organisasi swasta atau anggota masyarakat berprilaku yang mengarah pada pemecahan masalah sosial.


B.      Implementasi Reinventing Government
Dalam mengimplementasikan konsep Reinventing Government, terdapat lima strategi yang dibutuhkan, antara lain (1) Strategi inti. Strategi ini menentukan tujuan sebuah sistem dan organisasi publik. Jika sebuah organisasi tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka organisasi itu tidak dapat mencapai kinerja yang tinggi. Dengan  kata lain, sebuah organisasi publik akan mampu bekerja secara efektif  jika ia mempunyai tujuan yang spesifik. Strategi ini dapat diterapkan melalui visi dan misi suatu pemerintahan; (2) Strategi konsekuensi. Strategi ini menentukan insentif-insentif yang dibangun ke dalam sistem publik. Insentif dan persaingan ini dapat mempunyai bentuk yang beragam, seperti tunjangan kesehatan, kenaikan gaji, atau memberikan penghargaan bagi organisasi-organisasi publik yang mempunyai kinerja yang lebih tinggi; (3) Strategi pelanggan. Strategi ini terutama  memfokuskan pada pertanggungjawaban. Berbeda dengan birokrasi lama, dalam birokrasi model baru, tanggung jawab para pelaksana birokrasi publik hendaknya ditempatkan pada masyarakat. Model pertanggungjawaban seperti ini diharapkan dapat meningkatkan tekanan terhadap organisasi publik untuk memperbaiki kinerja ataupun pengelolaan sumber-sumber organisasi; (4) Strategi pengawasan. Strategi ini menentukan di mana letak kekuasaan membuat keputusan itu diberikan. Mendesentralisasikan pembuatan keputusan kepada pejabat-pejabat dan karyawan atau pegawai birokrasi di bawahnya merupakan hal penting karena akan mendorong timbulnya rasa tanggung jawab dikalangan para pegawai birokrasi, dan dalam konteks yang luas mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi kebijakan; (5) Strategi budaya. Strategi ini menentukan budaya organisasi publik yang menyangkut nilai, norma, tingkah laku, dan harapan-harapan para karyawan. Budaya ini akan dibentuk secara kuat oleh tujuan organisasi, insentif, sistem pertanggungjawaban, dan struktur kekuasaan organisasi. Dengan kata lain, mengubah tujuan, insentif, sistem pertanggungan jawab, dan struktur kekuasaan organisasi akan mengubah budaya.
Di Indonesia, konsep ini sudah diimplementasikan pada beberapa daerah, salah satunya ialah Lamongan, Jawa Timur. Secara keseluruhan, konsep reinventing government sudah mampu diterapkan pada wilayah tersebut. Dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan melalui prestasi yang diraih, salah satunya ialah meningkatnya pendapatan asli daerah Lamongan yang mencapai lebih dari 100%. Keberhasilan pembangunan Kabupaten Lamongan disebabkan oleh beberapa faktor, yang pertama ialah kemampuan leadership dan semangat wirausaha yang dimiliki oleh Bupati Lamongan. Latar belakang Masfuk (Bupati) sebagai pengusaha ternyata masih menerapkan semangat wirausahanya dalam menjalankan birokrasi yang sedang dipimpinnya. Hal ini dibuktikan melalui usahanya dalam mengembangkan pupuk lokal dengan merk Maharani yang dibuat dari enceng gondok sehingga terjadi penghematan dalam biaya penggunaan pupuk per tahun. Oleh karena pupuk ini pula, pada tahun 2002 Lamongan berhasil memproduksi beras unggul Rajasili yang dijual ke pasaran. Semangat kewirausahaan ini juga diterapkan dalam mengembangkan kawasan industri seluas 500 hektar dan tengah dipersiapkan kawasan sebesar 9. 500 hektar. Dari faktor pertama ini, dapat dilihat bahwa mewirausahakan birokrasi dapat dilaksanakan dengan berawal pada sifat kewirausahaan yang dimiliki oleh pemimpin pemerintahan. Faktor ini juga menjadi contoh nyata dari salah satu prinsip reinventing government yaitu pemerintah wirausaha. Jika sifat kewirausahaan telah dimiliki oleh pemimpin pemerintahan, maka upaya mewirausahakan birokrasi dapat menghasilkan keuntungan bagi wilayah setempat, sehingga faktor sifat kewirausahaan pemimpin ini dapat dikatakan sebagai faktor yang penting dalam keberhasilan dari pengimplementasian konsep reinventing government.
Faktor yang kedua ialah adanya keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan Kabupaten Lamongan. Salah satu semangat otonomi daerah adalah dalam rangka mendorong keterlibatan masyarakat sehingga pembangunan yang dilakukan di daerah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara riil. Hal inilah yang dipegang teguh oleh Bupati Lamongan. Prinsip ini dengan kuat diterapkan Bupati dalam mengembangkan hutan jati seluas 33. 000 hektar yang dikembangkan dari hutan tidur yang nantinya pengelolaan hutan jati tersebut akan diserahkan kepada warga.  Faktor ini merupakan contoh dari salah satu prinsip reinventing government yaitu pemerintah milik masyarakat, dimana pemerintah juga diharapkan mampu bekerja sama dan mempercayai masyarakat untuk ikut serta dalam pengontrolan suatu hal.
Faktor yang ketiga merupakan yang paling krusial dalam mendorong keberhasilan pembangunan di Kabupaten Lamongan. Hal ini merupakan langkah yang paling pertama dilakukan bupati, yakni dengan mereformasi sistem dan sumber daya manusia. Pegawai di Kabupaten Lamongan yang  jumlahnya mencapai 12. 000 ribu orang diminta komitmennya untuk meningkatkan pelayanan publik, dan bagi mereka atau dinas yang berhasil akan diberikan reward yang menarik. Selanjutnya, menyangkut pembenahan sistem, pemda menerapkan sistem pelayanan terpadu semua urusan perijinan bisnis dijadikan satu atap di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Faktor ini merupakan penerapan dari salah satu strategi konsep reinventing government, yaitu strategi konsekuensi dimana pada strategi tersebut terdapat pemberian konsekuensi serta insentif pada kinerja pelayanan publik atau pemerintahan sehingga mampu mendorong birokrasi dalam melaksanakan pekerjaan yang lebih baik lagi.
Berdasarkan pengimplementasian konsep reinventing government yang telah berhasil di Kabupaten Lamongan, dapat dilihat bahwa konsep tersebut dapat diimplementasikan di Indonesia dengan cara menerapkan secara langsung prinsip dan strategi yang ada pada konsep reinventing government sehingga pengimplementasian konsep tersebut dapat berhasil dan memberikan manfaat serta keuntungan dan kesuksesan pada pemerintahan yang ada di kota-kota di Indonesia. Namun, usaha mengimplementasikan konsep reinventing government ini tentu akan mendapatkan banyak kendala. Hal ini karena model birokrasi di Indonesia dicirikan oleh model birokrasi patrimonial, birokrasi rente, dan bureaucratic polity. Jika dirunut kembali dengan seksama, model-model birokrasi seperti ini sangat bertentangan dengan model birokrasi wirausaha. Oleh karena itu, usaha mewirausahakan birokrasi tidak akan dapat dilakukan dengan baik tanpa terlebih dahulu menghancurkan model birokrasi yang lama. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dari elit politik. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja birokrasi. Oleh karena itu, program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu agenda penting yang harus dilakukan. Penguatan kelompok-kelompok kepentingan, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat juga penting dilakukan karena kelompok-kelompok ini dapat diharapkan menjadi pengawas kinerja birokrasi publik. Media massa juga dapat diharapkan perannya dalam konteks menyediakan informasi bagi masyarakat sehingga masyarakat akan memiliki sumber informasi yang cukup untuk mengambil tindakan-tindakan yang bersifat politis, terutama dalam konteks penyikapannya terhadap kinerja birokrasi publik. 


SHELLA ANASTASIA 3612100051
    

Daftar Pustaka :
Laporan Gatra dengan judul, “Mengubah Citra Pelayanan Publik”, Gatra, No. 23 tahun VIII, 27 April 2003, hal., 20-21.
David Osborne dan Ted Gaebler, Mewirausahakan Birokrasi, terj. Abdul Rasyid, Jakarta:
Pustaka Binaman Pressindo, 1996. David osborne dan Peter Plastrik, Memangkas
Birokrasi: Lima Strategi Menuju Pemerintahan
Wirausaha, terj. Abdul Rasyid dan Ramelan,

Jakarta: PPM, 2000
Romy Azmidun, Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi), 2013.